Tidak (usah) Lagi Khawatir
Posted by atmakusumah on Maret 4, 2010 · 24 Komentar
Hamba yang beriman kepada Allah dan memasrahkan segala urusannya kepada-Nya, diberi kemudahan oleh Allah dan keyakinan teguh bahwa apapun yang akan datang kepadanya, akan sampai kepadanya, dan apa pun yang tak mencapainya, takkan datang kepadanya, dan bahwa: “Barangsiapa patuh kepada Allah, Ia berikan baginya jalan keluar dan rezeki yang tak disangka-sangkanya dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS 65:2-3)
[Futuuhul Ghaib, Risalah 29]
Ada tiga hal, yang akhir-akhir ini sering terlintas dalam benak saya, suatu realitas di kehidupan, yang saya saksikan dalam perjalanan hidup saya akhir-akhir ini,
Pertama, Sudah satu Bulan ini, saya mukim di satu tempat di bandung, bersebelahan dengan Sebuah Panti Asuhan Yatim Piatu di Bandung. Anak-anak yatim piatu ini setiap menjelang Maghrib mereka melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an dan sholawat nabi, dan ba’da Maghrib mereka mengaji bersama, begitu juga setelah shubuh, seringkali terdengar suara-suara anak-anak kecil yang bersahut-sahutan melantunkan hapalan Qur’an mereka. Siang harinya mereka bersekolah, seperti Umumnya kebanyakan anak-anak lain, bermain, belajar, mengaji…Dari raut wajah mereka yang begitu polos, yang kadang nongol di jendela kamar mereka, saya melihat mereka begitu tenang, tidak terlintas sedikit pun kekhawatiran bagi mereka, apakah mereka akan makan atau tidak hari itu, dipusingkan dengan tidak punya uang saku atau mainan baru yang mereka belum miliki. Mereka, kesehariannya hanya fokus beribadah, belajar dan tentunya mematuhi setiap aturan Panti Asuhan yang menaungi mereka.
Kedua, saya memiliki seorang sahabat sejak dari kecil, hingga saat ini. Ia yang terbilang sukses dalam kehidupan, karir dan perjalanan Rumah tangganya, memiliki istri yang cantik, anak yang Lucu, sebuah apartemen di jakarta dan rumah yang terbilang mewah di bandung. Sebuah pencapaian yang wajar, mengingat Ikhtiarnya yang begitu kuat dalam menjemput rejeki, dan dalam setiap telponnya ke saya, ada beberapa hal yang kadang dikeluhkan ketika ternyata, kesibukan yang luar biasa membuatnya jarang berkumpul dengan keluarga, kadangkala kelelahan juga mendera, membuatnya harus tergolek lemah karena sakit. Namun Alhamdulillah, saya salut dengan konsistensinya dalam berzakat dan bershodaqoh, terutama kepada beberapa anak asuh yatim piatunya.
Ketiga, Seorang sahabat lama saya di jogja, dua hari yang lalu ketika saya menelponnya, dengan rasa suka cita dan syukur ia bercerita kepada saya, bahwa sekarang ia sudah memiliki rumah sendiri dikampungnya Cibatu, Garut. Rumah yang dibangun dengan jerih payahnya, adalah idamannya beserta istri dan buah hatinya yang baru berumur 1,5 tahun. Dia adalah seorang sahabat saya, yang seringkali berdiskusi dengan saya, banyak sekali hikmah yang saya ambil dari perjalanan hidupnya. Profesinya sebagai Tukang Jasa Sol Sepatu Keliling, membuatnya begitu tawadhu, dan memiliki ikhtiar yang kuat dalam mencari nafkah bagi keluarganya, penghasilan yang tidak menentu setiap harinya, menguatkan tawakalnya kepada Allah. Setiap nasihat kehidupan dan perilakunya banyak mencerahkan saya.
Prolog yang panjang
Catatan ini, terkait dengan nasehat yang saya petik dari seseorang, beliau berkata bahwa mengenai Rejeki, Jodoh, Kelahiran, Kematian, adalah sesuatu yang tak mampu kita rubah, karena itu sudah ditetapkan oleh Allah, sebelum kita terlahir ke dunia ini, namun kedudukan kita di akhirat nanti, adalah sesuatu yang mampu kita upayakan, karena kita akan masuk surga APABILA…atau kita akan masuk Neraka APABILA…
Nah Kalimat APABILA, itulah yang saya renungkan dalam-dalam…dari satu hal saja yang saya tafakuri, tentang rejeki. Anak-anak yatim piatu, yang kesehariannya beribadah, mengaji, belajar, tidak punya orang tua, mereka tidak pernah kekuarangan sedikitpun kebutuhan hidupnya, makan tiga kali sehari, baju yang layak pakai, pendidikan yang cukup. Lalu, sahabat saya yang sukses kehidupan Duniawinya, begitu kuat ikhtiar dan dibarengi dengan zakat dan amal jariyah yang tidak terputus, sadar atau tidak ia sadari, Allah selalu menambah rejeki yang ia terima. Dan terakhir, sahabat saya yang Tukang Sol Sepatu, begitu tawadhu, ikhtiar yang kuat dan ketawakalannya dalam menjemput rejeki, selalu menempatkannya dalam kondisi yang cukup dan menjadikannya pribadi yang selalu bersyukur. Jadi perjalanan di dunia inilah yang mampu merubah kondisi kita di akhirat nanti. Bagaimana menjadikan dunia kita sebagai ladang Ibadah.
Tiga pelajaran Hidup, yang seharusnya menjadikan saya tidak lagi khawatir akan ketentuan yang sudah Allah gariskan untuk saya, tentang rejeki, jodoh, bahkan kematian sekalipun. karena Tugas sebagai seorang hamba, hanyalah beribadah, menaati semua perintahNYa, menjauhi semua laranganNYA. Berikhtiar secara maksimal, lalu bertawakal kepadaNYA, adalah salah satu bentuk kepatuhan kita kepadaNYa dalam menjemput rejeki.
Jadi, bagi saya…Tidak (Usah) Lagi Khawatir, hanya akan menjadi wacana saja, jika masih bergelut dengan keluh kesah, resah dan lalai dalam menyisihkan sebagian harta yang saya miliki, lalu hanyut dalam gemerlap kenikmatan dunia yang melenakan. Dan Akhirnya kita menjadi pribadi yang Kufur…Naudzubillah…
Karena juga, Kefakiran maupun kekayaan, sama-sama akan membawa kita kepada kekufuran, jika dalam dua kondisi tersebut kita Lupa Kepada Allah. Kondisi fakir dan kaya, manusia jika Lupa kepada Allah bisa menjadi pencuri atau Koruptor kelas kakap bahkan…Namun akan menjadi utama, jika dalam Fakir kita bersabar, dan dalam kaya kita bersyukur. Perlu diyakini bahwa dengan mengingat Allah kita akan menjadi tenang, tentram dan bersabar
Jadi tidak (usah) Lagi Khawatir, Karena Allah Itu dekat.
Like this:
Disimpan dalam CATATAN PERJALANAN · Dikaitkatakan dengan fakir, rejeki, sabar, syukur



Wah… link back… komen pertama jadinya
kayakna postingan2nya perlu dijadikan ebook… coba search di blog saya… saya sudah meng-ebookkan beberapa tulisan saya… ya lumayan…yang donlod sudah seiktar 500 orang
keywordnya “my first ebook”
wah komeng saya gak nyambung yang tadi ya?
sekalian hat trick
menghidupkan lagi HiBloGiKoH himpunan blogger gila komen hattrick
ikhtiar dan tawakal, berdoa jg penting. yg terpenting istiqomah, selalu berada dijalan yg benar..
salam gan.. semangat..
subhanallah..
thanks for share..
*memacu semangat* ga da rezeki yang salah alamat,semua sudah ada bagian masing – masing
iya, Dia memang dekat sekali
salam kenal kunjugan perdana
salam kenal kunjunggan perdana
SABAR, SYUKUR, IKHLAS dan TAWAKKAL adalah minyak pelumas roda kehidupan.
Jika kita mampu menerapkannya dalam hidup kita, insya ALLAH roda kehidupan kita akan membawa kita kepada kedudukan yang terbaik di akhirat nanti.. insya ALLAH, amin yaa Rabb..
subhanallah…bahasanya indah
ketika kita berikhtiar maka saat itulah kita wajib bertawakal, karena keduanya bagian dari keimanan, dulu saya merasakan gelisahnya hidup ketika kita tidak bertawakal, mnyerahkan sepenuhnya di tangan Allah, apapun yang sudah kita upayakan, apalagi ketika saya merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga, merasa bahwa “mengapa semua terjadi pada saya di saat yang bersamaan”….
dan melihat kehidupan orang lain memang salah satu pelajaran yang sangat berharga, bagaimana mereka membuat kita semakin mensyukuri apapun yang kita miliki, bahwa miskin dan kaya adalah ujian, bahwa rejeki, jodoh, maut adalah di tanganNya…
Ya, Allah itu dekat, yang membuat kita berkata “tak ada yang perlu dikhawatirkan”, semoga semakin hari kita semakin baik lagi
semoga Allah memudahkan langkah dakwah kita, dan menerima amal ibadah kita. Amin
tetep smngat dan berdoa untuk sllu menjalaninya
Blogwalking berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
makasih
“Ada tiga hal, yang akhir-akhir ini sering terlintas dalam benak saya” kirain salah satunya Ade
*canda mas … *
Tidak usah lagi kawatir….
horeee udah ilang nih perasaan kawatirnya mas,padahal sejak beberapa hari ini lagi dilanda perasaan kawatir banget.siang ini berkunjung ke sini dapat bacaan yang pas banget…trimakasih sudah mengingatkan dengan tulisannya mas
salam hangat dari sulawesi
Fotonya sangat bagus.. wajah muka-muka yang sangat ikhlas.. terharu…
ada pelajaran yg sangat berharga di tulisan ini kang…saya akui semua tulisan² kang atma sangat mencerahkan sekali buat saya pribadi..trimakasih kang…
salam silaturrahmi..
salam, ^_^
salam kenal
tukar link ya..
http://ultimaswari.wordpress.com/
di blog hmcahyo.wordpress.com mas .. gak nyambung lagi
Don’t Worrie gitu ya…hehehhe…..
Keknya aku memang too worries..sampek jerawatan… , harusnya memang begitu …thank’s sharingnya pak ustadz…
)…urusan pengalaman dan ilmu aku banyak belajar dari blog ini hehheh… Pak Guru…
hehehe, pas bgt dgn suasana hati saya.
Trimakasih sudah share, pak! salam kenal
ada beberapa hal yg mau saya sampaikan berkaitan dengan tulisan mas atma kali ini :
mengenai rejeki.
memang benar rejeki sudah diatur,tetapi tidak mutlak demikian,artinya setiap pilihan langkah kitalah yg sudah punya takdirnya, jadi jika kita berusaha sebatas 1 hasilnya akan A ,jika kita berusaha sebatas 2 hasilnya akan B. inipun masih ada pengaruh faktor lain selain dari usaha/ikhtiar kita ya,yaitu dari sedekah dan rasa syukur,karena Allah senantiasa menambah nikmat hambaNYA yg bersyukur ,yg salah satu perwujudannya dengan bersedekah.
soal jodoh mungkin ini benar sudah ditentukan dari awalnya ,jadi kalau soal jodoh saya sepakat dengan mas atma.
dan soal kematian ,hal inipun bisa diperpanjang dengan melakukan sedekah (ini menurut pengertian saya yg saya ketahui selama ini hasil dari baca sana dan sini ya,mohon maaf kalau salah karena ilmu saya juga masih cetek dalam tahap belajar) ,atau bisa juga memperpanjang umur dengan melakukan kebaikan yg ikhlas kepada orang lain,walaupun hanya dengan sebutir korma atau sebuah senyuman:)
dan yg terakhir : rejeki setiap orang itu memang sudah ada masing2. seorang anak kemungkinan besar akan dapat rejekinya melalui orang tuanya,atau dari pihak lainnya. demikian pula seorang suami juga akan dititipi rejeki anak dan istrinya. masing2 punya juga rejekinya selain mungkin ada yg dipaketin oleh Allah (karena yg satu belum mampu buat cari rejeki)
cuma perlu digarisbawahi ada beberapa orang tua yg merasa anaknya belum mampu cari rejeki lalu dia mengecilkan anak tsb, merasa kalau tidak ada dia maka anak itu bisa mati kelaparan karena gak bisa apa2. padahal kita tau anak yatim juga banyak yg bisa sukses kok tanpa orangtuanya,semua itu udah ditanggung Allah,Allah yg ngasih rejeki ,bukan orang tua. mudah2an kita bukan jadi tipe orang tua yg sombong seperti ini ya… insya Allah ,amin:)
salam kenal
jangan khawatir ttg kehidupan dunia, semua sudah dijamin oleh Allah swt,
tapi, khawatirlah ttg kehidupan akhirat, krn diri kita sendiri yg menentukan dan memilihnya .
suka banget dgn kata2 ini.
Semakin yakin bahwa janji Allah swt adalah benar.
terima kasih Mas Atma utk pencerahannya yg menyejukkan.
salam.
mas, saya setuju dengan komen yg pertama, usul bikin e-book.
seperti tulisan2 di blog nya rindu, trus mas atma… wah menyejukkan sekali. bisa berbagi ilmu dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti…
kan bisa nambah pahala juga mas, kalo pemikiran mas atma semakin disebarluaskan
Out Of Topic nih mas Atma …
Saya hanya berkomentar …
Saya suka dengan pembukaan kalimat …
“Ada tiga hal, yang akhir-akhir ini sering terlintas dalam benak saya ”
Memang jurus tiga ini sangat ampuh …
hehehe