Malu Yang Membawa (kepada) Kebaikan…

Nabi saw. pernah bersabda: “Malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan” (HR. Bukhari)

Suatu hari saya mendapati salah satu keponakan saya berbohong, yang dia lakukan saat diketahui kesalahannya itu, dia menangis, sebagai upaya untuk mempertahankan diri agar tidak kena teguran, sekaligus penyesalan atas apa yang dilakukannya… Namun yang menarik dari kejadian tersebut adalah , sebelum menangis, ekspresi yang tersirat diwajahnya adalah Sikap malu, dengan menutupi sebagian wajahnya, dan senyum yang agak meringis🙂 . Lalu kemudian dia menangis, setelah tersadar bahwa perbuatannya itu salah.

Ya…Malu, Pernahkan kita merasa malu karena sebuah kesalahan yang kita lakukan didepan teman sahabat, atau rekan kerja kita…? Saya Pernah, disengaja atau tidak disengaja kesalahan itu, sikap itu terlintas begitu saja, sangat manusiawi menurut saya. Namun jika kita tafakuri, sesungguhnya rasa Malu itu seharusnya juga kita mampu rasakan secara Vertikal, yaitu Malu kepada Allah Swt, atas segala kesalahan yang kita Lakukan.

Bagi seorang mukmin, Beriman kepada Kepada Allah adalah satu dari rukun Iman yang harus kita tegakkan, juga beriman kepada Sifat-sifat dan AsmaNYA,  lalu jika Kita tahu bahwa Allah itu,

Maha Mendengar, Sudahkah kita mengimaniNYA dengan menjaga Lisan kita

Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati HambaNYA, sudahkah kita MengimaniNYA, dengan menghilangkan segala penyakit hati yang ada dalam Jiwa kita…

Maha Melihat, sudahkah kita MengimaniNYA dengan merasa bahwa gerak-gerik kita senantiasa diawasiNYA ?

Saya, Pribadi, belum sanggup menuliskan sebanyak kalimat AsmaNYA dengan bentuk keimanan yang ada dalam hati…Tapi marilah kita sama-sama berdialog dengan Jiwa kita, kita sama-sama belajar, dan saling mengingatkan bahwa hakekat dari semua ibadah kita kepadaNYA, mampu kita tegakkan tanpa ada keraguan lagi akan Janji dan AncamanNYA, tanpa lagi lalai dalam MengingatNYA…

Malulah kepada Allah jika kita larut dalam pujian, jika ternyata kita masih jauh Dari prasangka orang, karena Allah mengetahui awal dan akhirnya hidup kita…

Malulah kepada Allah, karena semua keimanan kita belum diikuti dengan langkah yang konkret, dan merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki , sementara belum terbukti kita akan senantiasa istiqomah di JalanNYA hingga akhir hayat…

Malulah kepada Allah, jika kita hanya mampu banyak berkata-kata namun sedikit dalam berbuat…

Malulah ! Jika kecintaan kepadaNYA hanya manis di bibir, namu perbuatan jauh dari ketaatan kepadaNYA

Malulah kepadaNYA akan semua dosa-dosa kita yang kita sadari, namun tidak segera bertobat…

Malulah kepada Allah, karena itu akan mendatangkan Kebaikan…

Karena Malu dan  Keimanan adalah  pasangan, maka sempurnakanlah, jangan pisahkan keduanya, kuatkanlah dengan senantiasa mengingatNYA dalam hati kita….


Share

Comments
24 Responses to “Malu Yang Membawa (kepada) Kebaikan…”
  1. wigati mengatakan:

    Jadi pengen sering2 malu, terimakasih sudah mengingatkan mas..

    Atma : Sama saya juga Mbak wie…🙂

  2. didot mengatakan:

    saya malu karena selama ini saya tertidur lelap ,hati ini lalai mengingatNYA,astagfirullah,semoga Allah memaafkan kesalahan saya selama ini dan yang akan datang kelak,karena saya selalu berdosa setiap harinya

    makasih atas pengingatnya mas🙂

  3. delia4ever mengatakan:

    Terima kasih mas sudah mengingatkan…
    kadang kita malu dengan orang lain.. tapi lupa bahwa sebenarnya kita harus lebih malu kepada pencipta kita
    ALLAH SWT…

    Astagfirullah…. semoga aq bisa selalu menjaganya

  4. bundadontworry mengatakan:

    duh, bunda jadi merasa sangat memalukan di mata Allah swt.
    krn kurang mensyukuri segala nikmat yg ada 😦😦
    terimakasih Mas Atma telah mengingatkan melalui tulisan ini.
    Semoga kita selalu diberikan kemudahan utk beribadah hanya padaNYA semata,amin
    salam

  5. Asop mengatakan:

    Ya Allah, jangan jadikan saya, Hamba-Mu ini menjadi orang yang tak tahu malu.😥

  6. feranitaazzahra mengatakan:

    memupuk rasa malu agar tak dipermalukan di hari pembalasan nanti😀
    amin

  7. Rindu mengatakan:

    Malu sebagian dari Iman …🙂

  8. Rindu mengatakan:

    Dengan berkeyakinan bahwa ALLAH selalu online untuk memperhatikan kita, harusnya kita malu berbuat salah, bandingkan dengan segala nikmat yang diberikanNYA tanpa harus kita membayarnya.

  9. Keping Hidup mengatakan:

    Alhamdulillah semoga dengan malu bisa memperbaiki diri.. salam untuk keponakannya ya kang Atma😀

  10. anna mengatakan:

    mas atma..
    matur nuwun, makasih udah mengingatkan. terkadang kita justru malu dengan standar ‘manusia’. malu bajunya jelek, malu ke kantor cuma naik angkot, tapi lupa malu kepada Allah atas pebuatan kita yang tidak baik.

    sekali lagi makasih🙂

  11. tutinonka mengatakan:

    Malu kepada Allah akan membuat kita menjadi insan yang tawadu’, karena jika kepada Allah kita malu, pasti kita tidak akan melakukan hal-hal yang buruk di mataNya.

    Terimakasih, Mas Atma.

  12. Aulia mengatakan:

    tulisan yang kembali mengingatkan kita untuk terus menjadi malu di depan-Nya🙂

  13. sunarnosahlan mengatakan:

    malu yang kadang terlupakan begitu saja

  14. abu ghalib mengatakan:

    refleksinya sangat menyentuh hati saya
    benar kata mba anna, seringnya kita merasa malu dalam hal duniawi, padahal malu yang seharusnya tetap ada adalah malu kepada Sang Pencipta atas dosa yg diperbuat

  15. Rindu mengatakan:

    Baru sadar, tag-nya nama Ade😛

  16. muslimahbelajar mengatakan:

    Betapa seringnya diriku bermaksiyat karena kurangnya rasa malu.
    Padahal malu dan iman senantiasa ada bersama-sama..
    lalu bagaimana jika hilang salah satu?
    Ketika ku menghadapkan diriku pada dosa,
    Aku tidak sempat lagi peduli dimana malu pergi,
    dan dimana imanku pergi.
    Belakangan baru menyadari,
    dengan apa lagi keduanya kembali jika bukan karena taubatku.
    Sungguh, ku mencintai apabila rasa malu menjadi perhiasanku.

  17. fahmi mengatakan:

    hmm… jd malu🙂 thx udh diingatkan, rif..

  18. KutuBacaBuku mengatakan:

    Oh My God … Kutu masih suka maksiat, gmana dunk neh T-T

  19. neni mengatakan:

    assalamu alaikum
    kunjungang perdana

    ana suka sering merasa malu, tdk pede..xixi
    alhamdulillah

  20. Anonim mengatakan:

    seandainya orang orang pada punya rasa malu pada ALLAH, mungkin gak ada tuh.. namanya korupsi..

  21. yudi mengatakan:

    izin share tulisan-tulisan inspiratifnya di islamsiana.com ^^

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] kadang datang tanpa disadari lewat Perkataan, sikap dan Perilaku…Atas dasar inilah…Saya Malu terhadap […]

  2. […] kadang datang tanpa disadari lewat Perkataan, sikap dan Perilaku…Atas dasar inilah…Saya Malu terhadap […]

  3. cicicow mengatakan:

    […] Malu Yang Membawa (kepada) Kebaikan… […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: