Membuang Gulita, Menuai Pelita…

Berangkat dari pemahaman yang sederhana…

Jika hati adalah laksana Cermin
Maka Hati adalah tempat memantulkan Cahaya
Cukuplah CahayaNya yang terbias pada hati
Jika hati adalah Raja
Maka semua fikir adalah bentuk kepatuhan terhadapnya
Jika ilmu menempati ruang dalam hati
Maka Perilaku adalah materi yang memenuhinya
Karena Ilmu Tanpa Perilaku
adalah ruang hampa

Sadarilah Yang Awal
Karena Kita Datang tanpa apa-apa
Berjalan menapaki Bumi yang makin tua
Berpayungkan Langit yang semakin menganga
Saat dunia dalam genggaman
Hanya kefanaan yang akan merenggutnya
Kita adalah makhluk yang fakir

Saat menanjak jalan kita Menuju padaNya
Duri hanyalah mawar yang terserak
Kasih SayangNya yang menjadikan demikian
Tak perlu lagi keluh kesah
Jadilah jiwa yang bersyukur
Karena itu mampu menikam semua keinginan

Saat Dendam Menghantui…
Kikislah dengan Baju Keikhlasan
Agar mampu diri ini menyerahkan segala urusan
Kepada TakdirNya

Ketika raga ini basah oleh peluh
jadikanlah ikhtiar sebagai jubah keikhlasan
karena kita bekerja untuk keabadian
Ketika Jiwa tandus oleh ketakutan
Cukuplah kematian kita jadikan nasehat
Karena Jiwa akan berpulang meninggalkan raga yang rusak

Ketika amal tak mampu menghapus Noda
Janganlah berharap surga yang Abadi
Takutlah akan siksaNya
Jika kita lupa jalan kembali
Sandarkanlah harap kita hanya pada RidhoNya

Saat Nafsu menggelayuti syahwat kita
bukalah lebar-lebar mata hati kita
Agar tipuannya tak menyilaukan Bola mata kita
Hindarilah jalan kehinaan dengan kemuliaan
Karena Hawa Nafsu adalah kenikmatan sekejap

Ramai dunia dengan perselisihan
Tak usah lagi gundah dengan perbedaan
Karena kita sedang membangun benteng yang kokoh
Yang dibangun dari banyak perbedaan
Jika dunia menjadi gelap
Berhentilah mengutuk, nyalakanlah lilin
Agar terang jalan untuk melangkah

Yakinlah akan Yang Akhir
Karena Keyakinan melahirkan kepastian
Yakinlah bahwa langit akan terpecah
Sehingga kita sadar
Bahwa kita berjalan dari satu Adzan ke Adzan pamungkas
Berharaplah duka mereka mengiringi Senyuman kita

Karena hati adalah medan pertempuran
Hiasilah ia dengan Dzikrullah
Tak Mungkin memantul Cahaya dalam Cermin yang Kusam
Karena Hanya ada satu kekuatan yang akan berdiri
Pelita atau Gulita…

Sebuah Pengharapan Bagi diri, saat mata tak juga terpejam, saat waktu semakin berlalu…

~Atmakusumah~

03 Januari 2010

Comments
35 Responses to “Membuang Gulita, Menuai Pelita…”
  1. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    mari bersama mendekap pelita

    atma :
    ini baru asli PERTAMA🙂

  2. mahardhika mengatakan:

    wow… baca tulisan ini kok jadi deg-degan ya, dalam bngt……..
    Insya ALLAH selalu berusaha Ikhlas dan terus bersyukur… AMIN.

    atma :
    Amin…
    Knpa deg-degan ?🙂

  3. mahardhika mengatakan:

    pagi mas……
    met liburan yak…😀

    atma :
    Pagi Ika…
    Lagi liburan ya

  4. mahardhika mengatakan:

    Semoga Allah mengampuni dosa2ku dan dosa2 orang yg aku sayangi, AMIN.🙂

    atma :
    Amin…

  5. mahardhika mengatakan:

    uoppss jadi hetrixx deh….:mrgreen:

    atma :
    Quatrix sama ini…:mrgreen:

  6. Riyanti mengatakan:

    Blogwalking…
    wach tulisannya bnyk begete perenungannya jg ms🙂
    semoga te2p smngat buat ngeblogingna n berkunjung ke rmh…

    Lan kenal jg ea n lam sayank

    atma :
    Makasih, sama2 semoga tetep semangat ngeblog….
    Maksih juga kunjungannya

    Salam kenal…

  7. gadisjeruk mengatakan:

    bukankah tak ada gulita?
    yang ada hanya kurang cahaya??

    salam kenal🙂

    atma :
    Insya Alah, tak ada Gulita jika kita senantiasa mengingatNya…Caj\haya yang redup akan semakin terang….
    Salam kenal, terimakasih sudah berkunjung🙂

  8. kishandono mengatakan:

    jadi takut nih.. duh.. banyaknya dosa saya..

    atma :
    Tentunya kita sebagai manusia biasa tidak luput dari dosa ya mas, mudah2an kita termasuk yang senantiasa sadar diri, dengan segala kekuaranagn kita, untuk semakin mendekatkan diri kepadaNya

    Trmksh kunjungannya…
    salam kenal

  9. jalandakwahbersama mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    Rasulullah SAW: “Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua anggota jasad, ketahuilah dialah hati (HR. Bukhari). (Dewi Yana)

    atma :
    Wa’alaikumsalam…
    terimakasih mbak dewi, melengkapi tulisan ini dengan hadist ini, mudah2an hati kita senantiasa sehat, agar jiwa kita juga sehat…🙂

  10. andipeace mengatakan:

    setelah baca ini.langsung termenung intropeksi diri.
    nice post.

    salam hangat

    atma :
    alhamdulillah…kita sama2 introspeksi dan saling mengingatkan mas…
    Trmkasih kunjungannya…
    salam kenal🙂

  11. kidungjingga mengatakan:

    Mudah2an cahaya-Nya tidak akan pernah padam di hati saya..

    atma :
    amin Yaa Khaliqun Nuur…

  12. elmoudy mengatakan:

    memang cahaya yang menjadi sejatinya cahaya itu
    slalu terhalang oleh mata kita sendiri..
    oleh nafsu yang slalu ingin cahaya tampak sedikit remang-remang
    atau oleh pikiran yang slalu ingin meredupkan terangnya cahaya yg hakiki
    jika memang ego masih menyala membara
    cahaya akan slalu terhalang…
    kecuali semuanya itu dikecilkan.. atau dilepaskan

    atma :
    Betul mas, setuju sekali…
    Makasih banyak pencerahannya kang…

  13. Rindu mengatakan:

    Serasa membaca tulisan saya mas … hahaha, keep on writing meski saya belum kembali menulis.

    atma :
    hehe, ini asli de, renungan, ga njiplak ko…:mrgreen:

  14. alfarolamablawa mengatakan:

    wah bisa dijadikan bahan refleksi saya ini…
    great posting Mas.

    atma :
    terimakasih mas alfa…

  15. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum

    Indahnya DUNIA hanya sementara.
    Indahnya CINTA hanya seketika.
    Indahnya MIMPI kadang tak pasti.
    Tapi……. Indahnya PERSAHABATAN sesama kita sukar dicari ganti.

    Maaf sahabatku… kerana lambat berkunjung balas; banyak urusan mengulit diri dan perlu dibereskan. Terima kasih atas ingatan berpanjangan. Mudahan kita semua diredhai Allah swt.

    Sudah masuk rumah baru ya Mas Atma. tahniah, walau hitam latarbelakangnya, namun hitam itu menawan hati bagi sesiapa yang mengetahui indahnya warna itu dalam kehidupan kita. Pelita itu memberi cahaya bagi menceriakan alam hati dan alam buana.

    Selamat Tahun Baru 2010. Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

    atma :
    Umi…saya selalu terkesan dengan Komentar2 indah dari Umi…terimaskih ya Umi…
    Iya umi, saya ganti “theme”, dalam hitam kita lebih mudah melihat arah cahaya, dan lebih tampak jelas sinarnya…

    salam saya Umi…🙂

  16. kepinghidup mengatakan:

    waktu seakan diam, tak bergerak.. setelah selesai membaca, huahh baru bernafas lagi…

    atma :
    Alhamdulillah…diresapi ya pak…🙂

  17. dan mengatakan:

    Terima kasih ya Mas, tak bosan-bosannya mengingatkan kami, tulisan Mas sangat berarti bagi kami agar selalu sadar dan kembali pada Allah. Jazakumullaah khoiron. Terima kasih atas semua kebaikan Mas…

    atma :
    sama2 mas Danang…🙂
    dalam rangka mengingatkan diri juga, kita saling mengingatkan…indah sekali kita mampu berbagi dan salng menagajak kebaikan…

    jazakumullah…

  18. dee mengatakan:

    thanks..

    atma :
    sama2…🙂

  19. nh18 mengatakan:

    Semoga saja …
    Kita semua termasuk orang-orang yang selalu mengikuti cahaya NYA …

    Cahaya NYA itu akan membimbing kita …
    ke jalan yang benar …
    ke jalan yang akan membahagiakan kita

    So …
    Mari kita selalu memohon pada NYA …
    Semoga kita tidak dibutakan oleh Fatamorgana Cahaya-cahaya Duniawi lain …
    yang semu
    yang palsu
    yang tidak hakiki …
    yang justru akan menjerumuskan kita

    Thanks Atma

    atma :
    Iya Om, mudah2an kita juga tetap konsisten mengikuti Cahaya NYa…
    Terimakasih Om, pencerahannya…🙂
    salam saya om…

  20. bundadontworry mengatakan:

    Semoga kita semua diberikan kesadaran utk selalu mengerjakan hal2 yg diperintahkanNYA, tdk silau oleh gemerlapnya duniawi yg lebih sering menyesatkan.
    Terima kasih utk renungan yg sangat bermanfaat ini.
    salam.

    atma :
    Amin, semoga ya bunda…
    sama2 Bun…kangen nih sama bunda…😀

  21. indra1082 mengatakan:

    indahnya perenungan ini….

  22. Agus Purwoko mengatakan:

    Waw perenungan yang mendalam.
    Salam “guspur”

  23. Adi Wibowo mengatakan:

    ngga kuaaaattttt………edan lah….tulisannya, ngomong2 nulis dina blog kumaha euy…maap gaptek heheh

  24. kezedot mengatakan:

    blue sama seperti mahardika dewi deg degkan maz
    salam dalam kehangatan musim

  25. Hafid Algristian mengatakan:

    saya suka ayat dalam an-nur itu..

  26. Ayahnya Ranggasetya mengatakan:

    […]Terlalu sibuk mengejar dunia. Lupa bahwa hidup ini mesti beriring doa. Lupa bahwa hidup mesti disyukuri. Aku ingin kembali pada-Mu.[…]

  27. M Mursyid PW mengatakan:

    Manusia memang bukan apa-apa dan siapa-siapa selain mahluk yang harus senantiasa beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

  28. eka n mengatakan:

    smoga mbuat saya damai amin

  29. KangBoed mengatakan:

    Selamat Tahun Baru 2010
    Hati Hati ARUS PERCEPATAN menimpa Nusantara
    Sahabat semuanya tahun 2009 sudah di belakang kita..
    DEMI MASA..
    DEMI WAKTU..
    WAL ASRI..
    semuanya sudah kita lalui bersama sama..
    Canda tawa riang Gembira Tangis suka duka nan pilu telah berlalu..
    semua telah kembali ke alam LAMUNAN TUHAN..
    Tahun 2010 akan datang Menyongsong kita semuanya..
    Tahun 2010 akan segera kita jalani setapak demi setapak..
    Semua itu masih menjadi RAHASIA TUHAN..
    Sesungguhnya Masa yang akan Datang Masih Berada dalam Sirr nya TUHAN..
    Bahkan Sirr/ubun ubun manusia selalu berada dalam Genggaman Tangan Tuhan
    Sesungguhnya Hidup Manusia berada dalam Genggaman Tangan Tuhan..
    Sahabat.. mari kita diam sejenak melamun di alam lamunan Tuhan..
    Membuka kembali perjalanan Tahun 2009 yang baru kita lalui bersama sama..
    Diam dalam tafakur perenungan diri yang dalam..
    Bukankah waktu yang lalu adalah guru untuk ESOK lebih baik
    Bukankah kita harus mengambil hikmah perjalanan kemarin demi perbaikan
    Sahabat Jangan Sia Siakan Waktu sebelum waktu berbalik melindas kita
    Mari kita benahi diri kita masing masing dan belajar serta terus belajar
    Menemukan Tujuan Hidup Manusia dalam Kesadaran Sepenuhnya
    Walau kemungkinan tahun 2010 akan berjalan dengan berat..
    Keadaan mungkin semakin tiada menentu dan semakin sulit saja
    Fenomena alam dan gejolaknya semakin kerap bertambah melanda
    Tapi biarlah semua itu menjadi pelajaran untuk ber SEGERA
    Segera melangkah membenahi diri.. diri lahir dan diri bathin..
    Membenahi Perjalanan Lahiriah dan Perjalanan Bathiniah yang terabaikan
    Ingat sahabatku semuanya sekali lagi bahwa dirimu meliputi lahir dan bathin
    Jika tiba Saat dan Waktunya maka diri lahir akan kembali kepada tanah
    Tetapi sekali lagi INGAT !!! karena diri Bathin akan bangkit melanjutkan perjalanan
    Diri Bathin akan menuai hasil apa yang selama ini kita tanam dan perjuangkan
    Menangis DARAHpun percuma saja jika kau lalai selama di sini
    Sahabat mulailah berfikir untuk menata kehidupan bathin kita masing masing
    Sebab ketahuilah kehidupan bathin adalah sebuah perjalanan spiritual panjang
    Diri Lahiriah melambangkan nilai manusia di hadapan manusia lainnya..
    Sedangkan Diri Bathiniah melambangkan Nilai Manusia dihadapan Tuhan..
    yayaya.. Sesungguhnya NILAI MANUSIA dihadapan ALLAH ada di sini..
    Sahabat biarlah tahun 2010 menjadi tahun kebangkitan bagi kita semua
    Tahun 2010 menjadi Momentum Bangkitnya Kesadaran dalam Diri
    Mari Sahabatku semuanya gapailah esok lebih baik dan lebih baik lagi
    Sekali lagi MELANGKAHLAH SEGERA.. jangan SIA SIA kan waktumu..
    Sebelum TERLAMBAT
    Selamat Tahun Baru 2010

  30. KangBoed mengatakan:

    Selamat Tahun Baru
    Semangat Baru
    Menemukan Diri Sebenar Diri
    Meraih Kehidupan Sejati..
    😆😆😆😆😆

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  31. kreasi2tangan mengatakan:

    Gulita Cikeas :))

  32. kreasi2tangan mengatakan:

    Paragraf awal itu mengingatkan pada bait sebuah nasyid yg dulu sering kulantunkan.. tapi sekarang lupa…😛

  33. bluethunderheart mengatakan:

    memuji atas seni yg terekan dengan manisnya diujung jemarimu bang
    blue menyukainya
    salam hangat dari blue

  34. Nisa mengatakan:

    Assalamu’alaikum… ^^

    Mampir baca2 ya pak🙂

    Atma : Wa’alaikum salam…
    Silahkan Nis…🙂

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Membuang Gulita, Menuai Pelita… […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: