Mengingat Allah

 

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun. Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).” (Qur’an)

Petikan QS Ath Thuur tersebut sangat dalam aku rasakan, ketika puluhan tahun aku terlena oleh kehidupan dunia, ketika aku mengingat allah hanya sekedarnya dan tak pernah merasa diawasi oleh-Nya, bahkan  setiap hembusan nafas ini aku jadikan pengingkaran terhadap-Nya, nikmat hembusan nafas yang seumur hidup aku rasakan hanya jadi kesia-sian saja dalam hidupku, ketika aku berdiri shalat, seharusnya aku mengingat-Nya, namun apa yang aku lakukan hanya ritual belaka…

Jauh sudah jalan yang aku tempuh, tapi sebaris kalimat …”Mengingat Allah…” baru aku maknai di akhir tahun kemarin, malam iedul Adha, seiring gema takbir…hatiku rasanya tercabik ketika ku ucapkan Asma-Mu…Subhanallah…maha Suci Engkau ya Allah. ketika jauh sudah aku terpuruk, aku bahkan menjauhiMu, aku lawan semua masalah yang aku hadapi dengan logika, bukan dengan hati…

Banyak hal sudah aku lakukan, hanya keinginan menjadi sukses di dunia obsesiku paling besar, agar bisa membahagiakan ibu dan adikku, saudara yang butuh pertolongan, teman seperjuangan yang terpuruk, beramal dengan harta yang aku miliki…huff niat yang suci menurutku, tapi apa daya kalau ditempuh dengan jalan yang salah, hanya keterpurukan yang aku peroleh, teringat aku akan pesan Sunan Bonang ketika pertemuannya dengan Sunan Kalijaga, “Jika kita berniat melakukan amal shaleh dengan jalan yang salah, Ibarat mencuci pakaian dengan air kencing ! Bukannya tambah bersih, tapi semakin memperkotor pakaian itu…” hemm dalem banget ya…

jalan kesuksesan yang aku rintis hanya berbuah masalah demi masalah, mungkin untuk orang seusia aku, masalah yang aku alami cukup berat dan rumit,  walaupun aku sadar, Allah tidak akan memberikan kita suatu ujian (masalah) melebihi batas kemampuan kita. Azab atau ujian kah yang aku alami ? wallahu ‘alam, yang pasti saat aku berada dititik terendah dalam hidup aku, ketika sudah kehilangan harapan, kehilangan motivasi diri, ketakutan dan keputus asaan menghantui aku, di saat aku merasa sangat jauh sekali dari sang Khalik, justru di saat itu pula lah Allah mendekat padaku, saat aku lupa pada-Nya, justru Allah Rabbul Izzati mengingatkan aku untuk terjaga…ya Allah sesungguhnya engkau Maha menyelamatkan…

Lewat seorang kawan yang lama aku tinggalkan, Allah memberikan setetes Hidayah-Nya, aku merasakan Kebahagiaan yang begitu besar sekali ketika akhirnya kutemukan Mu ya Allah, sekaligus merasakan kepedihan yang begitu mendalam saat mengingat apa yang sudah aku lakukan selama ini…

Tanpa pernah bosan selama setahun Temanku sering menelpon untuk segera menemuinya di Jakarta, aku masih ingat kata-katanya…”udah lo pulang ke Jakarta, daripada lo nyungsep disana !…”

Nyungsep !!! entah mantra atau apa, tapi kata-katanya itu terbukti, (akhirnya aku nyungsep juga, hehe).

Sampai akhirnya pertemuan aku dengan kawan ku terjadi di bandung, masih terngiang kata-katanya saat bertemu “…udah gak usah dilawan dengan logika semua masalah lo, percuma bakal mentok deh, kembalikan aja semuanya sama Allah, pasti beres semua masalah lo…”

Sesederhana itukah ? Ya Kembalikan semuanya kepada Allah…hanya seminggu sejak pertemuan pertama, aku renungkan makna kata-katanya, bagaimana caranya ? 

Pertemuan kedua di Bandung…dia bilang “…gimana nyerah lo ? udah malem ini lo nginep ma gw aja…”

malam itu malam iedul adha, saat gema takbir berkumandang…saat aku ingin menemukan jawaban kembali kepada Allah, temanku hanya memberikan solusi sederhana menurutku, dia tanya, …lo kalo sholat, sebenernya buat apa ? buat Mengingat ALLAH jawabku ! ya udah yuk kita shalat isya berjamaah…setelah shalat kemudian berdoa, dia duduk sila berhadapan dengan aku, dia bilang “…sekarang coba pejamkan mata, fokus yang dibayangkan hanya Allah, tidak ada yang lain, kalau kepikiran yang lain buang ! ganti dengan Allah, terus tarik nafas lewat hidung, atur nafas, kemudian baca subhanallah dalam hati seiring tarikan dan hembusan nafas…”

Simple sekali, aku praktekan saat itu juga, tapi Subhanallah, dada ini terasa sesak sekali, hati ini rasanya ter iris-iris, air mata tak bisa terbendung, begitu dahsyatnya lafadz Subhanallah ketika aku hayati betul-betul…gema takbir berkumandang semakin mengiris hatiku…

Ya Allah, begitu hina aku, begitu nistanya aku ya Allah, ketika aku hirup hawa ke-Maha SucianMU ya Allah…Betapa penyakit hati yang selama ini terdedak dalam kalbuku, membuat tarikan nafasku begitu sesak saat asma-Mu mengiringinya…

Ya Allah, betapa selama ini hamba lalai dalam MengingatMu ya Allah…

Maha Besar Engkau Ya Allah…

Aku tersungkur…Menyesali semua kesalahanku, kelalaian ku, tapi hawa kebahagiaan aku rasakan, Tentram sekali rasanya hati ini…

mudah-mudahan aku masih bisa menulis, hanya sekedar menumpahkan rasa…

“…Dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. ( QS Ar Ra’d : 28 )

” Sebab itu Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kamu. (QS Al Baqarah : 152)

Comments
2 Responses to “Mengingat Allah”
  1. didot mengatakan:

    aduh aku sampai diam sejenak membaca ini… paham dengan maksudnya,paham dengan artinya,bukan berarti bisa dengan mudah dilukiskan dalam sebuah kata2 biasa…

    yg paling menyakitkan adalah selama ini kita hanya mengingatNYA sekedarnya,bukan jadi sebuah keutamaan,tapi hanya di kala butuh saja…

    astagfirullah,ampuni kami ya rabb…

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. cicicow mengatakan:

    […] Mengingat Allah […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang lagi liat-liat

  • IBSN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network

%d blogger menyukai ini: