SURAT KEPADA KAWAN

Surat Kepada Kawan...

Assalamu'alaikum...

kawan...Hari ini langit mendung, sebentar lagi hujan akan turun,
dalam kesendirian ini,
suara air hujan mudah-mudahan akan menemani kesepian ini...
tapi tiba-tiba saja terlintas dalam benakku untuk menulis surat padamu...

Kawan...masih ingat saat-saat kita masih bersama dulu ?
rasanya kenangan itu masih belum juga bisa pergi dari ingatan aku,
walaupun rasanya sudah jauh sekali aku berjalan...
Ya kawan, aku sudah jauh berjalan,
tapi tetap saja langkah ini tak tahu kemana arah untuk dituju,
sampai suatu saat aku terhenti...
rasanya aku ingin berdiri dan berdiam diri sejenak untuk melepas rasa lelah ini...

Kawan...
Saat aku berdiri, aku menoleh ke belakang...
Jiwaku terhenyak, dada ini serasa sesak...
aku melihat pemandangan di belakangku terasa gelap sekali...
jalan yang aku lalui ternyata begitu berliku, begitu gelap,
dan arahnya tak karuan...
seluruh badanku gemetar, apa yang terjadi ?
pikiraanku rasanya menjadi campur aduk, betulkah yang aku lihat ini ?
kenapa saat aku berhenti dan menoleh ke belakang,
semuanya baru kusadari....

Kawan...
perlu beberapa saat bagiku ketika itu untuk menyadari bahwa ini bukan mimpi,
bukan khayalanku...itu betul-betul terjadi...
namun aku tak mau lama-lama melihat dan menangisi jalan yang telah ku tempuh itu,
aku harus bangkit,
aku harus kembali melihat jalan yang akan aku tempuh dihadapanku...

Kawan, saat kembali kuarahkan pandanganku ke depan,
aku melihat sebuah titik terang,
sebuah cahaya yang selama ini tidak pernah nampak olehku...
atau mungkin karena pandanganku yang kabur,
sehingga cahaya itu tidak pernah nampak jelas dalam perjalananku selama ini...
ah...betapa selama ini aku begitu absurd...

setitik terang itu, mungkin itu sebuah pelita kah ?
mungkin itu yang akan menerangi jalanku
agar tidak lagi menjadi gelap perjalananku...
setelah berpikir sejenak,
aku memutuskan untuk mengikuti titik terang itu
yang berharap menuntunku ke arah cahaya di ujung perjalananku,
aku singkirkan semua rasa bimbang,
tak kuhiraukan lagi rasa lelah ini...
karena aku takut waktuku tak lama lagi,
aku takut jika tidak bisa sampai kesana...

Kawan...Jalan itu ternyata tak seudah yang aku kira,
begitu terjal, begitu banyak halangan yang merintangi,
tapi aku tak peduli lagi,
karena aku merasa begitu jelas tujuan perjalanku ini...
Rintangan yang aku hadapi datang dari diri ini,
kawan...Diri yang berbalutkan pakaian yang begitu kotor,
penuh dengan noda dari perjalanan dulu...
rasanya sulit sekali menjadikan pakaian yang aku kenakan ini
untuk menjadi putih bersih lagi,
seperti saat aku diberi pakaian ini pertama kali...
tapi aku sadari,
perjalanan ini lambat laun akan membersihkannya kembali,
angin sejuk sepanjang perjalanan
akan meniupkan noda dan debu yang menempel ini,
aku terus berusaha...
agar bisa sampai kepada ujung perjalanan ini dalam keadaan bersih...

Kawan...aku tuliskan surat ini kepadamu,
bukan untuk menjadikan aku seolah-seolah seperti seorang yang berbeda,
yang lebih baik darimu, cerita aku tadi hanyalah cermin buat aku,
agar aku selalu berkaca...
Tapi aku masih menyisakan satu keinginan denganmu kawan...
aku ingin menjabat erat tanganmu, aku ingin membawamu berjalan bersamaku,
kita berjalan beriringan lagi seperti dulu,
tapi tentu saja dengan jalan yang menuju kepada cahaya itu...

Kawan, dalam kesendirian ini kadang aku berfikir tentang masa-masa itu,
aku teringat lagi dirimu...
tak ada yang bisa kulakukan kecuali berdoa kepada Tuhan
yang teah menunjukkan jalan ini...
dan berharap kawanku juga dapat bersama lagi.
surat ini, adalah sebuah realisasi dari asa itu kawan...

seringkali aku berdoa kepada Tuhan
meminta Ketenangan dalam perjalanan ini,
tapi yang terjadi...masalah masih saja mampir dalam perjalanan ini,
kemudian aku berfikir...
Tuhan telah menjawab doaku,
dengan masalah yang ada,
aku diberikan kesempatan untuk menjadi tenang dalam menghadapinya...
karena ketenangan tidak akan datang tiba-tiba...

lalu aku juga pernah berdoa kepada-Nya,
"Tuhan aku memohon agar aku di anugerahkan Kesabaran",
lagi-lagi aku dihadapkan dengan ego diri yang membakar hati,
keadaan disekelilingku yang membuatku bergejolak...
Ah lagi-lagi Tuhan menjawab doaku,
ternyata kesabaran yang aku minta,
didatangkan-Nya melalui sebuah ujian,
dan aku yakin,
Tuhan tidak akan mengujiku melampaui batas kemampuanku...

Dalam sekali waktu,
doa yang kupanjatkan kepada-Nya,
agar aku dilimpahkan Ketentraman dalam hidup ini,
doaku kembali dijawab-Nya,
begitu terjal jalan yang dilalui,
membuat aku seolah terombang-ambing oleh keadaan,
seperti buih di samudera yang luas,
aku berfikir...
Inilah keadaan yang membuatku harus bisa menjadikannya
sebagai sebuah ketentraman dalam diri ini...

Kawan, percaya padaku...peganglah tangan ini...
Karena semua gemerlap dunia yang pernah semua orang lalui,
hanyalah tipuan belaka...
Kemewahan yang acapkali membuat kita jadi terlena,
hanyalah datang sebentar lalu akan pergi lagi...
Jabatan dan pangkat yang kita miliki,
ibarat sebuah angin, yang hanya akan lewat begitu saja...
Semuanya terasa Fana kawan...

Cinta yang menggebu dalam dada,
ternyata semu belaka, karena cinta kita bukan untuk-Nya,
saat rasa itu hilang, hidup kita hanya akan hampa...
Orang-orang yang kita cintai,
semuanya juga akan pergi,
meninggalkan kita,
atau kita yang meninggalkan mereka...
Hanya Tuhan yang takkan pernah pergi
jika kita mengasihi dan mencintai-Nya...

Percayalah kawan, Perjalanan ini hanya sebentar,
hanya sesaat kesenangan yang akan kita lalui di bumi ini,
kita hanyalah musafir, yang mampir untuk belajar...
Karena tempat kita bukan disini kawan...

Betul kawan, tempat kita kembali adalah tempat dimana kita berasal...
disanalah rumah kita, disanalah keabadian akan kita peroleh...

Kawan...Rumah kita disana, harus kita bangun dari sekarang...
agar kita bisa nyaman nantinya...
agar kita tak terbakar panasnya Api...

Kawan, negeri ini sudah cukup terluka,
bencana hanyalah satu dari sekian banyak Kehendak-Nya,
kita tak mampu melawannya...
Mari kawan kita perbaharui diri kita,
hanya dengan mendekati-Nya kita akan selamat...ya kita semua...

Kawan...Balaslah surat ini...lalu jabat erat tanganku...

Wassalam...

Oktober 2009
Dari Kawanmu...Atmakusumah
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: