Ketenteraman, Ketenangan, Kesabaran
Posted by atmakusumah on Februari 7, 2010 · 43 Komentar
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al Ankabut 29 : 2 )
Setelah beberapa saat tidak Blogwalking, kemarin pagi saya mengunjungi seorang sahabat baru saya, Uda Vizon. Tulisannya tentang Miskin Harta atau Miskin Jiwa , membuat saya berpikir tentang realitas yang seringkali terjadi dalam kehidupan ini.
Kejadian tersebut merupakan realitas yang banyak kita temui dalam masyarakat, itu hanyalah sebuah contoh, ketika ketakutan akan kemiskinan aspek duniawi menjadikan Manusia menjadi pendek pemikirannya. Mungkin terjadi disekeliling kita, pada keluarga kita, atau bahkan pada diri kita sendiri…
Bukankah semua manusia sudah ditentukan setiap rejekinya di muka bumi ini ?, kita hanya diperintahkan untuk Ikhtiar, bukan berputus asa. Yakin dan percaya bahwa segala Ujian, semua masalah yang kita hadapi, takkan pernah melampaui batas kemampuan kita…
Lalu apa yang membuat banyak realitas seperti itu kita temui, semakin lunturkah keyakinan akan Janji Allah ? atau memang semua masalah yang ada tidak mampu dilewati, karena ikhtiar tanpa dibarengi dengan keyakinan yang bersandar kepada Allah…
Kebahagiaan dalam hidup, tidak berada dalam pengertian yang baku, karena kebahagiaan bagi setiap manusia senantiasa berbeda. Dan berbicara tentang masalah kehidupan, secara umum mencakup beberapa aspek,
Keuangan
Karir
Keluarga
Kesehatan
Kematian
Paling tidak, 5K itu yang ternyata saya sadari, bergelut dengan keseharian kehidupan. Masih lekat dalam ingatan saya, ketika seorang sahabat, tanpa kenal lelah, selalu mengingatkan saya, menelpon, sms, bahkan kiriman emailnya, adalah ajakan untuk senantiasa Mengingat Allah Mengingat Kehidupan Akhirat. Kalimatnya yang selalu saya ingat…
“Mustahil, kita mampu melewati semua masalah kehidupan, tanpa mengingat Allah dengan penuh kesadaran dalam keseharian kita”
Sahabat saya benar, karena, tidak mungkin tanpa pertolongan dan kehendakNYA kita mampu melewati semua masalah kehidupan, menghapalkan Rukun IMAN tanpa menyakininya, juga mengerjakan rukun Islam tanpa menegakkannya, ternyata malah membuat banyak manusia beribadah secara semu, hanya rutinitas belaka. Masih bergelut dengan banyak penyakit hati. Banyak pemimpin yang tidak Adil, karena tidak berani berkata jujur padahal Allah Maha Mengetahui, dan mereka Shalat. Banyak para koruptor yang menyesali perbuatannya, padahal mereka bersedekah saat mengambil hak orang lain, banyak kemaksiatan dilakukan oleh mereka yang juga tahu Allah Maha Melihat, masih ada perbuatan keji dalam masyarakat, dan mereka juga Tahu bahwa Allah itu ada dengan segala AturanNYA.
Karena manusia memilki dua kecenderungan, Lalai bersyukur saat diberi nikmat, dan mengeluh saat diberikan Ujian. maka Masalah 5K tersebut, bukannya menjadi sebuah Ujian yang menaikkan derajat kia di hadapan Allah, tapi justru sebaliknya, semakin menjauhkan kita DariNYA. Bukankah sudah dipahami, bahwa Jika kita ingat kepadaNYA, maka Allah akan Ingat kepada kita Juga, jadi bagaimana kita akan memohon bantuanNYA jika Allah jauh dari ingatan kita, dan Allah Menjadikan kita hamba yang tertutup mata hatinya.
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al BAqarah 2 : 152)
Bukankah akan lebih mudah pertolonganNYA, jika Allah Mengingat kita sebagai hambaNYA yang senantiasa ingat kepadaNYA…Sehingga, dengan pertolonganNYA, kita mampu melewati semua masalah yang kita hadapi, dan sesuai dengan janjiNYA pula, kita akan memperoleh,
KETENANGAN
“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)…” (QS Al Fath 48 : 2)
KETENTERAMAN
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Rad 13 : 28)
KESABARAN
“(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” (QS AL Hajj 22 : 35)
Itu semua adalah Janji Allah…Kemudian saya bertanya pada diri sendiri,
Bukankah Tulisan seperti ini sudah sering saya baca ? bukankah peringatan seperti ini sudah sering orang mengingatkan ? Bukankah kita sudah sejak lama mengingatNya dalam setiap ibadah kita ? LALU…Mengapa Ketenangan, Ketenteraman dan kesabaran itu masih belum juga kita peroleh ? Mengapa kita masih was was dan ketakutan dengan lima masalah tadi ? Bukankah kita menginginkan Akhir yang Indah ketika kematian datang kepada kita ?
Dan Jiwa saya menjawab…
Karena, belum mampu menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas kita. Karena, Ilmu seperti ini hanya ditumpuk belaka, tapi lalai dalam mengamalkannya. Karena wadah dalam hati , dijadikannya penuh, sehingga selalu tumpah kembali ilmu yang kita peroleh dan yang datang kepada kita. Karena kita mengajak kepada kebaikan, tapi lupa memeriksa diri, sudahkah kita mengamalkannya ?
jadi…ketika Ketenangan, kesabaran dan ketenteraman itu belum kita peroleh…tidak ada yang salah dengan Janji Allah, karena Allah tidak pernah Ingkar Janji. Tapi…Tengoklah ke dalam diri…
Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat (2M), mengatasi masalah Keuangan, Karir, Keluarga, Kesehatan, Kematian (5K), dan kita akan memperoleh Ketenangan, Kesabaran, Ketenteraman (3K).
Ya Allah, Sesungguhnya RahmatMu selalu mendahului KemurkaanMU..
Maka hanya KepadaMU hamba Memohon Ampunan…
- Masalah Kesehatan
- Masalah Keuangan (dan Harta)
- Masalah Karir (dan Jabatan)
- Masalah Keluarga (suami-isteri, anak, orang tua, saudara, famili dan lain-lain).
Like this:
Disimpan dalam CATATAN PERJALANAN · Dikaitkatakan dengan Allah, kesabaran, ketenagan, ketenteraman, mengingat allah
Comments
43 Responses to “Ketenteraman, Ketenangan, Kesabaran”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] mengingat Allah setelah Shalat, dalam keseharian kita, akan membawa kita kepada kondisi Ketenangan, Kesabaran dan Ketenteraman. Dengan Banyak Mengingat Allah, seorang Hamba akan memperoleh keuntungan didunia, dan keuntungan di [...]



(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Justru kitalah yang sering kali menjauh dari Allah.
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Rumus yang mantab; 2M = 5K + 3K
Lalai bersyukur ketika diberi nikmat dan mengeluh ketika diberi ujian.
kedua hal inilah yg menjadikan kita , manusia selalu mencari Tuhan2 lain dlm kehidupan, seperti sekarang, harta dan kedudukan adalah bentuk lain dr thagut2 ,pengganti Allah swt Yang Maha Esa.
Semoga kita selalu diberkahi dgn keimanan dan keislaman yg kuat olehNYA, amin.
terima kasih utk tulisan yg penuh renungan utk mengkaji diri sendiri ini, Mas Atma
salam.
intinya kita harus selalu bersyukur dan menjalankan perintah agama dengan hati, gitu ya bro…tq dah share
n salam kenal
Assalamu’alaikum..
yup.. qta lebih mudah melihat kekurangan orang lain dibanding diri sendiri.. untuk itulah adanya ukhuwah islamiyah.. saling mengingatkan sesama saudara seiman..
oya syukron kunjungannya ke blog ana http://ukhtierna.wordpress.com
Dia telah sediakan semuanya utk kita, tinggal mau atau tidak utk meraihnya.. Tuhan udah ciptakan kita dgn segala macam perangkat dan kelengkapan yg sempurna.. Sayang jika itu semua tidak dimanfaatkan dgn baik dan benar…
Salam hangat.. Salam damai selalu….
Assalamu’alaikum, kadang kesibukan kita pada kehidupan dunia melalaikan kita dari Allah, barulah setelah kita menemukan kesulitan, kita kembali mengingat dan mencari-Nya. Begitu banyak nikmat yg dikaruniakan-Nya untuk kita, seharusnya kita mengutamakan-Nya diatas segalanya, bukankah kita diciptakan untuk mengabdai padaNya. Seperti firman-Nya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS. Adz Dzaariyaat : 56)
semoga saya juga selalu mendaptkan ketentraman, ketenangan dan kesabran amienn
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih
Subhanallah Mas…
Saya ambil kuncinya, 2M, 5K dan 3K…
Insyaalllah… I’ll trying to presents Allah into all of my activities..
Allahu Akbar…..!!!!!!!!!
*merenung*
*membayangkan*
*menangis tersedu*
kita memang harus pandai2 bersyukur.
artikel yang benaar2 jadi bahan renungan.
Berkunjung di malam hari menyapa saudaraku.
Tulisannya sungguh mencerahkan.
Salam silaturahim dari pekalongan.
sudah lama saya merenung soal batas, atau garis pengharapan, bahwa kita manusia hanya mampu berdiri digaris batas keinginan ketika bahagia dan kita akan diuji juga digaris batas kemampuan ketika teruji.
kita hanya mampu berdiri digaris batas ….
*serius banget De, komennya
* iya, jarang jarang nih saya serius.
Mas, sebelum Ade lupa, makasih yah sudah menempatkan saya di kolom “inspiring people”
makasih.
heheee… liat di categories aja kang, udh kepenuhan sidebar cantigi, liatnya jg jd ribet kalo artikel di post display 5-10 skaligus.. ^^
wah…. yang ditulis pakai warna merah menohok sekali
thanks for remaining
Aminnn jadi khusnul khotimah….
Keknya post dibawah itu ada yg terinspirasi dengan comment off
Assalaamu’alaikum Kang,
Rumusnya (2M, 5K dan 3K) boleh juga nih dicoba..
Thx for sharing Kang
Wassalamu’alaikum,
Selalu memulai segalanya dari diri sendiri, itu adalah prinsip yang dibagi oleh salah satu Ustadz dan kemudian aku praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan ya, sering sekali kita mendengar atau membaca pesan yang serupa, tapi seringkali hanya diamalkan sekilas saja lantas lupa.
Duh. Piye tho manusia ini…
kalo seseorang sudah menanam kesabaran dalam sebuah keikhklasan, niscaya ketenangan dan ketentraman adalah imbalannya yang pasti akan didapati
jiaahhh, komen saya kok gak ada yah
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah atas peringatan dan pesan mas Atma berhubung dengan ketenteraman, ketenangan dan kesabaran yang semuanya merupakan janji Allah swt buat jiwa yang mencintai Allah swt dan RasulNya dengan sebenar-benar cinta. Walau sebesar manapun ujian yang dihadirkan Allah swt buat kita bagi menguji keimanan dan ketakwaan kita kepda Allah, jika diterima dengan redha, qanaah dan sabar, pasti tidak ada apa pun yang mampu menjadikan kita berdesah, menyalah dan merungut. Kita tahu bahawa itulah tandanya sayang Allah kepada kita.
Kita diperhati, kita diuji sebagaimana yang diterima oleh para nabi dan rasul juga golongan yang beriman terdahulu dari kita. Tidaklah kita dikatakan beriman, jika belum diuji. Malu rasanya kalau belum menrima ujian yang berat dan sabar dengan ujian itu, lalu mengakui kita beriman. Dengan ujian itulah kita merasai betapa manisnya iman sebagaimana yang dirasai oleh Masyitah, Sumaiyyah, keluarga Yasir, Bilal, Omer The Lion Desert , Zainab al-Ghazali dan sesiapa sahaja yang pernah merasai dan menempuh ujian getir buat menguji keimanan dan ketakwaannya kepada Allah swt. Salam mesra selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.
post yg baik sekali
semoga abangku tetap diberkatih oleh Tuhan
salam hangat dari blue
tulisan yg bagus, saya lengkapin ya :
KENAPA AKU DIUJI?
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.”
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
-Surah Al-Baqarah ayat 216
KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN INI?
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ”
-Surah Al-Baqarah ayat 286
RASA FRUSTASI? TENSION? LEMAH SEMANGAT?
“Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.”
- Surah Al-Imran ayat 139
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). ”
-Surah Al-Imran ayat 200
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”
-Surah Al-Baqarah ayat 45
APA YANG AKU DAPAT DR SEMUA INI?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka… ..
-Surah At-Taubah ayat 111
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. ”
-Surah At-Taubah ayat 129
ARGHHH AKU TDK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!
“… .. dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
-Surah Yusuf ayat 12
hehehee… kang atma bisa wae.
enaknya mah ka ranca bali nya kang, minum teh tubruk langsung dari perkebunan, gulanya pake gula merah, mantafffff saur juragan diditu mah, abis subuh liatin halimun, sebari dzikir, adeemmm…
hadooowww…
subhanallah. gula merah, roti sumbu, burangrang. teu tiasa komen deui. pami abi mah ngebase camp anu deket lembah palih dituna kebon cau, huehuee… bade sakantenan ka puncak kang? teraskeun ka situ lembang? heheee.. muhun kang waktosna, nuju api2 sok sibuk abi mah, huehuee…
Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat (2M), mengatasi masalah Keuangan, Karir, Keluarga, Kesehatan, Kematian (5K), dan kita akan memperoleh Ketenangan, Kesabaran, Ketenteraman (3K).
Subahanallah… Rumus yg oke mas…. 2M => 5K => 3K. sukaaa ini
mahap baru bisa BW mas, sembepet2in mampir minimal bisa ngunjungi 2 blog sehari
Alhamdulillah bisa sampe sini…. ilmunya ngena’ bgt deh ^^
terima kasih Mas Atma… Semoga ALLAH senantiasa memberikan Hidayah-Nya sehingga hati kita menjadi tenang, tenteram dan sabar.
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. (Al-A’raaf, 7:205).
mas, sya malah pernah mendengar kata-kata: bahwa sebenarnya nikmat Allah yang terbesar adalah kesabaran dan rasa syukur.
kalo di pikir, ya betul bgt ya..
coba kalo punya apa2 tapi kalo gak sabar dan bersyukur.. hidup ini malah jadi berat yaa
kalo punya ala kadarnya tapi bersukur dan sabar, ketenangan lah hadiahnya… hm…
nice posting mas… inspiring..
Apapun yang tertjadi, hanya Allah lah kita bermuara
Alhamdulillah, mas walaupun sedikit saya sudah bisa merasakan makna nya bersyukur, jika melihat ke belakang apa yg pernah saya lewati, maka saya sangat bersyukur dengan keadaan saya yg sekarang. semoga kita selalu dalam golongan hamba-hamba Allah yg selalu bersyukur.
Alhamdulillah setelah baca tulisan kang Atma membuat saya ingin semakin bersyukur dan bersyukur atas semua yg sudah Allah limpahkan kepada saya..
InsyaAllah ingin selalu mengingat dan lurus di jalan-Nya amin…
salam, ^_^
memang terlalu banyak orang mengabaiakn Perintah-Nya, tanpa memperdulikan larangan-Nya..bahkan ketika dia berbuat kejahatan cenderung pura² tidak tau bahwa ada Yang Maha Melihat dan Maha Mnegetahui..
bukan begitu kang?
berkunjung dan mencari inspirasi disini, sekaligus bersilaturrahmi agar selalu di ridhoi..
terimakasih pencerahannya kang, tulisan yg bermanfaat sekali..
Lapor: saya sudah selesai ngaji
*eh gak pengen tahu dink, pulang ke kebun sendiri*
Kang … makasih atas tulisannya… sedikit meringankan kalbu ini .. keep posting yah
Amin ya rabb..
subhanalloh. . . terimakasih sudah mengingatkan lewat postingan ini mas.
Makasih ya mas. . . Setelah aku membaca ini. . .hati saya mulai tnanx mulai sabar menerima cobaan…makasih ya mas . . .doain saya yah supaya hati saya selalu tenanx dan sabar. . .and selalu ingat kepada allah…
Lalai bersyukur saat diberi nikmat, dan mengeluh saat diberikan Ujian.
Ini kalimat yang sangat striking di postingan ini …
BTW …
Untuk postingan mengenai “mengalirlah” …
ada kalimat yang saya suka sekali …
Kalau boleh menyebut disini …
maka kalimat itu adalah : …
” Baginya…mengalir dengan sederhana
Adalah Perilaku, bukan wacana…
Dalam kedangkalannya…ia tetap setia pada pengabdian …”
Entah mengapa … saya suka sekali frase itu …
test aja