Bulan Sya’ban…Bulannya Rasulullah SAW

Disarikan dari sebuah buku…

KESEMPURNAAN IBADAH RASULULLAH SAW.

ü      Ibadah Rasulullah SAW. Dengan pengabdiannya kepada Tuhan tak pernah berhenti sesaat pun, bahkan terus menerus dilakukannya baik siang maupun malam.

Abu Dawud meriwayatkan, “Ketika Aisyah ditanya orang, “ bagaimana amal ibadah Rasulullah ?” Aisyah menjawab, “ibadah Rasulullah terus menerus, tak ada henti-hentinya. Siapakah di antara kalian yang sanggup dan kuat beribadah seperti Rasulullah?”

ü      Rasulullah SAW. Tidak pernah meninggalkan shalat sunat selama hidupnya

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan istrinya, Ummu salamah, bahwa shalat sunnah terus menerus dilakukan Nabi SAW. saat beliau sakit, yaitu sambil duduk hingga beliau wafat. Ibadah yang paling disukainya adalah yang dikerjakan seseorang secara berkesinambungan, sekalipun ibadah itu sedikit.

ü      Rasulullah SAW. merasakan kelezatan beribadah sebagai nikmat rohani yang tiada taranya.

Kepada muadzinnya, Bilal, beliau selalu berkata, “Istirahatkanlah harimu dengan shalat, hai Bilal.” Beliau juga bersabda, “Kesenanganku hanya dalam shalat.” (H.R. Ahmad)

ü      Cara Nabi SAW. beribadah adalah apabila mengerjakan suatau amalan, beliau mengerjakannya dengan tekun, terus menerus dan tidak menghentikannya.

Abu Dawud meriwayatkan bahwa Nabi SAW. Bersabda, “Lakukanlah amal ibadah sebatas kesanggupan dan kemampuan, karena Allah tidak bosan hingga kamu sendiri yang merasa bosan. Sebab, amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan terus menerus, meskipun sedikit.”

ü      Rasulullah SAW. tekun shalat di malam hari dan biasanya dilakukan lepas tengah malam. Aisyah berkata, “ Rasulullah tidur pada permulaan malam, dan bangun untuk shalat pada bagian akhirnya.” (H.R. BUKHARI)

Bangun setelah tidur malam hari dinilai sangat baik oleh Nabi SAW., dan beliau bersabda, “Itulah cara Nabi Daud, yang tidur tengah malam dan bangun pada sepertiganya, kemudian tidur lagi pada seperenamnya.” Demikian menurut Bukhari dan Muslim.

Hikmah dari cara Rasulullah SAW. Beribadah pada malam hari adalah beristirahat secukupnya dari kelelahan bangun di tengah malam, untuk menyongsong datangnya kewajiban shalat subuh dan amalan-amalan berikutnya dengan semangat yang segar dan giat, disamping melaksanakan shalat menjelang akhir malam yang diliputi oleh suasana sunyi dan sepi itu jauh lebih khusyuk dan ikhlas, apalagi akhir malam itu merupakan saat-saat berlimpahnya kucuran Rahmat Illahi dengan derasnya, saat doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba lebih dekat dan dan lebih cepat dikabulkan oleh Tuhan yang Maha Pemurah.

Rasulullah SAW. juga membaca (sebelum tidurnya) beberapa doa dalam ayat-ayat Al Qur’an tertentu.

ü      Menurut riwayat Ahmad dan At tirmidzi, Rasulullah SAW. Tidak tidur sebelum membaca surat Al Isra dan Az Zumar

ü      Menurut riwayat At Tirmidzi dan An Nasai dalam hadis lain disebutkan bahwa sebelum tidur, Nabi SAW. membaca surat Alif Lam Mim, As Sajdah dan Al Mulk

ü      Dalam beberapa riwayat lain, Beliau membaca surat lainnya dalam Al Qur’an.

Shalat Dhuha

Rasulullah SAW. selalu shalat Dhuha, dan terkadang melakukan shalat dua rakaat, itulah yang paling sedikit. Sering pula Beliau shalat empat rakaat, itulah yang paling banyak.

Setelah Shalat Shubuh

Setelah selesai shalat Shubuh, Rasulullah SAW. duduk bersila dan terus berzikir menyebut nama Allah sampai matahari naik. (H.R. Muslim)

Setelah Shalat Maghrib

Adapun shalat sunnat yang mutlak, terkadang beliau shalat empat rakaat sesudah shalat Maghrib, dan terkadang shalat enam rakaat, dan bersabda,

Barang siapa yang tekun mengerjakannya, akan diampuni Allah dosanya meskipun sebanyak busa di air laut.” (H.R. At Thabrani)

“Barangsiapa yang shalat enam rakaat sesudah Maghrib dan tidak diselingi oleh pembicaraan yang sia-sia, sama dengan beribadah dua belas tahun.” (H.R. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah SAW. juga selalu berdoa dan menganjurkan kepada ummatnya hal itu.

ü      Beliau menganjurkan mengangkat kedua tangannya apabila berdoa , tetapi apabila memohon untuk dijauhkan Allah dari suatu bencana misalnya, beliau membalikkan kedua telapak tangannya.” (H.R. Abu Daud)

ü      Apabila melaksanakan Shalat untuk meminta hujan, kedua tanggannya diangkat lebih tinggi, begitu pula apabila memohon pertolongan kepada Allah tentang suatu hal.

ü      Setelah selesai berdoa, kedua telapak tangannya disapukan ke wajahnya sebelum diturunkan.

ü      Beliau juga selalu menghadap Kiblat waktu berdoa, mengulanginya tiga kali dan beristighfar tiga kali.

ü      Biasanya doa Rasulullah SAW. Singkat dan padat berisi. Dengan perkataan lain, doa-doa Beliau yang ringkas itu mencakup keperluan dan kebaikan dunia dan akhirat.

ü      Di antara contoh doa beliau yang singkat dan padat itu menurut riwayat Bukhari dan Muslim, dan selalu diucapkannya adalah doa yang tersebut dalam Al Quran :

Artinya :

Ya Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhiratdan peliharalah kami dari siksa api neraka.” (Q.S. Al Baqaroh : 201)

Dzikir  ( yang selalu dilakukan Rasulullah SAW. )

ü      Bertasbih (menyucikan dan memuji Allah)

At Thabrani meriwayatkan bahwa Rabi’ah bin Ka’ab berkata, “ Aku menjadi pelayan Rasulullah SAW. Di siang hari. Malam hari, aku tidur di rumahnya. Setiap malam aku mendengar Rasulullah SAW. Membaca, “Subhanalllah, subhana Rabbi (Maha Suci Allah, Mahasuci Tuhanku) tak ada henti-hentinya sampa aku tertidur nyenyak.”

ü      Rasulullah SAW. Juga sering membaca istighfar (memohon apmun kepada Allah) siang dan malam, baik dalam waktu shalat maupun di luar shalat, di mana saja dan dalam keadaan apa pun. Al Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda ,”Demi Allah, aku beristigfar dan bertobat kepada Allah, dalam sehari lebih dan tujuh puluh kali.”

At Tirmidzi dan Ibn Hibban meriwayatkan bahwa Ibn Umar berkata, “Dalam suatu majelis saja, kami menghitung Rasulullah SAW. membaca istigfar lebih dari seratus kali”.

Puasa Rasulullah SAW.

ü      Di samping puasa Ramadhan, Beliau sering puasa pada hari dan bulan tertentu.

ü      Rasulullah SAW. Juga berpuasa pada hari senin dan kamis, dan menurut sebuah hadis, pada kedua hari itu, segala amal perbuatan manusia dilaporkan oleh malaikat yang bertugas mencatat maka aku ingin diwaktu amalanku dilaporkan dalam keadaan berpuasa.

ü      Rasulullah SAW. juga memuliakan hari kelahirannya, yaitu hari senin dengan berpuasa hari itu, dan beliau berkata dengan bangga, “Inilah hari kelahiranku,” seperti diriwayatkan oleh Muslim.

ü      Pada bulan Sya’ban, Rasulullah SAW. berpuasa pada siang harinya.

ü      Apabila tiba Bulan Ramadhan, beliau makin giat dan rajin beribadah, mengisi malam harinya dengan berbagai amal kebaikan kepada Allah dan  kegiatan ibadahnya makin ditingkatkan dan kian bertambah.

ü      Pada siang harinya (bulan Ramadhan), beliau ber’itikaf (tinggal di mesjid), dan di malam harinya bangun untuk terus beribadah.

ü      Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau sering tidak tidur semalam suntuk, semakin meningkatkan dan mengisi malam-malam yang mulia itu dengan berbagai ibadah.

Comments
2 Responses to “Bulan Sya’ban…Bulannya Rasulullah SAW”
  1. didot mengatakan:

    semoga kita bisa meniru amal2 baik beliau ya mas ,insya Allah sebagiannya saja sudah luar biasa sekali😀

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Bulan Sya’ban…Bulannya Rasulullah SAW […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: