Hati-hati dengan KeBencian…


Ada Tiga Perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri (HR Ath Thabrani)

Hati-Hati dengan Kebencian dalam urusan Dunia, Karena Kebencian  seperti itu juga merupakan bagian dari Hawa Nafsu yang dituruti…

Kebencian membuat kita melupakan kebaikan seseorang terhadap kita, menjadikan kita mengungkit kebaikan kita terhadapnya…mengingati semua Kesalahannya, dan melupakan kesalahan kita kepadanya…

Kebencian membuat kita tidak peduli dengan nasihat kebenaran, karena melihat darimana asalnya nasehat tersebut…

Kebencian Seperti ini mampu menggelapkan hati…😦

Kebencian kadangkala dibungkus dengan rasa tidak suka, menggunjing, dan pada akhirnya menimbulkan fitnah…Kebencian Seperti ini membuat seseorang mengadu domba sesama saudaranya…😦

Kebencian Juga, menahan kita untuk beramal jariyah, menjadikan kita memasuki wilayah sifat kikir…karena melihat siapa yang akan kita Beri…Kebencian seperti ini, tanpa disadari menjadikan seseorang patuh terhadap kekikiran😦

Kebencian menjadikan seseorang berbangga Diri, merasa lebih baik, merasa paling benar…Inilah yang menjadikan seseorang Merendahkan Orang lain..

Kadangkala…Kebencian membungkus dirinya dalam “menganalisaKesalahan Orang lain, yang berujung kepada Membuka Aib orang lain…Bukannya mengoreksi diri sendiri, tapi sibuk meneliti kesalahan orang lain…😦

Hati-hati dengan Kebencian…Karena ia dapat menimbulkan Hasud dalam diri, salah satu Penyakit hati yang tidak suka melihat seseorang mendapat kenikmatan, dan mengharapkan hilangnya Kenikmatan tersebut dari seseorang.  Karena Hasud, Merupakan bentuk ingkar terhadap takdir, Dan menjadikan kita Su’udzhon Terhadap Allah, karena berharap kenikmatan hilang dari seseorang…Hasud dapat Mengilangkan Amal dan Pahala kita…Maka hati-hatilah dengan kebencian…😦

Tiba-tiba kita Menghujat seorang politikus yang Nyeleneh, Tiba-tiba kita membenci perilaku seorang selebritis di Infotainment…Kebencian, tidak pandang bulu, orang yang tidak kita kenal sekalipun dijadikan rasa itu bermukim dihati…padahal…kalau dipikir-pikir, jika seseorang bersalah dan kemudian hari dia bertobat dan ALLAH mengampuni segala dosanya, kemudian menjadi Orang yang bertakwa…lalu Siapa Kita ? yang sudah mengetukkan palu kebencian atas seseorang yang tidak kita Kenal dan Ketahui nasib selanjutnya…😦

Kebencian membuat kita berbohong, bermuka dua, salah satu tanda Orang Munafik…Padahal Allah Mensejajarkan Orang Munafik dengan orang kafir yang tempat kembalinya adalah Neraka jahanam (At taubah : 73), yang ketika meninggal, ALLAH Melarang Mensholatkannya, dan menziarahi kuburnya (QS At Taubah : 84)…

Kebencian, kadang merupakan sikap yang Sporadis…sekonyong-konyong datang, dan kita selalu berucap bahwa dengan rasa Ikhlas, sabar akan mampu menghilangkannya…namun tetaplah hati-hati…karena Kebencian tetap saja menelusup kedalam relung-relung hati, dibisikkan oleh Setan Laknatullah…

Karena itu, sering-seringlah menengok ke dalam diri, menjaga Fokus akan kesadaran diri agar tetap bermuhasabah, menjaga Muamalah  dengan sesama saudara Muslim…Jangan Pernah Bosan dalam MengingatNYA, karena itu menjadi rambu bagi kita dalam upaya menghindari Sikap yang tidak Terpuji…

Kebencian, kadang datang tanpa disadari lewat Perkataan, sikap dan Perilaku…Atas dasar inilah…Saya Malu terhadap ALLAH…

Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

Share

Comments
60 Responses to “Hati-hati dengan KeBencian…”
  1. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Moga kita semua dihindarkan dari sifat2 yang kek gitu, amien

    Atma : Amien Kang…Semoga terhindar dan digantikan dengan sifat2 yang dicintaiNYA

  2. Asop mengatakan:

    Huaaaaaa😥 Kebencian memang ga ada untungnya…
    Ga ada untungnya kita merasa benci ke sesuatu ato seseorang. Kebencian adalah musuh kita ya…🙂

    Atma : Iya betul mas, kebencian, malah membuat kita hidup dalam kesusahan hati…

  3. Rindu mengatakan:

    Benci itu penyakit hati … yang jika didiamkan akan membusuk, menggelapkan hati.

    Atma : Kalau Gitu, Jangan didiamkan ya De…jangan dibiarkan rasa itu tersisa di Hati…sayang kalau hatinya busuk😦

  4. didot mengatakan:

    bencilah perbuatannya bukan orangnya… insya Allah kita tidak membunuh karakter seseorang dengan jalan ini😉

    Atma : Perbuatan Yang di Benci oleh ALLAH, selayaknya kita membencinya juga…Namun daam urusan dunia, Kebencian yang bersarang di hati, itu yang kita harus hati2

  5. hanyanulis mengatakan:

    Yah…gerbang menuju ruang namanya sabar dan ikhlas, adalah meminimalisir yang namanya kebencian dengan kesadaran saling memaafkan, Allah saja bisa memaafkan manusia.kenapa kita begitu sombong dang besar gengsi untuk tidak mau memaafkan sesama manusia🙂

    Atma : Setuju sekali mas Dika…Meminimalisir, seiring kita menumbuhkan rasa sabar dan sikap Ikhlas…Kita manusia bukan siapa2, Yang Mana ALLAH MAHA PENGAMPUN, selayaknyalah kita berjiwa besar juga

  6. sunarnosahlan mengatakan:

    jika sudah benci maka semuanya terasa tak ada yang baik membosankan menjemukan

  7. bundadontworry mengatakan:

    kebencian menghilangkan keindahan dan kasih sayang.
    Padahal Allah swt Maha Indah, suka keindahan dan Allah swt Maha Penyayang.
    Semoga kita semua dijauhkan dr penyakit hati yg bernama kebencian ini,amin
    salam

  8. Hmc mengatakan:

    Lama gak kmari smg baik2 aja

  9. Keping Hidup mengatakan:

    Wah saya harus mengkoreksi diri – sering menonton tv membawa kebencian terhadap sesorang yang belum tentu bersalah – semoga Allah SWT mengampuni diri saya amiin, salam

  10. Adi mengatakan:

    Hwah, bisa buat renungang. , dan mengoreksi diri. ,

  11. wigati mengatakan:

    ya, Benci seperti juga Suka gak boleh overdosis…biar tenang saat Allah membolak-balikkan hati nanti🙂

  12. dy mengatakan:

    kebencian dalam urusan dunia… ya Allah, jauhkan…

  13. abu ghalib mengatakan:

    semoga kita terhindar dari penyakit hati seperti ini, amin…

  14. nakula mengatakan:

    gw dapat pencerahan lagi. … thx gan …

  15. tips beli rumah mengatakan:

    bener bgt tuh…gak bleh ada kbncian…….dosa,…..

  16. Masdin mengatakan:

    Makasih mas atas pencerahannya🙂
    Kebencian ibarat panas setahun habis diguyur hujan sehari😀
    Salam kenal….

  17. Delia mengatakan:

    Semoga kita dijauhkan dari sifat benci..
    Karena kebencian itu hanya semakin menyiksa hati kita.. dan lama2 tertutup…
    makasih mas pencerahannya

  18. Oyen mengatakan:

    Mengoreksi penguasa yang lalai dan jelas-jelas melanggar perintah Allah itu kewajiban, karena ketika kita membiarkannya itu sama saja kita menyetujui perbuatannya, dan Allah mewajibkan kita membenci kemungkaran yang dilakukan secara terang-terangan. Kebencian adalah rasa yang juga dianugerahkan oleh Allah kepada manusia seperti halnya rasa cinta, hanya keduanya harus ditampakkan semata-mata karena Allah, bukan sesuatu yang tanpa sebab.

    http://tariadmojo.com/2010/05/31/menempatkan-rasa-benci/

    Wallahualam

  19. Oyen mengatakan:

    satu hal lagi, ketika kita mengoreksi perilaku yang menyimpang dari syariah Allah, tentu setelah kita mengetahui bukti, fakta dan kebenarannya, atau yang sudah terang-terangan ditampakkan, bukan sekedar prasangka,

    Imam An-Nawawi berkata, Ghibah diperbolehkan dengan tujuan syar’i yang tidak mungkin dicapai kecuali dengan cara ghibah dan ada enam faktor. Faktor kelima yaitu seorang yang menampakkan secara terang-terangan kefasikan atau kebid’ahan seperti orang yang terang-terangan minum khamr, memusuhi orang, mengambil pajak, mengambil harta orang secara zhalim dan mengurusi perkara batil untuk mereka, boleh menyebutkan keburukan yang mereka lakukan secara terang-terangan dan diharamkan menyebutkan selain itu kecuali ada sebab syar’i lain. (Riyadh Ash Sholihin 529)

    Imam An-Nawawi menyebutkan enam faktor tersebut dalam Kitab Syarh Shahih Muslim, Riyadh Ash-Shalihin dan Al-Adzkar. Sedang Imam Asy-Syaukani membahasnya dalam Kitab Raf’u Ar-Ribah Amma Yajuzu Wama la Yajuzu min Al-Ghibah, dan beliau menerima sebagian dan menolak yang lainnya. (Syarh Shahih Muslim, 16/143 dan Al-Adzkar /304)

    karena peran kita sebagai seorang muslim adalah beramar ma’ruf nahi mungkar, menyeru kepada kebenaran dan mencegah kemungkaran, apalagi kemungkaran yang sudah dilakukan secara terang-terangan, jika tidak maka kita telah menghalalkan azab Allah yang tidak saja menimpa orang-orang yang zalim.

    Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang
    zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS
    al-Anfal [8]: 25).

    Berikutnya Allah Swt. berfirman: lâ tushîbanna al-ladzîna zhalamû minkum
    khâshshah (azab yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja di antara
    kalian). Dalam pengertian syariah, setiap perbuatan atau keyakinan yang
    menyimpang dari ketentuan syariah dapat dikategorikan sebagai azh-zhulm. Dengan
    demikian, al-ladzîna zhalamû adalah orang-orang yang melakukan pelanggaran dan
    penyimpangan terhadap syariah. Kata kum merujuk kepada kaum Mukmin. Dengan
    demikian, frasa ini memberikan peringatan kepada kaum Mukmin berkenaan dengan
    fitnah yang diakibatkan oleh perbuatan zalim yang dilakukan oleh sebagian orang
    Mukmin. Begitulah pemahaman para mufassir tentang ayat ini.

    Wallahualam

  20. Oyen mengatakan:

    Jadi sekali lagi, kita harus punya alasan mengapa dan kapan harus membenci, tentu alasan berdasarkan syariahNya.

    afwan, ingin ikut menambahkan, semoga bisa sedikit memberikan pemahaman buat siapa saja yang sudah salah kaprah memandang kebencian, dan tidak ada yang salah jika rasa ini muncul karena Allah. Wallahualam

  21. camera mengatakan:

    jangan sampe kaya gitu dech….

  22. dy mengatakan:

    oya.. aku ijin pasang link kesini di blog aku ya!🙂

  23. muslimahbelajar mengatakan:

    Khudzil ‘afwa wa’mur bil ‘urfi wa a’ridh anil jaahiliin
    “jadilah engkau orang yg pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yg ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yg bodoh” (Al-A’raaf: 199)

    Sungguh indahnya memaafkan dan menahan marah.. ^ ^

  24. Nisa mengatakan:

    hmm.. sempat berpikir seperti komen mbak oyen jg pak.. mohon dijelaskan jg..😀 apa kbr pak?

  25. Rindu mengatakan:

    Sibuk ya mas, belum ada tulisan baru dan belum balesin komen komen …

  26. PakOsu mengatakan:

    Mantap, kang. Tulisan bagus. Salam

  27. inspirasi kecilku mengatakan:

    hallo..
    salam kenal.
    blogroll yuk?
    link blog ini udah dipasang diblogku.
    ditunggu back linknya ya?
    thanks…🙂

  28. vizon mengatakan:

    Suka dan benci adalah dua anugerah yang Allah berikan kepada kita. Keduanya musti ditempatkan secara tepat. Firman Allah: ….boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sesungguhnya ia berbahaya untukmu, dan bolehjadi kamu membenci sesuatu, padahal sesungguhnya ia berguna untukmu… Kesukaan dan kebencian itu sebaiknya didasari oleh kepasrahan dan keikhlasan karena Allah…🙂

  29. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum Mas Atma

    lama tidak berkunjung bersapa dengan sahabat di sana. Tidak pernah membenci Mas, tidak pernah melupakan sahabat yang selalu menghantar hikmah yang mengesankan jiwa dan menjernihkan minda. Mudahan bersangka baik akan selalu menjauhkan kita dari kebencian yang apinya tidak kunjung padam kalau disemat erat dalam hati tanpa dirongkai dengan pohon ampun kepada Allah.

    Benci yang disyariatkan adalah dibenarkan dalam Islam terutama hal yang melanggar hukum hakam Allah, namun dalam memberi teguran harus ada hikmah agar yang dibenci bukan untuk abadi tetapi sementara sahaja.

    Salam mesra dari Malaysia.

  30. nh18 mengatakan:

    HHmmm …
    Memang sulit mengendalikan kebencian … kemarahan dan yang sejenisnya
    apalagi terhadap mereka yang telah berbuat semena-mena pada kita …

    diperlukan kebesaran jiwa untuk mengendalikan kebencian …
    kebencian … dendam kesumat dan yang semacamnya … tidak terasa akan menggerogoti hati kita ..

    salam saya Kang

  31. hmcahyo mengatakan:

    lama gak kemari😀

  32. Abi Sabila mengatakan:

    cintailah atau bencilah sesuatu karena Allah, bukan karena yang lainnya

  33. jabon mengatakan:

    kebencian terhadap dunia tu gimana yach..? makasih

  34. ayah edi mengatakan:

    nice info..
    mampir nich…

  35. jabon mengatakan:

    dzolim… dengan kata lain menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya

  36. Keping Hidup mengatakan:

    Assalamualaikum ww.. Selamat menunaikan ibadah puasa kang Atma – mohon maaf lahir dan bathin ya..

  37. Rindu mengatakan:

    Mas … masih belum bisa nulis yah?🙂

  38. hendyzopi mengatakan:

    Janganlah mengatakan benci, hingga suatu saat secara tak sadar dan tidak sengaja akan mengingatnya merindukannya…:)..ya..gak sih?

  39. Cara beli rumah mengatakan:

    tidak sedikit kebencian yang menimbulkan rasa cinta,…

  40. SITI FATIMAH AHMAD mengatakan:

    Assalaamu’alaikum sahabatku, mas Atma.
    Alhamdulillah.. saya kembali merona dunia maya untuk berkongsi hikmah. Mudahan jalinan persahabatan yang sepi beberapa waktu bertaut dengan perkongsian ilmu yang bermanfaat. semoga berjaya dan kembalilah dengan tulisan yang berguna untuk semua.

    Salam mesra dari sarawak, Malaysia.

  41. Nda mengatakan:

    Asslm, mas makasi udah memberi wacana yg bagus.
    Semoga selalu bisa menulis hal2 baik lainnya yg bermanfaat untuk pembacanya ^_^

  42. indahnyahidupku mengatakan:

    semoga indah senantiasa terhindar dari sifat benci…amien,,,

  43. Inspirasi Kecilku mengatakan:

    Janganlah terlalu membenci terhadap sesuatu hal, karena suatu saat bisa saja hal yang kamu benci itu berubah menjadi hal yang amat kamu sayangi.😉

  44. ajeng rismaniar mengatakan:

    selama bernafas,,syetan slalu memberikan hal2 yg manis ,mengadudombakan sesuatu…hanya iman dan taqwa yg bisa menghalanginya

  45. baju wanita mengatakan:

    jangan terlalu benci nanti bisa cinta dan tergila2…

  46. cinta mengatakan:

    Terima kasih penjelasannya. Untuk kejujuran sepertinya saya sudah bisa menjalaninya. Tapi untuk kebencian saya belum bisa merubahnya

  47. Mephistospeles mengatakan:

    saya manusia yang bangkit/ terlahir oleh rasa benci dan dendam ….
    saya hidup dalam kesendirian , kebencian dan rasa dendam terhadap orang lain…
    dan saya jauh merasa lebih kuat dengan sikap saya ini …
    saya hidup mandiri (melakukan hal dengan sendiri) tanpa bantuan orang lain , dan saya tidak memperdulikan manusia sekitar termasuk orang yang sedarah pun ..

  48. artikel yang bagus gan. menarik untuk dibaca.
    Desain Rumah Minimalis

  49. rajab mengatakan:

    mengapa ada kata benci jika di antaranya bisa saling memaafkan..???
    b

  50. techan91 mengatakan:

    kebencian akan menimbulkan kebencian yang baru

  51. A.Aliabidin57@yahoo.com mengatakan:

    Pada dasarnya, sifat benci adalah termasuk bagian dari penyakit hati, yakni benci kepada hal-hal yang bersifat kebaikan. Adanya sifat benci ini, itu menunjukkan kepada kita semua agar kita rajin-rajin untuk membersihkan cermin diri kita yaitu hati. Hati inilah sumber dari segala sumber kebaikan. karena itu, Allah bukan melihat cantik/tampannya seseorang, kaya dan miskinnya seseorang, ataupun pandai dan bodohnya seseorang dan seterusnya.. oleh karena itu wahai saudara-saudaraku, marilah kita bersama-sama menjaga kesucian hati kita laksana kita baru dilahirkan kedunia ini. ini artinya, jika ada manusia yang punya sifat benci pada kebaikan, berarti telah terkontaminasi dengan kehidupan dunia. maka jalan yang paling ampuh untuk menghilangkan kotoran-kotoran hati adalah dengan memperbanyak istighfar. itulah jalan-jalan hamba Allah yang sangat di cintai Allah. Karena Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri alias hati. ok wahai saudaraku semua… merdeka dari segala penyakit hati.. aminnn ….terimakasih semuanya…

  52. Anonim mengatakan:

    hendaknya kita membenci dan suka karena Allah boleh jadi kita membenci sesuatu padahal dalam pandangan Allah baik untuk diri kita. boleh jadi kita suka sesuatu padahal dalam pandangan Allah tidak baik untuk kita. kalau terpaksa membenci jangan berlebihan dan itu pun sebatas sifat sifatnya yang tidak baik dan melanggar agama , bukan pada orangnya

  53. fenuz mengatakan:

    Stop kebencian! sebarkan kedamaian di sluruh negeri!

  54. pasang iklan mengatakan:

    kl benci tp rindu ga papa dech

  55. iwan tidung mengatakan:

    Kebencian akan selalu menggerogoti kejiwaan.

  56. jikz mengatakan:

    harus dihindari memang sifat seperti ini🙂

    Jasa SEO

  57. yudi mengatakan:

    izin share di islamsiana.com ^^

  58. Anonim mengatakan:

    Mas.. lagi dmn skrg? masih menempuh perjalanan panjang??🙂

  59. iwan mengatakan:

    smua munafik,

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Hati-hati dengan KeBencian… […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: