Meraih Impian Abadi

Manusia begitu rajin memikirkan sesama, harta, jabatan, serta urusan keduniaan lainnya, tetapi mereka demikian pelit untuk meluangkan waktu guna mengingat Pencipta mereka


Penggalan Kalimat dalam sebuah buku karya Ibn Athailah itu, begitu dalam terasa maknanya, kalimat yang perlu direnungkan, dan bagi saya pribadi, hikmahnya tidak lantas juga harus bersikap apatis terhadap sesama, terhadap dunia yang kita masih ada didalamnya…Kehidupan Dunia memang akan ditinggalkan, dan ketika kita masih hidup, meninggalkan “KEHIDUPAN” Dunia, Bukan berarti harus Fakir dan Miskin, Tetapi menjadikan DUNIA sebagai “Alat” menuju “KEHIDUPAN” Akhirat. Dunia di Tangan tapi tidak di Qalbu. Bersabar ketika Hilang, Bersyukur ketika Dapat…

Catatan kali ini, lanjutan dari catatan Mengejar Impian Abadi, dimana untuk mengejar impian duniawi, kita rela bersusah payah, berjuang dengan maksimal, meraih gelar, dan segala hal yang kelak akan kita tinggalkan. dan beberapa tulisan dari sahabat bloger, menguatkan renungan tentang Perjalanan hidup, tentang Hari akhir dan Kematian.

Mengenai perjalanan hidup, dimana tugas kita semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNYA, dan dalam perjalanannya, manusia sudah pasti akan digoda oleh Setan sampai dengan hari Akhir kelak, Tulisan Bunda Lily, berjudul Aroma Dosa , mengingatkan bahwa selama perjalanan hidup, kita tidak pernah luput dari dosa. Hal tersebut menguatkan bahwa bertobat akan kesalahan dan dosa yang kita lakukan wajib hukumnya, namun juga tentunya lebih Wajib untuk meninggalkan perbuatan dosa. Tidak perlu mengingat seberapa banyak kita sudah beramal, karena pasti takkan luput dari PengamatanNYA, namun mengingati seberapa banyak dosa dan memohon ampunan sepertinya akan lebih memudahkan langkah kita untuk mendekatiNYA.

Mengenai Hari Akhir, tulisan sahabat saya Mas Didot, judulnya Berteduh Sejenak. Begitu menohok jika kita terlena dengan kehidupan yang sementara, mengingatkan bahwa kehidupan yang abadi adalah kelak di kampung Akhirat, dimana setiap detik kehidupan kita akan dipertanggungjawabkan, dan yang kita bawa sebagai bekal adalah amal ibadah kita. Mengingat akan janji Allah bagi orang-orang yang bertakwa, dan memperhatikan setiap ancaman Allah bagi orang-orang yang lalai akan kehidupan Akhirat.

Sayidina Ustman ra, pernah berkata, “Aku merasa heran terhadap orang yang mengetahui, bahwa keadaan dunia rusak, namun dia mencintainya. Aku heran kepada orang yang tahu akan kematian, tapi dia banyak tertawa.” Kematian haruslah menjadi nasehat terakhir bagi yang memang sulit sekali mengambil hikmah dari setiap nasehat yang dia peroleh sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, jika kita mengetahui sesuatu yang pasti datang dan dekat adalah kematian, maka Bergegaslah, karena Kematian tidak peduli, ia tetap datang, menarik Raga dari Jiwa…Begitu kata Rindu dalam sebuah tulisannya.

Namun, tidak bisa kita abaikan bahwa godaan Dunia itu cukup dahsyat, belum lagi setan dan hawa nafsu dalam diri kita yang mengiringi langkah perjalanan kita di Bumi yang fana ini. inilah yang menjadi dasar, bahwa kebaikan dan keburukan selalu beriringan. Oleh karena itu, salah satu upaya menjaga kita dari kelalaian dan berbuat dosa adalah, dengan berdzikir Mengingat Allah sebanyak mungkin, karena tidak akan pernah seorang hambaNYA melakukan dosa kecuali ia dalam keadaan lalai Mengingat Allah, memperbanyak mengingat Allah setelah Shalat, dalam keseharian kita, akan membawa kita kepada kondisi Ketenangan, Kesabaran dan Ketenteraman. Dengan Banyak Mengingat Allah, seorang Hamba akan memperoleh keuntungan didunia, dan keuntungan di Akhirat juga (QS Al Anfal:45), dan Allah akan menyediakan Ampunan dan Pahala yang besar bagi HambaNYa yang senantiasa menyebut NamaNYA (QS AL Ahzab : 35).

Karena dengan banyak Mengingat Allah, kita juga sadar akan Janji dan Ancaman Allah kelak di Kampung Akhirat, tempat dimana kita akan abadi di dalamnya, yang belum pernah kita lihat dengan mata dan tak terbayangkan dengan akal pikiran kita. Dalam Sebuah Hadits, Rasulullah mengumpamakan antara orang yang mengingat Allah dan tidak seperti orang yang hidup dan orang mati, diriwayatkan dari Abu Musa ra. : Nabi Saw pernah bersabda, “perumpamaan orang yang mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat Allah adalah seperti orang hidup dengan orang mati“. (HR Bukhari)

Dan sayapun bertanya kedalam diri…Dalam 24 jam sehari, dalam setiap hembusan nafas ini, Seperti orang hidup atau orang mati kah diri ini ? karena orang hidup pasti memiliki mimpi, maka raihlah Impian Abadi Untuk bertemu denganNYA Kelak.

Share

Comments
21 Responses to “Meraih Impian Abadi”
  1. tulisanbunda mengatakan:

    meninggalkan “KEHIDUPAN” Dunia, Bukan berarti harus Fakir dan Miskin, Tetapi menjadikan DUNIA sebagai “Alat” menuju “KEHIDUPAN” Akhirat. Dunia di Tangan tapi tidak di Qalbu. Bersabar ketika Hilang, Bersyukur ketika Dapat…
    kata-kata ini menjadi motivasi kita semua untuk membekali diri menuju kehidupan selanjutnya.

    Atma : Amin…Mudah2an mampu kita laksanakan dengan istiqomah yang Bunda…🙂

  2. kampret mengatakan:

    aku pengen mati ^_^

    Atma : Halah Nduk…penganten anyar pengen mati…Gumun aku:mrgreen:

  3. didot mengatakan:

    @kampret : gak boleh kepengen mati lho mbak,harus tetap optimis,kecuali kita mau berdoa : jika umurku hanya akan membuatku banyak bermaksiat kepadaMU kelak,maka segerakanlah kematianku ya Allah,namun jika Engkau memberiku umur yg panjang maka berikanlah umur yg bermanfaat bagi kehidupanku kelak di akherat🙂

    Atma : Iya tuh mas…kasih nasehat aja mbak Kampret…sing waton2 mawon🙂

    Hmmm selama ini saya mati atau tepatnya hati saya yg mati,tidur panjang hibernatus seperti binatang2 musim dingin di pekatnya salju yg dingin.

    Atma : Bangun dari tidur panjang, jangan tidur lagi yah, mesti istiqomah…

    betapa banyak waktu berlalu ,berapa banyak nikmat yg kita dapat,namun betapa sedikit kita mengingatNYA,ampuni aku ya Allah,jiwaku menangis penuh penyesalan,karena jarang mengingatMU selama ini…

    Atma : Memanfaatkan sisa waktu yang ada sebaik-baiknya, Mengingat Allah setiap saat… Insya Allah Kita hanya berharap ridhoNYA

  4. hanyanulis mengatakan:

    Dengan membaca tulisan di atas, saya semakin menyadari bahwa destinasi tertinggi dalam hidup manusia cuma ada dua : surga dan neraka. Allah cuma memberikan “dunia” sebagai fasilitas untuk mencapai kebahagiaan hakiki. Namun suatu saat “fasilitas” itu akan di ambil tanpa sepengetahuan kita. Well, ayo kita saling mengingatkan mas, berlomba-lomba ngumpulin “tabungan” bekal perjalanan pulang ke kampung akhirat🙂

    Atma : Ayo kita berlomba…Jadi semangat🙂

  5. wigati mengatakan:

    duhh..harus selalu ingat cita-cita husnul khotimah ya..
    Semoga Allah berkenan memberikannya untuk kita…amin

    Atma : Amin…Berdoa dan berusaha terus yah Mbak…
    Salam Kenal mbak Wie…🙂

  6. ossmed mengatakan:

    salam kenal nihh
    sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com

    Atma : Salam Kenal Juga, Ditunggu yah…Lagi jarang2 BW *sok Sibuk*:mrgreen:

  7. M Mursyid PW mengatakan:

    Makasih banyak telah diingatkan!

    Atma : sama2 pak Guru…

  8. hmcahyo mengatakan:

    wah ada yang berubah disini😀

    Atma : Iya Mas…Baru Ngeh yah🙂

  9. tary Sonora mengatakan:

    merasa tertampar dengan kalimat yg diatas itu. astagfirullah, semoga kita senantiasa bertaubat.

    Atma : Kalimatnya memang pas bagi kita yang terlalu sibuk dengan urusan dunia tapi lalai dalam mengingat Allah, Semoga kita senantiasa melanggengkan Ingatan kita kepadaNYA

  10. Afif logicprobe10 mengatakan:

    tulisan yg mencerahkan mas… saya tersesat di blog yg menggugah🙂
    Salam kenal

    Atma : Salam kenal Juga Mas…Makasih yah dah berkunjung

  11. bundadontworry mengatakan:

    Tulisan yang sangat menggugah hati dan jiwa, agar bersegera kepada tujuan kita diciptakan oleh /Allah swt.
    ”Tiadalah Kuciptakan jin dan manusia,keculai untuk menyembah padaku”.
    bunda jadi ingat diri ini yang masih saja sering melupakan NYA, ketika mendpt kebahagiaan mash kurang bersyukur ,dan ketika mandapat musibah msh kurang bersabar.
    Terimakasih Mas Atma utk tulisan yg telah mengingatkan diri ini.
    Semoga kita tak pernah bosan utk saling mengingatkan sebagai hamba Allah swt.
    semoga selalu sehat ya Mas.
    salam

    Atma : Amin…Terimakasih Doanya Bund…kabarnya bunda baru Operasi yah…Maaf yah belum bisa nengokin🙂
    Semoga Bunda sekeluarga juga senantiasa ada dalam LindunganNYA

  12. nh18 mengatakan:

    menjadikan DUNIA sebagai “Alat” menuju “KEHIDUPAN” Akhirat. …

    Betul sekali Kang Atma …

    Allah sama sekali tidak melarang kita untuk berniaga dan berkarya di Dunia …
    maka …
    Jadilah orang sukses di Dunia …
    Dan banyaklah menabung untuk bekal nanti …
    Berusaha untuk sukses di Akhirat

    Salam saya Kang Atma

    Atma : Bener sekali Om…Sukses Dunia Akhirat, Hidup di dunia cuma sekali sesaat, bersiap buat yang abadi…

  13. Rindu mengatakan:

    Ayo mas bergegas … kereta yang kita kejar mungkin akan berlalu, dan akan sangat merugi jika kita tak berada didalamnya, karena kereta itu akan memberikan kita ticket ke syurga.

    Bergegas mengingat kematian akan menghidupkan jiwa, nyalakan hati, dan menajamkan firasat🙂

    Atma : Iya de…Padahal kemaren Kereta Ke Bandung dah gak Beroperasi lagi, berarti Pilihan Pulang tinggal kereta menuju Kampung Akhirat yah🙂

  14. vizon mengatakan:

    Kalimat yang jamak kita dengar adalah:
    “Berbuatlah untuk duniamu, seolah kau hidup selamanya
    Berbuatlah untuk akhiratmu, seolah kau mati esok hari”

    Ini tentu sangat sesuai dengan doa yang selalu kita panjatkan: fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah

    Menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, adalah sangat religius menurut saya.🙂

    Atma : Menyeimbangkan dunia dengan Akhirat pasti akan Nikmat, mudah2an memang seimbang dalam arti sesungguhnya mampu kita lakukan, karena, godaan Dunia menjadikan kita lalai dan keseimbangan itu tidak lagi dihiraukan….
    Makasih Uda

  15. Oyen mengatakan:

    Assalamualaikum, sejenak berkunjung menyapa saudaraku

    dunia hanya sarana untuk beribadah kepadaNya, segala fasilitas yang ada bukan untuk kebanggaan dan kesenangan semata, tapi bagaimana setiap makanan yang kita makan, setiap harta yang kita peroleh, setiap ilmu yang kita dapatkan, setiap amanah yang diberikan pada kita, setiap kendaraan yang kita gunakan, setiap hembusan nafas adalah dalam rangka untuk menjalankan syariatNya dan mendekatkan diri kepadaNya

    Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bisa menjadikan sarana dunia untuk akhirat kita, Amin

  16. Asop mengatakan:

    Semoga kita semua bisa meraih impian abadi ini.🙂

  17. hanif mengatakan:

    Saat kita ditanya “Apa kau ingin masuk surga?”. Dengan mudahnya lisan kita menjawab “Ya!”. Namun, saat malam menjelang kita enggan sekali bergegas untuk melaksanakan sholat untuk menghidupkan malam-malam kita. Ada yang salah dengan diri kita. Ada yang perlu diperbaiki antara kita dengan Allah.

  18. fitri mengatakan:

    Aduh aku ditonjokin…. gak dink diingetin… :))

  19. iya bener, urusan duniawi saja yang sering manyita waktu kita sebagian banyak.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Meraih Impian Abadi […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: