Take a Breath…Long, Deep and Slowly…

Nafas…

Sebuah Perenungan atas Diri…

pernafasan

Klik Untuk Asal Gambar

Ketika membaca sebuah tulisan tentang nafas, (makasih ya kang🙂 ), saya merasa ternyata selama perjalanan hidup ini betapa belum seimbangnya antara rasa syukur yang saya berikan kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya…

Nafas, sebuah keagungan karya Illahi. Dalam penciptaan nafas yang begitu rumit sistemnya, dan tak ada satupun Ilmuwan di Muka Bumi ini yang mampu mengurai hasil karya-Nya. Bayangkan, setiap satu persatu bagian dari sistem di dalam saluran pernafasan kita, bekerja sesuai tugasnya masing-masing, tanpa pernah berhenti, 24 jam sehari…saat kita tertidur sekalipun, sistem pernafasan tak pernah berhenti bekerja. Oksigen yang dibawa oleh hirupan nafas kita, masuk ke dalam tubuh kita hingga sel-sel terkecil dalam tubuh kita, Subhanallah

Mungkin karena pemahaman ini yang begitu sempit tentang rasa syukur, padahal segala pemberian-Nya begitu tak terhitung nilainya, namun saya selalu luput dari rasa bersyukur kepada-Nya,padahal  rejeki yang dilimpahkan-Nya tidak terbatas oleh kasat mata dan pemikiran akal yang tak terbatas ini.

Awal dan Akhir…

Nafas mengawali kehidupan kita di dunia ini, dan setelah terbungkus oleh kain kafan, itulah akhir dari perjalanan kehidupan

Rentang waktu awal dan akhir, hanya itu jatah bernafas yang saya peroleh dalam perjalanan di Dunia ini…

hemm…selama itukah saya seringkali luput dalam mengingat-Nya ?, berapa lama sudah saya habiskan waktu hidup ini untuk berleha-leha dan terbuai dengan Tipu daya dunia ini…berpuluh tahun sudah…😥 , hanya di sisa waktu ini kesempatan yang tersisa, untuk senantiasa mengingat-Nya dalam setiap hembusan nafas ini…

Illahi,
begitu Engkau dekat dariku
begitu Jauhnya aku dari-Mu…

Maha Adil Engkau Ya Rabb…

Saat Hamba bergelimang dengan dosa…

Betapa jahil diri ini…

Saat Hamba berjalan menapaki jarak yang jauh dari-Mu

Hanya Ridha-Mu yang aku harapkan

Huff…😦 , dalam keadaan apapun saya, Ia tetap memberikan nafas ini, tanpa menguranginya sedikitpun…

Apakah Anda berfikir tentang hal yang sama juga dengan saya ?

seandainya saya seorang Penyanyi terkenal dan kaya raya…

Bagaimana  suara Indah ini akan terdengar merdu tanpa nafas dari-Nya ?

Seandainya saya seorang Motivator handal dengan pundi yang melimpah…

Darimana saya memperoleh Power suara yang membangkitkan motivasi bagi orang lain, sementara nafas ini Kau hentikan ya Rabb…

Padahal Engkau telah memberikan nafas ini secara Gratis, tanpa pernah Engkau meminta imbalan apapun…

Tak ada tempat dimuka bumi ini, ruang hampa sekalipun yang Hamba mampu luput dari Pemberian-Mu ini…

Ketika Nikmat bernafas ini begitu tersendat…tertahan…

Saya akan rela menukarkan seluruh harta yang saya miliki agar nafas ini kembali normal…

Karena saya takkan sanggup hidup lebih lama tanpa nafas yang berhembus, berapa lama saya bisa bertahan…?

1 Menit…2 Menit…5 Menit…?

Jelas Hamba Takkan sanggup ya Rabb…

Dalam setiap Hembusan Nafas Hamba ada kehendak-Mu…

Sejak saya menulis ini, sudah berapa banyak nafas ini saya hembuskan…

Ya Rabb, setitik harapan adalah pintu Taubat-Mu bagi Hamba yang lalai ini…

Agar senantiasa sisa waktu yang kau berikan, tidak Hamba Sia-siakan lagi…

Ampuni Hamba-Mu ini…

So…Just Take a Breath, Long, Deep, Slowly and then say Subhanallah…

Biarkanlah Hawa KeMahasucian-Nya masuk dalam setiap hembusan nafas ini…

“Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?” (QS 56:57)

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan” (QS : 75:26)

Comments
30 Responses to “Take a Breath…Long, Deep and Slowly…”
  1. cantigi™ mengatakan:

    sampai sekarang pun saya masih kebingungan mengkomparasi anugerah nafas tersebut dg rasa syukur, atau perbuatan yg bermanfaat bagi banyak orang. saya sendiri hanya berharap, mudah2an, kita semakin bijak memanfaatkan sisa hidup ini.. ^_^

    @Cantigi…
    Kebingungan itu juga yang menimpa saya kang…melalui perenungan, Memohon agar selalu diberi petunjuk untuk dapat senantiasa bersyukur…
    Amin , kang, mudah2an kita termasuk orang2 yang sadar akan sisa hidup ini, akan dibawa kemana…kita yang selalu harus berupaya…

  2. bluethunderheart mengatakan:

    yang terpenting blue ucap makasih banget tuk artikel ini
    salam hangat selalu

    @Blue…
    Salam hangat juga Blue…

  3. nh18 mengatakan:

    Memang …
    Seharusnya …
    Ungkapan syukur itu selalu keluar dari setiap helaan nafas yang kita hembuskan …

    NIce Post Atma

    Salam saya

    @nh18…
    Terimakasih Om…
    ini sebuah perenungan diri…
    Mudah2an harapan untuk bisa selalu bersyukur memang mendapat petunjuk-Nya..

  4. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
    Saya harus jujur, nih. Nikmat nafas yang sedemikian besarnya sering kali saya lupakan.

    @alamendah…
    Boleh kang, lain kali pertamax ya…:mrgreen:
    Ya sepertinya banyak org (termasuk saya🙂 ) Lupa kadang sifat dasar manusia, hanya Untuk urusan bersyukur dan mengingat-Nya, manusia sering lalai…
    Mudah2an kita mampu memanfaatkan sisa waktu yang diberikan…

  5. dan mengatakan:

    Jadi ingat, saya pernah susah bernafas seakan sudah saatnya kematian dan sayapun pasrah, berdzikir dan berdoa.. semoga itu menjadi pelajaran yang sering teringat agar saya selalu ingat kepada-Nya..
    Syukron…

    @dan…
    Bersyukur, masih diingatkan oleh-Nya…Pengalaman yang bagus dan…

  6. Aldy mengatakan:

    Tiada satupun kemuliaan didunia ini kecuali hanya kepada Nya.

    @Aldy…
    Amin…Setuju Kang…

  7. yusupman mengatakan:

    Subhanallah kasih sayang Allah tak berbilang..kasih Allah tidak pilih-pilih,…adilnya Allah tak tertandingi,..nikmat Allah rata terbagi..Salam pak
    Wassalau’alaikum

    @Yusupman…
    Wa’alaikum salam…
    Allah Maha Adil, kita hanya diperintahkan Ibadah kepada-Nya, dan memperbanyak rasa syukur kita…
    Jadi sebenarnya kita jangan pernah merasakan kekurangan atas nikmat-Nya…

    SAlam Saya

  8. bundadontworry mengatakan:

    sebaik2 manusia adalah yg bermanfaat bagi manusia lain.
    semoga ditiap helaan nafas kita, menjadikan kita orang yg bermanfaat, dan selalu bersyukur.
    tulisan yg indah sekali, terima kasih sudah mengingatkan Mas.
    Salam.

    @Bunda…
    Amin Allohuma Amin…
    Salam Saya Bunda…

  9. Zico Alviandri mengatakan:

    Nafas, nikmat yang dianggap sepele. Andai kata manusia merasa selalu ditimpa musibah, nafas itu satu dari sekian banyak nikmat yang harus disadarinya bahwa nikmat yang ia dapat gak seberapa dibanding musibah.

    @Zico…
    Seringkali hal yang dianggap sepele itu justru adalah sesuatu yang sangat besar, hanya rasa syukur yang dapat menghilangkan rasa kekurangan…
    Terima kasih Sudah berkunjung Mas…

    SAlam saya…

  10. tukangobatbersahaja mengatakan:

    Bisa bernafas secara teratur dan tidak membayar adalah sebuah karunia yang tak terkira.
    tidak bernafas berarti mati. Mari bernafas dan bersyukur😀

    @Rina
    Ajakan yang sangat bersahaja sekali Mbak…
    saya suka…🙂

  11. jalandakwahbersama mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    “Tiada suatu nafas yang terlepas dari kita, melainkan disitu pula ada takdir Allah yang berlaku atas diri kita.” Karena itu, hendaklah kita selalu menjaga, agar dalam setiap nafas kita, selalu kita upayakan dengan sekuat tenaga, agar kita tetap berada dalam keimanan dan ketaatan pada-Nya, serta jauh dari maksiat dan perbuatan dosa. (Dewi Yana, bila berkenan, tolong kunjungi juga baru baru saya di : http://dakwahdewi.herfia.com

    @Mbak Dewi…
    Wa’alaikum salam…
    Jika kita ingin selamat dan mendapatkan Ridho-Nya…kita memang harus “memaksa” diri kita untuk taat kepada-Nya…
    Terimakasih pencerahannya Mbak Dewi…
    Wah Mbak Dewi Rumahnya semakin banyak saja ya…Insya Allah nanti saya Silaturahmi kesana…

  12. dobleh yang malang mengatakan:

    ayosemangat ngeblog lagi ok
    salam hangat selalu

    @Blue…
    Namanya kok malang Blue😥
    iya neh Blue ayo semangat lagi… hehe lg memble nih mau nulis susah amat🙂

    Tks ya kawan…

  13. Usup Supriyadi mengatakan:

    Maka ni’mat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

    itulah terjemah ayat dari surat Ar Rahmaan yang diulang sebanyak 31 kali.

    sungguh, semuanya itu ni’mat dan jika kita berusaha mensyukuri seluruh nik’mat, maka mustahil dapat. nah, sejatinya, bersyukurlah sebisanya, karena syukur itu tidak hanya ucapan saja, tapi lebih kepada aktualisasi atau tindakan kita sehari-hari, dalam berhubungan secara horizontal maupun vertikal…

    postingan yang baguuss, sungguh menggugah….

    Ya Hayyu, Ya Qayyuum
    laa ilaaha illaa anta

    @Usup…
    Setuju Kang…Syukur harus mampu di implemantasikan dalam kehidupan sehari-hari…
    Kita hanya bisa Bersyukur semampu kita dan tetap istiqomah…
    Hatur Nuhun Kang sudah mampir kesini…
    Salam saya…

  14. indahrephi mengatakan:

    sukaaaaa!!! ^^

    @Indah…
    Jempolnya mana ga keliatan ?:mrgreen:

  15. BeLajaR mengatakan:

    baru sempat bw nih…
    nice post.😀

    @Desika…
    makasih sdh berkunjung…
    sering2 aja ya…:mrgreen:

  16. bluethunderheart mengatakan:

    tetap datang mensuport sahabatku
    salam hangat selalu

    @Blue…
    Senangnya punya kawan yang terus mensupport…
    makasih Blue…

  17. bocahbancar mengatakan:

    Saya ingin berteriak Mas, berteriak sekencang-kencangnya….

    ALLAHUUUUUU AKBARRRR……..

    Subhanallah..(kalem, meresapi dengan sepenuh hati dan jiwa raga)

    @BocahBancar…
    Kalem aja Joe…kalau mau adzan di mesjid ya..:mrgreen:
    Tks ya joe, tetap semangat

  18. Si kurus mengatakan:

    harus bersyukur emang.

    @Rian…
    Betul kang…
    trmksh sdh mampir…🙂

  19. vtrediting mengatakan:

    Untuk mengingat akan kebesaran Allah dalam setiap hirupan napas kita sambil berzikir, memuji asmanya dan menghamba dalam setiap gerak langkah kita. Untuk itu perlu kita merenung darimana kita berasal dan akan kemana lagi setelah hidup ini kalau tidak kembali keharibaan-Nya dalam ridho-Nya serta selalu terhindar dari murka_Nya.
    Meditasi dalam Islam kalau saya boleh menyebut sebagai Muasabah adalah menyatunya energi kita dengan energi alam semesta ciptaan dan milik-Nya. Energi asal dimana Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta. Reiki orang Jepang menyebut, Mana orang Arab mengucapkannya adalah tradisi esoterik orang dahulu yang kita akses untuk kesehatan dan kebugaran jasmani dan rohani kita.
    Terima kasih Abah atas komentarnya kalau boleh saya persilakan Abah mengenal Reiki dalam arti luas lewat buku karya Syamsul Bakri Mujizat Tasawuf Islam/Hidup Sehat dengan Reiki dan Energi Non Reiki karya Prof.Dr.Sutan Syahdeini S.H dan buku Reiki yang lebih luas karya Iramansyah Effendi/Ciptadinata Effendi/Khusnul Hadi yang semua mengulas Reiki sebagai Teknik Semata dalam usaha Manusia bersahabat dengan alam khususnya energi alam semesta reiki.
    Buku Reiki ada di banyak toko buku dan selalu laris manis cetak ulang karena banyak yang ingin mengenal dan kalau boleh belajar Reiki.

    @vtrediting…
    Sebelumnya, maaf saya luruskan dulu biar tidak salah paham, kalau yang Mas Joko maksudkan Abah Didi, itu bukan saya:mrgreen: , Kalau mengenai Abah Didi bisa anda klik di websitenya, beliau memang Guru Besar TMIAD dan Yayasannya, nama pesantrennya Miftahul Huda di Sukabumi, untuk lebih jelasnya silahkan saja kirim e-mail ke YTMIAD@Gmail.com
    Mengenai saya, saya cuma org biasa yang lg belajar nulis dan ngeblog:mrgreen: , jadi ini memang Blog Pribadi saya, dan saya cantumkan Link Abah Didi, karena Beliau Guru saya dan saya juga belajar TMIAD…
    Terimakasih Kunjungan Baliknya ya…🙂

    Salam Saya…

  20. cah ndueso mengatakan:

    eling mati malian iki…..

    @Cah Ndueso…
    Nggih Cah…Jalma Urip pasti mati kan, dadi ya mesti sering2 inget mati…
    Matur nuwun sanget nggih, pun silaturahmi…
    (bener ga boso jowone cah?:mrgreen: )

  21. RitaSusanti mengatakan:

    Pak, saya fikir Bapak teh Abah Didi, eh ternyata muridnya toh…

    Terkadang suka malu banget, di saat nikmat ALLAH tak pernah berhenti mengringi setiap langkah nafas kita, namun diri ini seakan tak pernah lepas dari buaian dosa. Astaghfirullah….

    @Rita…
    Wah ternyata Mbak Rita juga salah paham ya, bukan Mba🙂
    Ya mudah2an kita tetap berusaha senantiasa bersyukur kepada-Nya…

  22. Fitri mengatakan:

    Hmmmm…..bagussss…. :-)…but right now i can’t give a long comment for some reason, next time will be…😀

    @Fitri…
    Why…? Why…?!…Why…?:mrgreen:

  23. Fitri mengatakan:

    semangatt!!!! jempol kanan kiri….. clever, detail and usefull😀

    @Fitri…
    Pake Jempol tangan ya Mbak…:mrgreen:

  24. maryam mengatakan:

    Great!!! nice Post gan
    Alhamdulillah nambah ilmu baru nih. Thanks ya

    @maryam…
    sama2 kang…🙂

  25. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

    @SFA…
    Wa’alaikum salam Umi…
    Taqaballahu minna wa minkum…
    semoga perpisahan ini hanya sementara, dan persahabatan kita tetap terjalin…
    Sukses selalu buat Umi di Malaysia…

  26. omiyan mengatakan:

    salah satu bentuk mensyukurinya adalah menjaga nafas ini dari skepulan asap….karena itu adalah cara terbaik mensyukuri akan karunia Tuhan yang tak terhingga

    @Omiyan…
    Amin…
    Terimakasih sudah mampir…
    Salam KEnal

  27. didot mengatakan:

    Terimakasih atas perenungan yg mendalam tentang sesuatu yg terkadang kita sia2kan ini…

    kadang sesuatu belum terasa berharga sebelum diambil atau kita kehilangannya…

    makanya dalam setiap kali kita sholat,selalu wajib dibaca al fathihah yg mengandung kata Syukur ,yaitu alhamdulillah. karena memang kita wajib bersyukur atas apa yg sudah kita terima:)

  28. jikz mengatakan:

    begitu banyak yang telah di berikan tanpa kita sadari.

    Internet Marketing

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] sayapun bertanya kedalam diri…Dalam 24 jam sehari, dalam setiap hembusan nafas ini, Seperti orang hidup atau orang mati kah diri ini ? karena orang hidup pasti memiliki mimpi, […]

  2. cicicow mengatakan:

    […] Take a Breath…Long, Deep and Slowly… […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: