(Jangan) Membaca Terbalik…

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?  Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).”(An-Naml: 62)

Kebanyakan Manusia Sekarang Membaca Ayat Allah secara terbalik“, Begitu kira-kira pesan yang disampaikan Prof. Damardjati Supadjar, ketika sore itu saya ngobrol santai dengannya disebuah Warung Makan miliknya di Jl. Kaliurang. Pembahasan kali Itu memang mengenai fenomena maraknya Korupsi di Indonesia, namun saya memaknai lebih dalam kalimat “Membaca terbalik” ini ternyata mencakup segala Aspek Kehidupan.

Sedikit banyak Kondisi Membaca terbalik ini memang bisa terlihat dalam kondisi negara kita saat ini, yang sedang marak korupsi. Mengapa Orang korupsi ? apakah karena semata ia lalai bahwa Allah mengawasinya, atau karena ia memang merasa takut jatuh Miskin, atau bisa juga karena Ia tergoda dengan jabatan dan kesempatan meraih harta dengan jalan yg mudah tapi melanggar hukum. Nah, jika tigal hal tersebut dibaca dengan terbalik, itulah jawaban kenapa orangg tersebut korupsi,dan tentu saja jika Kondisi tersebut dibaca terbalik, menandakan bahwa Keimanan dikalahkan oleh Hawa nafsu semata.

Setiap Manusia tentunya akan mengalami Ujian dari Allah Swt. Itu sebagai tanda Bahwa Allah Mencintai HambaNYA, dan Ingin menaikkan derajatnya, agar juga terlihat mana HambaNYA yang bersabar dan memperbanyak Amal Ibadahnya. Dalam surat Al Baqarah Ayat 155, Allah Berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” Inilah sebetulnya yang mendasari bahwa setiap kita ditimpa kesusahan, jika memang Allah menghendaki, karena kita sedang diuji, Ditegur atau bahkan diazab, Disitulah titik balik kita untuk menuju kepada Allah, agar kita senantiasa bersabar. Karena kesusasahan bukan hanya dialami orang secara materi, namun juga kondisi kesusahan hati, Orang Miskin mungkin di Uji dengan perut lapar, namun orang kaya akan diuji pula dengan berlimpah hartanya, dan juga ditimpakan kesusahan, apakah dengan sakit, dengan Perasaan yang tidak tenang.

Dalam Kondisi apapun, selayaknya kita senantiasa mengingat Allah, agar timbul kesadaran diri, juga memaknai tujuan hidup kita sebenarnya akan kemana. Sehingga ketika kita merasa Allah sedang menguji kita, maka kita harus menumbuhkan sikap agar kita senantiasa bersabar, bahwa Allah Bersama Orang-orang yang sabar (2:153), maka tumbuhkan juga keyakinan bahwa Pertolongan Allah amat dekat (2 :214),  Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (94:5).

Bersabar dan Bersyukur dalam keadaan susah ataupun senang, adalah sikap yang mesti dijaga. Istiqomah dalam Bersabar, dalam Bersyukur, tentu akan membawa kita kepada kondisi bahagia, seperti Kalimat hikmah berikut :

Dikatakan, bahwa manusia yang paling bahagia ialah orang yang (1)MEMILIKI HATI yang mengetahui (bahwa Allah selalu bersamanya), (2)MEMILIKI JIWA yang Sabar, dan (3)Rela atas apa yang ia miliki (qona’ah)

Perbincangan saya dengan salah satu Dosen Filsafat ini, terjadi dua tahun yang lalu, saat saya sudah tidak lagi menjadi Mahasiswa, namun ternyata, ketika ditafakuri, Membaca Dengan terbalik ini, sadar atau tidak sadar, seringkali saya alami, karena dalam perjalanan hidup yang fana ini, kesusahan dan kesenangan selalu datang silih berganti. Menjadi bahan renungan dalam melangkah, dalam menyikapi bahwa Kesenangan itu ada dalam kehidupan yang abadi, dan kesabaran itu ada dalam kehidupan yang sementara. Seperti yang pernah disampaikan Oleh guru saya, “Jemputlah kesusahan itu, sebelum kesusahan itu mendatangi kamu.” Ya, betul, menjemput kesusahan adalah mendekatiNYA, Menghalau semua godaan dengan senantiasa memperbanyak Dzikrullah, menumpuk perbekalan yang nyata akan meringankan kita kelak saat Dihisab. Bersyukurlah orang-orang yang diuji olehNYA, karena jika lulus ujian, berarti kita sudah tidak lagi Membaca dengan terbalik.

Wallahu’alam Bishowab…

*Gambar pinjam dari Om google…🙂

2:153

Share

Comments
18 Responses to “(Jangan) Membaca Terbalik…”
  1. Haris Istanto mengatakan:

    Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Wisata kepulau Bali”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan tolong dikomentarin yaaa. Makasiiih.

    Atma : Salam Kompak Juga Kang…Lagi Jarang BW kang, Insya Allah saya mampir🙂

  2. bundadontworry mengatakan:

    Ketika manusia menyadari bahwa selalu diawasi setiap tingkah lakunya, maka ia akan takut sekaligus bersyukur, takut melakukan hal2 yg dilarang, dan bersyukur krn selalu diawasi oleh Sang Maha Pengasih .
    salam

    Atma : bahagia, seorang Mukmin yang senantiasa gerak-geriknya merasa selalu diawasi Oleh Allah…Karena pasti akan selamat di dunia dan akhirat…betul kan Bund ?

  3. Tary Sonora mengatakan:

    membaca postingan ini, banyak hal yang saya dapati, dari yg tidak saya ketahui sampai hal2 yg masih membingungkan menurut saya. mencerahkan.

    Atma : Membingungkan ?🙂 , kalau mencerahkan Alhamdulillah…

  4. didot mengatakan:

    Allah justru sayang kita kalau diuji dengan kehilangan,karena dengan kehilangan biasanya orang lebih kembali kepada Tuhan daripada diuji dengan kesenangan,tul kan mas??😛

    jangan lupa rumus 5 S : Sabar,Sholat,Syukur,Sedekah ,dan Senyum🙂

    Atma : Betul Mas…hanya kita juga harus sadar bahwa Allah sayang kita, nah kalau kesadaran itu hilang, tentunya repot juga🙂 , rumusnya mantap kalau kita bisa istiqomah

  5. Asop mengatakan:

    Ya Allah, semoga saya dijauhkan dari sifat penyebab korupsi di atas…😐

    Atma : amin Ya Rabb…Semoga mampu yah mas, mumpung masih kuliah, diluruskan dan dijaga Hatinya mas…🙂

  6. mycorner mengatakan:

    Assalamualiakum ww.. saya pernah membaca :

    “HambaKu bagaimana Aku akan melepaskan dari padamu rahmat.. yang justru cobaan itu mengandung rahmatKu’

    “Karena dengan segala kelakuan kebaikanmu engkau tak dapat sampai ke tingkat yang akan Aku berikan kepadamu, maka dengan cobaan itulah engkau dapat mencapai tingkat dan kedudukan di sisi Allah”

    (Al Hikam #8)

    Salam saya Kang Atma.. sudah lama tidak berkunjung ke sini.. dan terkagum-kagum dengan tema wordpressnya – kereeen.😀

    Atma : Wa’alaikumsalam Warahmatullah…
    Indah kang Komennya dengan Mutiara Al Hikam…🙂 ya, dengan CobaanNYA lah kita justru didekatkan kepadaNYA…
    Tema Blognya emang bagus kang, saya juga suka, makasih kang…

  7. Alwi mengatakan:

    Kaum2 mutaakhkhirin, orang jaman sekarang makin pintar2 dalam menguasai ilmu pengetahuan termasuk ilmu agama tapi makin sedikit yang betul2 menjadikan pengetahuan dan ilmunya untuk kemaslahatan ummat, maksudnya skala prioritas, lebih cenderung untuk kepentingan pribadi dan golongan.
    Ilmu untuk Ilmu bukan ilmu untuk amal, kalau ilmu tanpa amal apalah artinya ilmu itu , para pelaku korupsi ironisnya juga orang2 yang berilmu pengetahuan dan ilmu agamanya cukup, tapi karena Hubbuddunya wa karohiyatul maut korupsinya jalan terus …..

  8. Alwi mengatakan:

    Maaf nih baru sempat berkunjung ….

  9. hanyanulis mengatakan:

    Kalo ternyata banyak realita “korupsi”, itu saya analogikan sebagai warning dari Allah tentang gambaran konkret atas kondisi keimanan dalam masyarakat kita yang semakin kritis, materi dan hedonisme menjadi Tuhan baru yang di sembah dan di jadikan standart dasar pencapaian kebahagiaan hidup🙂

  10. Rindu mengatakan:

    Diamnya orang mukmin adalah tafakur dan tadabbur,”

    ber-tafakur: Dari mana saya? Dimana saya? Kemana saya akhirnya? Rotasi dan evolusi alam ini dalam bilion-bilion galaksi yang mencengangkan para kosmolog, renungan inilah membuat orang beriman itu sujud tersungkur diharibaan ALLAH

    surat Qaf ayat 18 ; Tidaklah berkata satu kata kecuali dicatat oleh Malaikat “Roqib dan Atid”. Rosulullah SAW. Pun mengingatkan ; barang siapa beriman kepada ALLAH. Dan hari Akhirat hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan, santun, mulia kalau tidak maka diam.” Karena itu aktivitas lisan orang mukmin hanya dua, kalau tidak bisa bicara baik maka diam, tetapi kalau bisa bicara baik itu lebih baik dari pada diam.

    Diam = Tafakur

  11. delia4ever mengatakan:

    Dengan membaca terbalik.. jalan hiduppun akan terbalik…😦

    Terima kasih sobat pencerahannya ./….

  12. anna mengatakan:

    betul mas..
    justru dengan ujian yang berupa kesedihan kita patut mensyukurinya. karena dengan itu kita jadi inget kepada Allah. bayangkan, jika kita diuji dengan kesenangan belaka, justru membuat kita semakin jauh dan lupa kepada Nya… naudzubillah.

  13. abu ghalib mengatakan:

    semoga kita terhindar dari perilaku/kebiasaan/kebiadaban sseperti para koruptor
    dan semoga kita tetap istiqomah di jalanNya

  14. Anonim mengatakan:

    terimakasih atas postingannya. sama sekali bemanfaat untuk saya yang membaca
    juga teman- teman

  15. terima kasih mengatakan:

    memang kita harus bercermin

  16. herdianafurkan mengatakan:

    Ass.. pencerahan menemani santap sahur, nuhun kang

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] (Jangan) Membaca Terbalik… […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: