Mentari Pagi

Sudah beberapa hari ini, Mentari Pagi seperti enggan bersinar, Setelah sempat digelayuti mendung, dan hari ini kembali Mentari bersinar kembali…

Entah kenapa, tapi bagi saya, cahaya Mentari di pagi hari, seolah memberikan semangat untuk memulai aktifitas hari yang akan saya jalani, mungkin karena pergantian dari malam yang gelap menuju terangnya siang hari seolah menyimbolkan sebuah harapan yang kita harapkan dalam gelapnya malam. Tapi memang terasa betul ketika mendung menggelayut di pagi hari, seolah ada rasa enggan untuk memulai hari dengan setumpuk pekerjaan. Walau bagaimanapun, saya harus tetap bersyukur, masih diberikan nafas oleh yang Maha Kuasa, masih diberi kesempatan untuk berusaha berbuat lebih baik lagi.

Bicara tentang Mentari pagi, saya teringat sebuah Yayasan di Bandung, Yayasan Syamsi Dhuha. Dua penggalan kata yang diambil dari nama surat di dalam Al-Qur’an As Syams dan Ad Dhuha,  As Syams yang artinya Matahari, dan Ad Dhuha yang artinya disepakati oleh para Mufassir sebagai “waktu ketika matahari naik sepenggalan di waktu pagi.”

Sebuah Yayasan yang dalam profilnya disebutkan”Yayasan Syamsi Dhuha lahir dari ungkapan kasih dan karunia Yang Maha Pengasih yang tidak terduga akan datang melalui “musibah” sakit. Sakit yang sering dianggap sebagai musibah, ternyata juga merupakan suatu ungkapan rasa kasih sayang dari Yang Maha Penyayang dalam bentuk yang lain.

Musibah sakit…Ya, memang Yayasan ini memang didirikan untuk  Para ODAPUS (Orang Dengan Lupus), dalam kumpulan catatannya, Dr. Rachmat Gunadi (dokter pemerhati LUPUS), Menjelaskan bahwaLUPUS atau SLE (Systemic Lupus Erythematosus),

adalah penyakit sistem imunitas dimana jaringan di dalam tubuh dianggap benda asing sehingga timbul reaksi sistem imunitas yang dapat mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot dan tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru dan lapisan pada paru-paru, hati dan sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

Penting Juga untuk dibaca lebih lengkap mengenai Informasi Penyakit LUPUS ini, karena seperti dikatakan Dr. Rachmat Gunadi, “Penyakit lupus atau lengkapnya Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit yang mungkin kurang dikenal masyarakat awam, orang hanya mengenal jika terdapat keluhan nyeri sendi, beranggapan hal tersebut adalah sakit reumatik dan cara mengatasinyapun kadang dengan memakai obat-obatan sendiri tanpa berkonsultasi dahulu kepada dokter.”

Ketidaktahuan tentang Penyakit ini, Itu juga yang saya alami ketika penyakit ini menimpa adik saya. Saat ini Informasi tentang LUPUS sudah banyak disampaikan di Media Cetak, Elektronik, ataupun melalui artikel-artikel di internet. Namun memang tidak ada salahnya, kita bagikan lagi informasi ini kepada orang-orang yang masih awam dengan LUPUS.

Orang-orang yang menginspirasi

Keingintahuan tentang LUPUS inilah yang mempertemukan saya dengan sosok yang luar biasa, namanya Ibu Dian Syarief, dalam sebuah seminar di RS Hasan Sadikin Bandung pada pertengahan tahun 2004 lalu.  Ketika berbicara di seminar itu, pandangannya ke arah audiens selama berbicara dalam seminar itu, tidak menyiratkan bahwa penglihatannya ternyata hanya tinggal 5 %, sungguh rasa percaya diri yang kuat dari sosok yang menginspirasi banyak ODAPUS ini. Ibu Dian Syarief adalah salah satu Penggagas berdirinya Yayayasan Syamsi Dhuha, dimana ia duduk sebagai Ketua, membaca sosok perjuangannya, membuat saya merasa menjadi orang yang belum bisa berbuat banyak bagi banyak orang. Pernah saya berbicara dengannya di telpon, suaranya yang menenangkan, menjanjikan untuk menengok adik saya di RS, dan kemudian menghadiahi sebuah buku kepada adik saya, buku tentang Renungan Kalbu, sebuah buku yang sarat hikmah. Ibu Dian dan Pak Eko Pratomo (Suami Ibu Dian), digambarkan sebagai sosok The Inspiring Couple, seorang Relawan SDF (Syamsi Dhuha Foundation) mengambarkan sosok keduanya dalam blog pribadinya.

Mbak Tini, nama lengkapnya Agustini Suciningtyas, sosok yang baru saya kenal dari Group SDF, sangat rajin sekali menyemangati sahabat -sahabat  ODAPUS. Mbak Tini, adalah salah seorang penulis Buku, “cinta Membuatku Bangkit, Saat Lupus Berbuah Hikmah“, semangatnya dalam menulis dan berbagi, saya akui luar biasa, dibandingkan saya yang kadang kendor-kenceng dalam menulis:mrgreen: . Dia sangat menginspirasi saya, ketika dalam sakitnya ia masih mampu berbagi dengan yang lain, dalam sakitnya, bukan keluhan yang diucapkannya, tapi doa-doa dan dzikrullah yang disampaikannya kepada Illahi Rabb, doa yang senantiasa menghiasi “wall” saya yang hingar biangar dengan banyak keluhan manusia-manusia lain yang masih diberi nikmat sehat. tulisan-tulisan singkatnya tentang Batpoh dan Raping, senantiasa menyejukkan hati dan membuat saya tersenyum dengan keceriaannya. Saya yakin mba Tini akan menjadi Penulis Hebat dan sukses, Amin…

Dewi Nastiti, seorang yang kembali membuat saya merasa tertinggal dalam berbagi, saat ini bekerja sebagai seorang peneliti bahasa di Lombok NTB, profilnya pernah dimuat dalam Salah Satu Tabloid Nasional. Ketulusannya dalam berbagi dan menyemangati sahabat-sahabat ODAPUSnya, sangat menginspirasi sekali. Kenapa saya katakan merasa tertinggal, ini terkait dengan keinginan saya Lima tahun yang lalu, untuk ikut berpartisipasi dalam SDF, namun  jarak dan kondisi saya yang harus jauh dari Bandung, membuat sayamengurungkan niat tersebut, namun setalah mengetahui sosok Mbak dewi ini, Tinggal di Lombok, jauh dari keluarganya di Jakarta, tidak mengahalanginya untuk berpartisipasi dalam Yayasan Syamsi Dhuha, banyak hal yang sudah disumbangkannya. Tulisan sederhana ini, saya persembahkan untuk menyambut ajakannya dalam menulis. Wish You All The Best…🙂

Madha…seorang sahabat dari SMA, lama tidak pernah bertemu, akhirnya saya bertemu lagi dengannya, walau di dunia maya, tapi ceritanya tentang LUPUS yang dialaminya, sejak 14 yahun yang lalu (huff…bukan waktu yang sebentar ya nda…😦 ), membuat hati ini  miris, ketika harus EBTANAS di Rumah Sakit, sampai akhirnya baru berhenti minum obat 3 Bulan yang Lalu. Kini kebahagiaan dengan Suami tercinta dan 2 orang putra dan putri  terkasihnya, sebuah nikmat yang tak terhingga yang kamu dapatkan nda…You are the other Inspiring Couple

My litle sist…Sikap yang Mandiri, teguh dalam berpendirian, menguatkan saya dan keluarga, bahwa dalam kelemahannya justru tersimpan kekuatan yang kami orang-orang yang “masih sehat”pun tidak menyadarinya, selalu tidak ingin diperlakukan sebagai orang yang sakit, aku tahu sist… doamu selalu minta dikuatkan oleh-Nya, kemandirian yang kamu bangun, ternyata menyadarkan Kami, bahwa disaat terjatuh, kamu ingin bangkit sendiri tanpa menjadi lemah, sosok yang mematahakan “Diskriminasi dan Dominasi” orang-orang sehat terhadap para ODAPUS. Love You..

Tentunya banyak sekali Sosok yang yang menginspirasi dalam ujian sakitnya, saya tak mungkin menuliskannya semua disini…🙂

LUPUS, yang dilambangkan dengan Kupu-Kupu, mengingatkan kita tentang Binatang Indah Ciptaan Allah itu, yang hidupnya singkat, walau hanya 7 hari, namun telah mampu berbuat banyak dalam lingkungannya, menebarkan keindahan dan kehidupan di Taman Bunga. Begitu pula para ODAPUS, hidup kita semua sebenarnya sama-sama singkat, namun kalian sudah beterbangan kesana kemari, membagi hikmah dalam Taman Kehidupan ini, dalam siang yang kadang harus menghindari paparan Sinar Mentari, namun di malam gelap justru kalian, bersimpuh dihadapan-Nya, mencari Cahaya dalam gelapnya kehidupan ini….

Ketika Ujian Sakit Berbuah Hikmah

Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa Allah menyanyangi hamba-Nya tidak melulu dengan kenikmatan duniawai yang kadang melenakan kita. Ujian sakit ternyata adalah bentuk dari kasih sayang-Nya kepada Hamba-Nya agar senantiasa selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

Sakit, apapun itu, LUPUS, KANKER, AIDS, atapun jenis penyakit lainnya, kita tidak bisa memungkiri bahwa itu datang dari yang Maha Kuasa, apakah karena kita sedang di uji untuk diingatkan, ataupun akibat dari perilaku kita yang juga lalai dalam Mengingat-Nya. Namun perlu kita sadari dan renungkan Bahwa,

  • Dengan sakit, orang akan lebih paham tentang arti dari perjalanan hidup yang singkat ini
  • Selayaknya kita yang masih diberikan Nikmat Kesehatan, harus senantiasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh-Nya
  • Bahwa Rejeki itu senantiasa bukan dalm bentuk Materi saja, Sehat adalah rejeki yang tidak boleh kita lupakan, bersyukur dan berbuat lebih baik bagi diri dalam menjaga amanah yang diberikan-Nya
  • Sakit tidak pandang bulu, kepada yang kaya, miskin, rupawan atau siapapun manusianya dalam status sosial, apakah pejabat, artis bahkan buruh kecil sekalipun.  inilah yang harus kita pahami bahwa, dengan kebijakan dari Pemerintah dan perhatiannya terhadap orang-orang yang kurang ampu harus sangat diperhatikan. sebagai contoh, untuk penyakit LUPUS saja, biaya normal pengobatan yang harus dijalani bisa sampai 10.000 USD dalam setahun, belum biaya-biaya lainnya.
  • Pendekatan Agama, dan rasa empati sosial dari masyarakat seharusnya menguatkan mereka yang Sakit, tidak lagi adanya Diskriminasi terhadap mereka, dan seharusnya, bukan sikap antipati kita untuk penyakit menular seperti AIDS yang kita munculkan, tapi justru menggali lebih banyak tentang hal tersebut, bagaimana menghindarinya, bagaimana mencegahnya dalam lingkungan sekitar kita.
  • Mereka yang sakit, akan lebih memaknai Kematian sebagai sebuah Kepastian Illahi yang akan terjadi kapanpun dimanapun, sehingga keyakinan itulah yang menguatkan mereka untuk berbuat lebih baik, berbagi dengan sesamanya, tak ada lagi rasa takut dalam mengahadpi kepastian hari kematian. Sebuah Pencapaian rasa dan keyakinan yang kadang sulit ditemui pada orang-orang masih diberikan nikmat Sehat
  • Masih tentang Rejeki, kemudahan yang didapat orang sakit, sekecil apapun, selalu disyukurinya. hal-hal yang luput dari pandangan banyak orang, kemudahan dalam beberapa hal yang kita semua alami, adalah sebuah rejeki juga…
  • Mereka yang sakit, adalah orang-orang yang sukses dalam mengendalikan diri dan jiwa mereka, bagaimana mengatasi keterbatasan, memanage stress agar penyakitnya tidak kambuh,  bagaimana berbuat lebih baik bagi banyak orang dalam kekurangannya.
  • Pahlawan, saya menyebutnya seperti itu. karena, bukankah Pahlawan adalah gambaran sosok yang membebaskan ? mereka lah orang-orang dengan ujian sakitnya, membebaskan diri mereka dari rasa takut akan kematian, dari rasa keterbatasan, menerima kepasrahan ujian dari Illahi, dalu berbagi dan membebaskan jiwa-jiwa yang lain dalam hidupnya, menginspirasi banyak orang dengan buah karyanya.
  • Banyak orang sukses, yang justru terinspirasi dari orang sakit, yang saya pernah tahu adalah Aa Gym, yang terinspirasi oleh adiknya.
  • dari profil syamsi dhuha “Kedepan, Syamsi Dhuha memiliki cita2 yang lebih besar. Sesuai misinya : “sebagai sarana ladang amal untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat”, Syamsi Dhuha bercita-cita untuk memberikan kesempatan pada semua orang, bukan hanya bagiODAPUS, untuk mensyukuri segala karunia yang telah Allah berikan dengan melakukan berbagai aktifitas yang dapat bermanfaat bagi dirinya sebagai pribadi sekaligus juga bagi orang lain.”
  • Bertawakal kepada Allah, setelah upaya maksimal dalam rangka untuk kesembuhan, dilakukan secara maksimal oleh mereka, dan kemudian berserah diri kepada Allah.  karena tak ada Tawakal yang dilandasi rasa putus asa tanpa berusaha terlebih dahulu, inilah sikap yang harus juga kita pelajari dari orang-orang yang di beri ujian sakit.
  • Kesabaran, bagi mereka, adalah sebuah perilaku, bukan lagi sebuah wacana. Dan Perlu diingat, bahwa Sabar adalah amalan yang pahalanya tidak terbatas.  Subhanallah…

Jadi, tunggu apalagi ? apa yang menahan kita lagi dalam bersyukur kepada-Nya, mengapa tidak kita rubah sebuah keluhan menjadi sebuah doa dan ungkapan kecintaan kita kepada-Nya.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya,  dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya,  dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),  maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy Syams 91 : 1-15)
Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. . Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (QS Ad Dhuha 93 : 1-11)

93:1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

93:2. dan demi malam apabila telah sunyi,

93:3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,

93:4. dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.

93:5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

93:6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.

93:7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

93:8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

93:9. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

93:10. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.

93:11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Comments
18 Responses to “Mentari Pagi”
  1. Dewi Nastiti mengatakan:

    Subahanallah, tulisan Pak Atma sangat bagus. Mari kita saling berbagi, Pak. Semoga kita memperoleh kekuatan dari Allah saat silaturahmi terjalin meski melalui maya. Salam hangat untuk adik Pak Atma ya, insyaAllah keberkahan Illahi selalu menyertainya.

  2. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Salaut untuk para penderita lupus yang tetap semangat.

  3. Zico Alviandri mengatakan:

    Ikut bersimpati bagi penderita lupus🙂

  4. KangBoed mengatakan:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  5. KangBoed mengatakan:

    Demi Waktu sesungguhnya Manusia dalam kerugian YANG NYATA.. jika tiada mengenal bahwa dirinya adalah la hawla walla quwata

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  6. bocahbancar mengatakan:

    Subhanalllah Mas,,,,
    Orang-orang itu sangat dekat sekali dengan kita, terutama Mas Atma,,,, Dan ternyata…memberikan dorongan semangat dan cinta yang luar biasa untuk sesama…🙂
    Two thumbs, and salam semangat selalu dari Bocahbancar, tentu saja cerita ini sangat inspiratif untuk kita yang diberikan fisik sehat ini Mas…

  7. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah, kembali berkunjung di laman ilmu Mas Atma. membaca tulisan di atas, ternyata banyak inspirasi yang diperolehi. banyak hal yang boleh diteladani. Allah mengurniakan setiap orang dengan potensi dan upayanya sendiri dalam menangani hal-hal yang tidak ada pada orang lain. mudahan kita beroleh hikmah dan mendapat mafaat dari apa yang cuba diutarakan oleh mas Atma dalam penulisan ini. terima kasih mas. mudahan Allah memudahkan urusan di dunia dan akhirat. Salam mesra selalu dari saya.

  8. cantigi™ mengatakan:

    artikel ini sungguh sangat menginspirasi bagaimana luar biasanya berbagi. mantap kang!

  9. cantigi™ mengatakan:

    hehehee… kalo sy muji berarti itu bener2 loh. soalnya sy jarang muji. insya allah ini bermanfaat buat orang banyak ya.. ^_^

  10. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum

    SAHABAT
    Walau…
    Langkah tak bertemu
    Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
    Ucapan tak terdengar
    Izinkan hati ini memohon maaf
    Atas segala…..
    Sikap dan lisan yang tak terjaga
    Janji yang terkota
    Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
    Sepanjang setahun perkenalan kita
    Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
    Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
    Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya

    SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
    Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.

    SITI FATIMAH AHMAD

  11. bluethunderheart mengatakan:

    lama tak mampir
    salam hangat selalu

  12. mediasoft44 mengatakan:

    tulisan yang bagus… menggugah… salam kenal mas… peace…

  13. bundadontworry mengatakan:

    berbagi memang membuat hati bahagia.
    melihat kebahagiaan itu, makin kuat keinginan utk terus dan selalu berbagi.
    kedahsyatan yg dilimpahkan olehNYA, utk makhluk yang meniru salah satu sifatNYA, saling kasih dan saling berbagi.
    Terima kasih krn telah berbagi,Mas Atma.
    salam.

    atma :
    Saya melihat bunda juga begitu semnagat dalam berbagi, gimana saya yang muda ini gak terinspirasi Bun…
    Maksih juga ya Bun…semoga silaturahminya terjaga🙂

  14. kepinghidup mengatakan:

    Assalmualaikum ww.. here comes the sun! wah pagi hari adalah waktu favorit saya.. terima kasih atas persahabatannya – saya offline dulu – semoga Kang Atmakusumah selalu dalam lindunganNya dan sukses selalu amiin🙂 salam ukhuwah

  15. lina mengatakan:

    saat membaca tulisan ini… beberapa kali, saya menitikkan air mata.
    sebuah tulisan yang menyalakan kembali semangat saya untuk terus optimis dalam menjalani hidup dan dalam menghadapi penyakit ini.
    saya juga odapus pak. salam kenal untuk adik bapak.

  16. agustini suciningtias mengatakan:

    waaah batpoh,raping,jalu,japing lg pergi bertamasya ,desa jamur kosong.

  17. dwitya mengatakan:

    salut bagi yang sakit apapun yang bisa memotivasi dirinya dan orang banyak..

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Mentari Pagi […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: