Momen Transendental…

Kupahami Perjalanan Matahari-Mu
Kupahami segala lupa, dan sejarah yang kutulis tanpa kesungguhan.

Ingin kumulai hari-hari Bernash, kupertaruhkan langkah.
Dan segera kupahami, betapa berharganya kemilau embun yang memantulkan gema adzan pada permulaan pagi, setiap tanggal,
setiap kebangkitan dari kematian kecil.

Dan aku menghadap-Mu membayar khilaf masa lalu…

[ Blog Ultimatum ]

Transendental, Menurut Kamus bahasa Besar Indonesia adalah :

(1) menonjolkan hal-hal yg bersifat kerohanian;
(2) sukar dipahami;
(3) gaib;
(4) abstrak

Berasal dari kata dasar Transenden, yang berarti (1) di luar segala kesanggupan manusia; luar biasa; (2) utama.

Catatan Kali ini, bukan tentang Idealisme Transendentalnya Immanuel Kant atau Bilangan Transenden dalam Istilah Kalkulus😀 .  Namun tentang  satu kejadian dalam perjalanan hidup, yang mungkin dialami saya, anda atau orang-orang disekeliling kita, dan menjadikan “Habis gelap Terbitlah Terang”, salah satunya tentang Umar Bin Khatab Ra. yang pertama kali saya baca ketika SMP, dalam buku 30 kisah teladan. Juga beberapa kisah lainnya…

Umar Bin Khatab

Pada masa Jahiliyah, Ia pernah Mengubur hidup-hidup anak perempuannya, mengikuti tradisi kaum Arab Jahiliyah. Pada awal Nabi Muhammad menyebarkan Islam pun, ia termasuk salah seorang yang menentangnya. Dan pada suatu hari ketika ia bermaksud membunuh Rasulullah, ia memperoleh kabar bahwa saudari kandungnya telah memeluk agama islam,  dan ketika didatangi, saudaranya yang sedang membaca Al Qur’an (surat Thoha), kemarahannya ia lampiaskan dengan memukul saudaranya tersebut hingga berdarah, namun ia menjadi iba dan memintanya agar dapat melihat bacaan tersebut. Dan Subhanallah, Ia begitu terguncang dengan kandungan Al Qur’an tersebut, hingga akhirnya ia memeluk islam pada hari itu juga. Ia akhirnya menjadi salah seorang Shahabat Rasul, dan salah satu diantara 10 Shahabat rasul yang telah di jamin masuk Surga, Subhanallah. Ia pun menjadi salah seorang Khulafur Rasyidin, Menggantikan Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq. Di masa Kekhalifannya lah, Islam berkembang dengan pesat, bahkan kerajaan Romawi dan Persia ditaklukkan dalam waktu satu tahun.

Kisah Lainnya adalah sepupu Rasulullah, Abu Sufyan Bin Harits, yang bersama putranya Jafar, mendatangi rasulullah untuk memeluk agama Islam, setelah selama 20 tahun memerangi Rasulullah. Keraguannya dengan Agama Nenek Moyang sebetulnya sudah mulai ada saat Perang Badar, pada waktu itu ia melihat kejadian yang mengherankan dirinya, ketika melihat pasukan berpakaian serba putih turun dari langit membantu pasukan Kaum Muslimin. Ia menjadi salah satu Shahabat dekan Rasul, dimana pada saat Perang Hunain, ia termasuk dari delapan orang yang tidak beranjak pergi meninggalkan Rasul ketika Pasukan Muslim tercerai berai, dan tetap memegangi Tali Kekang Kuda Rasul, dengan Harapan Ia bertekad melakukan Jihad Fi Sabilillah.

Ibrahim Bin Adham, salah seorang Sufi ternama. Latar Belakangnya adalah seorang Raja, yang bergelimang harta dan kemewahan. Suatu malam Ia berdialog dengan suara yang didengar dari atap, dan kalimat “Tuan yang Gila, karena mencari Allah di dalam Istana,” membuatnya tersentak dan menjadi gelisah, hingga akhirnya ia memiliki keyakinan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadi Ulama yang terkenal Zuhud dan Tawadu.

Momen Transendental, adalah sebuah Hidayah dari Allah, yang datangnya tidak setiap waktu dalam hidup kita. Saya sendiri banyak menyaksikan beberapa orang disekeliling saya yang mengalami hal-hal yang menjadikannya semakin dekat kepada Allah, salah satunya seorang yang menjadikan saya kagum terhadap Ibadahnya di masa tuanya, hingga akhirnya berpulang, “tersadar” setelah mendengar lagu “Sajadah Panjang“nya Bimbo.

Perjalanan kita di Bumi Allah ini hanyalah sementara, bagi Hamba-hambaNya yang Sholeh, tentu menjaga keimanan dan tetap Istiqomah dijalanNYA, adalah sebuah keharusan, dan tidak sedikit pula HambaNya yang masih jauh dari perjalanan kepadaNya, yang bisa saja suatu waktu Allah akan memberikan HidayahNya. Namun tentu saja kita harus pandai-pandai menyikapi Sinyal yang Allah berikan melalui hidayahNya tersebut.

Karena waktu terus bergulir, dia takkan pernah menunggu kita, dan kita akan terus menjadi tua ketika berbuat dosa, namunkita akan tetap muda untuk melakukan tobat kepadaNYA. Jika Momen itu datang kepada kita, maka pikirkanlah bahwa itu adalah kesempatan terakhir bagi kita, mungkin, kita tidak akan pernah menemuinya lagi. Dan Allah adalah Maha Penerima tobat untuk para HambaNYA.

Apakah kita pernah mengalami kejadian yang membuat kita semakin “Klik” dengan Allah ? tentunya jawabannya kita harus introspeksi diri, dan simpan dalam hati masing-masing. Yang terutama, adalah kesadaran kita dalam Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat, semakin diperkuat agar di sisa usia kita ini, dalam perjalanan memperoleh RidhoNya, dan memperbanyak Bekal untuk kehidupan Akhirat, tidak lagi terbuang percuma karena kita terlena kehidupan sementara, dan pada akhirnya kita akan kecewa dan menyesal.

Terkadang Usia panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Terkadang Usia itu pendek masanya, akan tetapi lebih banyak manfaatnya…(Ibnu Athailah)

Comments
57 Responses to “Momen Transendental…”
  1. Em mengatakan:

    nice posting… Mas..
    ingin sekali menggapai ridho NYA..
    semoga kita semua mendapat kan yaach..🙂

    Atma : Semoga kita bisa mba…Amin Ya Rabb

  2. Rindu mengatakan:

    “Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-MU (di hari kiamat)”

    (H.R. Ibnus Sunny)

    Atma : Amin Ya Rabb…

  3. Dan (TlsnKhdpn) mengatakan:

    @ Em: aamiin..

    @ Rindu: aamiin ya ALLAH..

    @ Mas Atma: terima kasih Mas.. semoga ALLAH senantiasa memberikan Hidayah-Nya pada kita.

    Atma : Amin Ya Rabb

  4. wiwin9 mengatakan:

    “Karena waktu terus bergulir, dia takkan pernah menunggu kita, dan kita akan terus menjadi tua ketika berbuat dosa, namun…kita akan tetap muda untuk melakukan tobat kepadaNYA”…
    *tersadar*.. astagfirullah..sudah berapa banyakkah waktu yg terbuang percuma?..terimakasih banyak selalu mengingatkan dengan tulisan2nya mas…

    Atma : Saling mengingatkan mab Win9… karena kita manusia tidak pernah luput dari Khilaf dan dosa…

  5. zarod mengatakan:

    Tokoh adalah teladan yang baik untuk diikuti, apalagi yang sudah dijamin masuk surga. gantunglah cita citamu setinggi langit, walaupun gak dapat bulan paling enggak masih bisa dapet bintang.🙂

    Atma : Betul mas…Meneladani mereka yang Kesholehannya sudah teruji, terutama Rasul dan para Shabatanya…

  6. jeunglala mengatakan:

    Menghela nafas berkali-kali saat membaca tulisan ini….

    *ngitung dosa pake kalkulator, eh kalkulatornya langsung jebol… duh!*

    Atma : Duh ! pake kalkulatornya yang berapa digit la ?😀

  7. darahbiroe mengatakan:

    ikutan mbak rindu

    “Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-MU (di hari kiamat)”

    (H.R. Ibnus Sunny)

    amien

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya lagi makasih😀

    Atma : Amin Ya Rabb

  8. tary Ayk mengatakan:

    Terkadang Usia panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Terkadang Usia itu pendek masanya, akan tetapi lebih banyak manfaatnya…(Ibnu Athailah) like this, 2 jempol dech
    postingan mantap mas,ingin tau lebih dalam lagi.

    Atma : Insya Allah nanti tulisan2 berikutnya, dibahas lagi…saya nulisnya masih senin kamis nih:mrgreen:

  9. didot mengatakan:

    tambahan soal umar bin khatab ,beliau pernah bilang tidak akan pernah masuk islam kepada orang2 semasa jahiliah,saat beliau akhirnya memeluk agama islam,orang banyak bertanya soal kata2 beliau dulu,dan dengan bijak (ngeles sih benernya) menjawab ” bukan saya yg masuk islam,tapi islam yg masuk ke hati saya”

    subhanallah…

    moment transendetal saya adalah saat saya memeluk agama saya sekarang sekitar tahun 97 akhir ,namun perjalanannya masih naik turun,semoga saya diberikan pencerahan yg lebih lagi ,agar menghilangkan ke’aku’an saya dan menjadi ‘tangan’ Allah di bumi ini… insya Allah

    Atma : Subhanallah…Mas…semoga tetap Istiqomah yah…Kita asling mengingatkan, saling menguatkan…🙂

  10. jalandakwahbersama mengatakan:

    Assalamu’alaikum, Subhanallah, tulisan yang sangat bagus Pak, kita memang hanya singgah sementara didunia iji, mari kita persiapkan sebanyak2nya bekal untuk kehidupan akhirat nanti (Dewi Yana)

    Atma : Wa’alaikumsalam
    Betul Mbak Dewi, kita hanya sementara…dan mencari bekal, menjadikan semuanya didunia ini ladang Ibadah menuju akhirat…

  11. Rafi mengatakan:

    Hmmm….tulisan yg sangat menggugah perasaan. Subhanallah

    Atma :🙂

  12. Nisa mengatakan:

    subhanallah.. smg renungan ini dpt kusalin dalam lembar jiwaku..

    belajar mjd lbh baik, insyaAllah..

    Atma : Amin…Semoga Nis…disalin terus langsung Praktikum yah…🙂

  13. bluethunderheart mengatakan:

    malam minggu membaca post ini jadi terasa sejuk hati ini
    terima kasih abagu yang baik
    salam hangat dari blue

    Atma : Salam Hangat Juga Blue…🙂

  14. Rindu mengatakan:

    Hadir menemani perjalanan … di catat ya mas, kan blog catatan perjalanan🙂

    Atma : Ehm…🙂 iya ntar dibikinin catatannya, duduk yang manis aja de…🙂

  15. elmoudy mengatakan:

    kondisi transenden slalu berbekas dalam
    karena ia mengisi ruang bawah sadar
    yang menjadi dapur kesadaran manusia
    ingin rasanya slalu bisa merasakan hubungan transenden dengan Tuhan

    Atma : Semoga Kang…karena ketika alam bawah sadar kita menggugat keasadaran kita, semua tidak terlepas dari kehendakNYA🙂

  16. cantigi mengatakan:

    blm lah kang, itu kan baru prototipe awal, udh menguras tenaga itu, biasanya ntar makin terkuras lagi, hueehueee…

    Atma : Diantos traktiran na …🙂

  17. cantigi mengatakan:

    jaahhh… huehueee… tau sendiri kali, brapa rata2 budget pemkab..😛

    Atma : hehe…masih banyak Japre kang ?

  18. Didien® mengatakan:

    berkunjung utk bersilaturrahmi, sekalian mencari pencerahan disini..

    salam, ^_^

    Atma : Silahkan kang…🙂

  19. Caride™ mengatakan:

    semoga kita menjadi umat yg selalu mendekatkan diri pada sang Penciptanya amin

    Atma : Amin Ya Rabb

  20. d-Gadget™ mengatakan:

    hidup ini kan seharusnya memang untuk mencari Ridho-Nya.. bener g kang?

    Atma : Bener Kang…Berharap RidhoNya agar selamat Dunia Akhirat…🙂

  21. Nisa mengatakan:

    mampir… ^_^

    Atma : Silahkan🙂

  22. bundadontworry mengatakan:

    bunda sampai merinding baca tulisan ini, alangkah bahagianya seandainya kita diberikan momen ini dan bisa memeliharanya dgn makin meningkatkan ibadah hanya karena NYA dan hanya untukNYA.
    semoga Allah swt tetap memelihara iman dan islam di hati kita,amin.
    Terima kasih utk tulisan yg indah ini, Mas Atma.
    tetap saling mengingatkan ya Mas.
    salam.

    Atma : Sama-sama Bunda…ehm bunda bacanya diresapi sekali ya bund…🙂 mudah2an kita termasuk orang2 yang mampu menjaga Iman Islam Kita…

  23. anna fardiana mengatakan:

    luar biasa ya mas… ketika hidayah itu turun kepada seseorang.. ia mampu berubah drastis..
    Ya Allah, semoga kita juga semakin semangat dalam mengejar dan mendapatkan hidayahNya.. da semoga pula Allah berkenan memberi hidayahNya kepada kita… amin allahumma amin…

    Atma : Iya Mbak Anna, Allah memberikan HidayahNYA kepada HambaNYA kadang dari arah yang tidak kita duga sama sekali….
    Semoga kita termasuk yang memperoleh HidayahNYA…Amin YA Rabb

  24. wi3nd mengatakan:

    aku in9in mendapatkan momen itu..

    * beri aku kesempatan Ya rabb….

    Atma : Amin…Semoga Allah MEmberikan kita semua kesempatan atas HidayahNYA

  25. Oyen mengatakan:

    semoga Allah selalu memberi petunjuk buat kita, merahmati jalan hidup kita, memudahkan langkah dakwah kita, dan menerangi hati kita saat kita mencoba untuk berbelok arah, yang pasti mengampuni dosa-dosa kita yg tidak terasa semakin hari semakin bertambah….

    Dan semoga kita saling mencintai karena Allah

    Atma : Amin Ya Rabb…Terimakasih atas Nasehat dan Doanya, Mbak Oyen…🙂

  26. vizon mengatakan:

    Momen transendental itu memang datangnya sering tak terduga. Namun, janganlah kita menunggu datangnya momen itu baru memulai serius menjalankan segala aturan yang muncul sebagai konsekwensi darinya. Dengan membuka hati akan petunjukNya, saya yakin kita akan dapat dengan mudah menemukan kenikmatan berhubungan dengaNya…

    Nice posting Mas Atma…

    Atma : Hidayah tu harus dijemput, Upaya kita mendekatkan diri KepadaNYA adalh salah satu caranya, begitu ya Uda ?🙂

  27. maryam mengatakan:

    adem baca tulisan ini🙂

    Atma : Alhamdulillah, Padahal bukan Kebun hikmah disini🙂

  28. zulhaq mengatakan:

    saya itung2, ternyata waktu yang saya pergunakan untuk hal baik dalam hidup, hanya hitungan beberapa hari kalo dikumpulin. doh. padahal hidup dah 20 sekian tahun

    Atma : ehm…Yang penting kita tetap berupaya untuk menjadi lebih baik, dan menyadari bahwa kehidupan Akhirat adalh tempat kita kembali…

  29. inspirasimenulis mengatakan:

    Pa kabar mas🙂

    Atma : ALhamdulillah baik mas…🙂

  30. Duddy mengatakan:

    Terkadang Usia panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Terkadang Usia itu pendek masanya, akan tetapi lebih banyak manfaatnya…(Ibnu Athailah)

    Yang terpenting bukan berapa lama kita hidup, tapi bagaimana kita hidup..🙂


    Atma : Bener Kang Duddy, Bagaimana Kita menyikapi Hidup ini, dan melakukan tugas kita Untuk menjadikan dunia sebagai ladang Ibadah kepadaNYA…
    Terimakasih sudah mampir kang🙂

  31. kampret mengatakan:

    ++++merenung+++++++

    ATma : Ikutan🙂

  32. indra1082 mengatakan:

    belum banyak hal baik yang saya lakukan..
    *menunduk*

    Atma : Yang Penting kita punya kesadaran untuk jadi lebih baik ang, dan memulai dari diri sendiri, mulai dari hal2 kecil dan mulai dari saat kesadaran itu datang… *Aa Gym Mode ON*🙂

  33. Rindu mengatakan:

    HP nyalain dong mas😦

    Atma ::mrgreen:

  34. bluethunderheart mengatakan:

    merindukan suasana saat sedemikian jadinya bang
    nice
    salam hangat dari blue

    Atma : Insya Allah setiap orang pasti mengalaminya BLue…dan kita perlu berjaga2 agar tidak terlewat, dan seperti kata Uda Vizon…itu harus kita jemput…jangan menunggu…🙂

  35. wahyu nurudin mengatakan:

    aku matematikawan jadi aku tunjukin sedikit transenden dari matematika. semua orang tahu bilangan paling awal ditemu adalah bilangan asli. itu satu-satunya matematika riil. nah, bilangan asli dimulai menghitung dari 1. terus padahal sebelum 1 ada 0. 0 itu nggak ada. jadi dalam bilangan asli, 0, negatif dan seterusnya adalah tak ada. di luar jangkauan bilangan asli. itulah trandende. dari tiada mejadi ada. itu berarti semua benda di dunia ini diciptakan dari tiada mengikuti angka itu.
    !1,2,3,…

    Atma : Duduk menyimak:mrgreen:

  36. wiyono mengatakan:

    subhanallah….. kunjungan balik pak kyai

    Atma : Duh pak, saya bukan Kyai🙂
    Ditunggu pak ya, Insya Allah saya berkunjung balik…

  37. Zaiful Anwar mengatakan:

    Alhamdullillah dengan adanya postingan ini bisa menjadikan sebuah renungan bagi kita.

    Atma : Iya Mas, kita sama2 berbagi…

  38. Daoz mengatakan:

    ,b>cool… cool.. cool….

  39. Daoz mengatakan:

    repost

    cool… cool… cool…

    salam kenal yo mas…

    Atma : salam kenal juga mas🙂
    Terimakasih kunjungannya

  40. kidungjingga mengatakan:

    semoga saya termasuk orang yang diberkahiNya hidayah…

    (terima kasih artikelnya mas)

    Atma : Amin Ya Rabb…

  41. hmcahyo mengatakan:

    pa khaabar mas😀

    Atma : Alhamdulillah baik mas🙂

  42. Pejuang Kata mengatakan:

    Sebuah pencerahan luar biasa …
    Salam super n lam kenal😉

    Atma : Salam Kenal juga kang…🙂

  43. Semoga kita termasuk yang panjang usia dan banyak manfaatnya,
    Amin.

    Atma : Amin YA RAbb

  44. sauskecap mengatakan:

    wah susah banget mengejanya transendental… saya sering mengalami kejadian transendental… seperti kalau ketiduran lupa sholat isya… biasanya malam2 seperti ada yang membangunkan….

    Atma : Berarti masih diIngatkan Oleh Allah Mbak yah…agar tidak kelewat ibadah sholatnya, dan pastinya Allah Maha Berkehendak, mengingatkan hambaNyA dengan cara NYA

  45. indracorner mengatakan:

    Aww Mas Atma apa kabar… semoga selalu dalam lindunganNya Amiin.. iya lagu sajadah panjangnya bimbo memang membuat kita selalu ingat hidup kita ya… sajadah tempat sujud dari lahir sampai mata ini menutup untuk selamanya.. Ya Allah hanya kepadaMu kami sujud…

    Atma : Wa’alaikumsalam
    Alhamdulillah kabar saya baik kang… Alhamdulillah Kang Indra NgeBlog Lagi🙂

  46. sunarnosahlan mengatakan:

    tertuntun oleh pemilik blog hingga ke sini, mohon maaf belum berkomentar sesuai dengan topik yang dibahas

    Atma : Terimakasih Kunjungan Baliknya Mas Narno🙂

  47. Zaiful Anwar mengatakan:

    Inilah yang paling saya senang dari blog ini.
    memberikan pencerahan bathin..
    di tunggu artikel selanjutnya mas..

    Atma : Sering-sering mampir ya mas, kita hanya saling mengngatkan🙂

  48. nh18 mengatakan:

    Karena waktu terus bergulir, dia takkan pernah menunggu kita, dan kita akan terus menjadi tua ketika berbuat dosa, namun…kita akan tetap muda untuk melakukan tobat kepadaNYA

    Saya baca berkali-kali frase yang ini …
    mencoba mendalaminya …

    Terima kasih Mas Atma …

    Atma : Saya juga memahaminya dengan mengingatnya terus, dan yakin bahwa frase tersebut ternyata sangat penting untuk saya lakukan bukan hanya wacana…

  49. OpenIDea mengatakan:

    Assalamualaikum🙂

    Atma : Wa’alaikumsalam

  50. darahbiroe mengatakan:

    selamat siank berkunjung lagi disini


    Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
    salam blogger😀

    Atma : saya belum berkunjung balik nih, ditunggu aja yah😀

  51. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum Mas Atma

    Lama juga tidak berkunjung ke laman Mas Atma. hadir untuk menyapa dan mendoakan semoga sentiasa dirahmati Allah, dilimpahi rezeki yang bermanfaat dan dilindungi Allah dalam setiap aktiviti kehidupan yang dijalankan. Salam mesra dari sarawak, Malaysia.

    Atma : Wa’alaikumsalam Umi…
    Terimakasih Kunjungannya, sudah menengok saya di sini. Terimakasih doanya, Amin, mudah2an Umi juga disana Selalu dalam Petunjuk dan memperoleh BerkahNYA. Amin

  52. bluethunderheart mengatakan:

    dan saatnya bersemangat
    salam hangat dari blue

    Atma : Makasih Blue…🙂

  53. Red mengatakan:

    Yg imanen dan yg transenden hanya konsep belaka sob. Apa sobat pernah liad konsep2 ini membawa benefit bg umat manusia? Sejarah dunia mencatat tak terhingga banyaknya chaos yg ditimbulkan gara2 isme2 yg diturunkan dari so called transcenden. Gw lebih suka keharmonisan hubungan horizontal antar insan. Remember, hands that helps are hollier than lips that pray🙂

    Atma : kadangkala, Petunjuk dan FirmanNYa yang selalu dinalarkan dengan Logika memang tidak mampu kita pahami dengan benar, dan itulah yang menjadi disharmonisasi kehidupan ini, mengajak sesama manusia yang lain kepada Ilmu Allah dan doa yang dipanjatkan, tanpa terlebih dahulu mengamalkannya, ini juga yang menjadi Konsep transenden menjadi rusak, atau hanya sebatas Lips Service belaka…namun yakinlah bahwa Janji Allah itu Benar…bukankah kita hanya memiliki setetes Ilmu diantara samudera IlmuNya ?
    terimakasih kunjungannya kang🙂

  54. Red mengatakan:

    that’s a wise answer sob😀 jika keberagamaan manusia2 Indonesia spt sobat inii sudah pasti kita akan jaya! salam

    Atma : mudah2an kita semua mampu menyikapi perbedaan menjadi Rahmat yang bermanfaat bagi banyak insan…
    Salam Juga Kang…

  55. senyumdhika mengatakan:

    Sepertinya saya yang sedang menikmati momen transendental ini… Doakan agar saya istiqomah ya Mas🙂

  56. fi3 mengatakan:

    hmmmmmm. subhanallah………..

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Momen Transendental… […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: