Mengejar Impian (Abadi)
Masa depan adalah sesuatu yang pasti, langkah dan tindakan kita saat ini adalah rangkaian menuju kedudukan dan status kita kelak
Catatan ini sebetulnya terinspirasi dari acara Kick Andy edisi Jum’at 19 Maret yang lalu, ketika salah satu teman saya di Fesbuk, ditandai dalam sebuah foto salah satu bintang tamu dalam acara tersebut, kang Pur biasa kita manggilnya dulu. DR. Purwadi, M.Hum , Salah satu Bintang tamu acara Kick Andy kali itu, memang dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ketika masih kuliah dulu, Ia yang biasa ditemui di Gelanggang Remaja Mahasiswa yang juga berfungsi sebagai masjid kampus (saat saya kuliah, di kampus belum ada masjid kampus), sangat mudah dikenali, dari khas baju batiknya, peci hitam, tas pasar berwarna biru dan sepeda onthelnya…Saat saya kuliah, Kang Pur sedang menempuh Studi S2 Nya, dan sekarang beliau sudah menjadi seorang Doktor Filsafat, yang katanya selain sepeda onthelnya, Ia sudah memiliki sepeda motor, dan sebuah mobil juga. Namun tentunya bukan itu yang menjadi sorotan ketika menjadi Bintang Tamu dalam acara Kick Andy, namun perjuangannya dalam meraih mimpi untuk menjadi seorang akademisi, dengan perjalanan yang luar biasa, berangkat dari keluarga yang sederhana, dan perjuangannya yang tanpa kenal lelah membuahkan hasil yang manis dengan meraih mimpi kesuksesan dibidang akademik.
Tema Kick Andy kali itu memang mengangkat kisah beberapa akademisi dalam bidang keilmuan yang berbeda, berasal dari keluarga yang sederhana, namun dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, mimpi yang mereka kejar akhirnya mampu terwujud, sebuah imbalan yang cukup pantas, mengingat perjuangan dan kegigihan dalam menjalani proses tersebut.
Bagi saya Pribadi, perjuangan mereka, tentunya membuahkan pelajaran yang sangat berharga, ketika dalam kondisi seadanya, mereka mampu melewati setiap rintangan yang menghadang impian mereka, mengalahkan keputusasaan yang setiap saat mengancam perjalanan kesuksesannya, menjaga kesabaran dalam setiap kesulitan yang dihadapi. Dan Pelajaran terpenting bagi saya adalah, mengambil hikmah, bahwa setiap impian perlu kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh dan secara sadar, menjalani proses dan melakukan tindakan yang menenentukan ke arah impian tersebut.
Lalu, mengapa judul catatannya Mengejar Impian Abadi ? ya, karena ternyata kehidupan di dunia ini hanya sementara, dan waktu yang sementara inilah ternyata menentukan status kita di Kehidupan Akhirat, Impian Abadi bagi semua manusia, atas kebahagiaan yang kekal seperti janjiNYA.
- Firman Allah dalam Surah AL AN’AAM, ayat 132:
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan “. - Firman Allah dalam Surah AN NAHL, ayat 30:
“Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertaqwa “
Dan saya mencoba merenungkan, mentafakuri perjalanan hidup saya sejauh ini, langkah konkret apa apa saja yang sudah saya lakukan untuk mencapai Impian itu…
Stop Dreaming Start Action, tentunya harus didasari dengan mentafakuri setiap langkah perjalanan kita, dan saya ingin mencatatkannya dalam Catatan Perjalanan Berikutnya
.
Comments
25 Responses to “Mengejar Impian (Abadi)”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] kali ini, lanjutan dari catatan Mengejar Impian Abadi, dimana untuk mengejar impian duniawi, kita rela bersusah payah, berjuang dengan maksimal, meraih [...]


semua bintang tamunya dari keluarga miskin dan mengambil jalan belajar.. belajar dan belajar untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan menembus kehidupan.
Setuju dengan kang Atma.. stop dreaming – start action
Kisah Mas Pur ini patut diteladani oleh semua …
Saya Yakin …
Masih ada banyak Mas Pur-Mas Pur lainnya …
sayang tidak pernah terlihat media …
yang terlihat hanya yang buruk-buruk saja …
Semoga kedepan kita semua bisa menjadi lebih baik lagi
Salam saya Mas Atma
mendapatkan surga adalah sebuah perjuangan hidup yg harus kita lakoni dengan sungguh2,karena jika kita ‘tersasar’ di neraka sungguh amat merugilah kita. apalagi jika kita menjadi penghuni kekalnya ,naudzubillah min zalik
sungguh surga adalah kehidupan abadi,semoga mimpi kita akan kehidupan surga dapat terwujud dan yg terpenting kalau boleh melihat wajah Sang Kekasih yang paling suci dan paling mulia,ya Allah itulah kebahagiaan terbesar,yang terindah dari yg paling indah ,diluar kata2 dan diluar nalar ,sebuah anugerah terbesar dariNYA saat DIA menyingkap wajahNYA ,ya Allah ijinkanlah kami ,sungguh kami rindu,ampunilah kami dan pantaskanlah kami,bantulah kami menggapainya,kami lemah tanpa pertolonganMU ya Rabb
mas atma, saya juga nonton yang episode itu.
tentang kang Pur, dulu ketika saya masih kuliah pun, saya pernah secara pribadi bertemu muka dengan beliau. dulu saya aktif di Balairung.
saat itu, maklum saya masih naif dan buta, saya akui, sempat ‘underestimate’ kepada beliau. tapi ternyata dia baik sekali.. saya dan teman2 di balairung diijinkan main ke tempat tinggalnya, waktu itu masih nge-kost di seputaran komplek dosen UGM.. dengan ringan juga dia meminjami dan bahkan memberi buku-buku yang sangat bermanfaat bagi kami.
yah, betul banget, orang2 seperti dia, perlu kita contoh. dari kesederhanaannya, tidak membuat itu berpikir ‘sederhana’ ttg mencapai impian.
kita hidup karena ada harapan…salam kenal, salam hangat dari MALANG
membaca ulasan disini malu rasanya saya, dengan keterbatasan yang saya milki saya tak begitu gesit memanfaatkan peluang, hanya sekedar lulus sebagaimana umumnya yang lain, bahkan sempat terbersit untuk berhenti sebelum finish
kisah keteladanan yg patut ditiru.
dan, mungkin sebenarnya masih banyak Pak Pur lain yg tidak terekspos oleh media .
salam
askum a’
a’ janga pernah menyetop impian
karena dari impian itulah kita akan senantiasa hidup dengan usaha keras demi mengejarnya
yang patut kita ajarkan pada diri dan ank2 kita adlaah bagaimana menciptakan impian yang baik id mataNYa
agar apa yg kita kejar tidak lah sia2
wass wr wb
itulah hidup, hidup kita ada tujuan. dalam mencapai tujuan, harus dilakukan dengan usaha dan kerja keras. kisah itu dapat kita tiru untuk mencapai tujuan impian dan tujuan kita.
mengejar impian terindah, mimpi untuk bisa berkumpul dengan orang-orang sholeh, para mujahid dan para pejuang syariahNya…mimpi untuk bisa menikmati tempat peristirahatan yang paling layak dan paling indah yang dikaruniakan dari Allah, Dzat Yang Maha Indah…mimpi meraih sukses hakiki, sukses menjalankan amanahNya dan mempertanggungjawabkan semuanya…dan mimpi untuk meraih rahmatNya…
kadang kita hanya terpaku untuk meraih impian semu, hingga impian hakiki itu terlupakan, impian yang seharusnya menjadi prioritas seorang muslim,
kadang kita juga hanya tertatih untuk meraihnya, padahal impian dunia seringkali kita mengejarnya tanpa henti siang dan malam, hingga hanya sisa tenaga yang kita sisihkan untuk meraih mimpi hakiki itu…lalu layakkah kita mendapatkannya?
sebuah perenungan indah untuk kita yang memimpikan jannahNya…semoga kita masih punya cukup kesempatan untuk meraihnya..amin
belajar dan belajar untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan menembus kehidupan. oke tuh BOSS..
impian abadi bagi setiap insan beriman adalah sama yaitu kampung akhirat… semoga kita tak terlalaikan selama hidup di dunia akan kampung halaman kita itu..
tidak ada kata terlambat untuk belajar, maka belajarlah walaupun di negeri seberang
artikelnya menarik sekali
saya setuju dengan perkataan
derajat manusia ditentukan oleh perilakunya sendiri
patut ditiruu!! ^_^
jadi semangat lagi ..xixixixi..
bermimpi boleh tapi jangan lupa bangun..
dahsyat, segalanya memang berawal dari mimpi, tapi kalau tidak ada kemauan ya sama saja
salam kenal
stop dreaming … start action …. terimakasih sudah memotivasi
ada semangat setelah membaca spirit dari postmu bang
salam hangat dari blue
the last comment : Semoga Allah memudahkan aktivitasnya dan memberikan berkah dari setiap usaha bapak. Amin
Katanya ada perbedaan antara mengejar impian dan mengejar mimpi mas:
Orang yang mengejar impian adalah orang yang memang mempunyai impian yang nyata, jelas serta dapat di ukur, bukan pemimpi yang mengharapkan turun uang dari langit atau mengharapkan menang undian 1 Milyar.
Diantaranya terdapat perbedaan bagai bumi dan langit, Jhon C. Maxwel mengatakan ” Pemimpi banyak bicara dan sedikit bekerja, Mereka mungkin menyimpan gagasan yang gila-gilaan, tetapi tidak pernah melihat hal itu terjadi. Pemimpi tidak mempunyai disiplin. Sebaliknya orang yang mempunyai impian sedikit bicara tapi melakukan banyak hal.
-Ade-
melihat avatarnya Mas Atma mengingatkan temanku di Purwokerto, potongan rambutnya mirip
p cabar
mana semangatnya bang
salam hangat dari blue
Benar, dunia ini hanya persinggahan sementara, sebelum ke dunia akhirat yang sebenarnya.