Sebuah Cermin Diri…
Sederhana tapi kadang tak terpikirkan…Itu yang terlintas dalam pikiran saya, ketika Om Nh mengusulkan kalimat Tag Line saya menjadi Sebuah Cermin Diri…
Lebih Menohok katanya…Thanks ya Om…
Banyak diantara sahabat yang memilih blog sebagai sebuah curahan pemikiran, sebagai sarana berbagi kebaikan dan hikmah, dan banyak lagi tentunya…
Bagi saya pribadi, blog menjadi sebuah catatan, menjadi sebuah curahan perenungan saya, agar saya mampu berkaca dengan apa yang saya tuliskan, kalau yang dituliskan tentang kebaikan, mudah-mudahan itu akan menjadi rambu-rambu bagi saya untuk tidak melanggar apa yang saya tuliskan. Dan jika saya menuliskan tentang keburukan sekalipun yang di benci oleh Allah, maka saya harus mampu menjadikannya sebagai cambuk, agar saya mampu untuk menghindarinya.
Bicara tentang perenungan, seorang kawan yang ternyata membaca beberapa tulisan saya, berpikir bahwa saya sudah berubah dengan banyak merenung…dalam pandangannya, orang yang banyak merenung, berarti tidak lagi seimbang dalam dalam hidupnya, bahkan terkesan meninggalkan kehidupan duniawinya…
Ehm, pemahaman yang kurang tepat menurut saya, karena lain apa yang saya rasakan. Dalam aktifitas duniawi, dan aktifitas fisik yang kadangkala cukup padat, sebuah perenungan sejenak, adalah aktifitas mental yang dapat merefresh lagi hati dan akal pikiran saya…
Merenungkan apa yang terjadi dalam hari ini, merenungkan setiap kesalahan yang sudah kita lakukan, merenungkan sejauh mana kita sudah berubah menjadi lebih baik…karena saya sadari, ketika kita banyak mengingat-mengingat kesalahan-kesalahan kita, tentunya akan membangkitkan komitmen untuk memperbaki diri dan menjadi lebih baik setiap harinya, biarlah sejenak melupaka segala kebaikan yang sudah kita lakukan, karena tentunya itu jika kita lakukan dengan Ikhlas, Allah sudah menugaskan para Malaikat untuk mencatatnya, namun jika kita lalai dalam “menghisab” atau memeriksa diri kita sendiri, maka akan sulit kita untuk menghindarinya kelak….karena, kadangkala perubahan kebaikan atau keburukan dalam diri kita, tidak terasa…seperti tumbuhnya kuku atau rambut dalam tubuh kita…
Dengan banyak memeriksa diri, yang dirasakan adalah kita akan mampu memikirkan hal-hal baik yang sederhana sekalipun, yang tidak terpikirkan dalam kesibukan duniawi kita…
Terinspirasi dari seorang kawan juga, ketika banyak orang “melist” daftar kebaikannya…ia malah membuat daftar kesalahannya setiap harinya…
Berapa banyak hari ini saya lalai dalam bersyukur atas nikmatNya
Berapa banyak hari ini saya lalai meningat Allah dalam setiap tindakan saya
Berapa kali saya hari ini menunda-nunda waktu shalat saya
Siapa saja hari ini yang saya sakiti dengan ucapan saya
Apakah hari ini saya sudah mengajak orang kepada kebaikan…
dst…
Begitu rinci dan detail yang dituliskannya. Ketika saya tanyakan, kenapa…jawabnya ya, biar saya lupa dengan segala kebaikan yang sudah saya lakukan, agar kalimat “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” tidak hanya dibibir saja, tapi diresapkan dalam hati, juga dilakukan dalam perbuatan.”
Merenung, dan menafakuri diri, adalah menyeimbangkan aktifitas raga dan jiwa kita, dan tentunya perenungan yang akan lebih nikmat adalah, ketika diiringi dengan banyak mengingatNya, dengan Dzikrullah sebanyak mungkin…agar hati kita juga mendapatkan petunjukNya dalam setiap langkah menuju ke arah pribadi yang lebih baik…
“Bagaimana mungkin saya menginginkan perubahan yang lebih baik dalam diri ini, padahal saya sendiri tidak pernah memikiran kebiasaan diri ini dan merenungkannya…”
Berapa banyak hari ini saya lalai meningat Allah dalam setiap tindakan saya
Berapa kali saya hari ini menunda-nunda waktu shalat saya
Siapa saja hari ini yang saya sakiti dengan ucapan saya
Apakah hari ini sayasudah mengajak ornag kepada kebaikan…
Comments
15 Responses to “Sebuah Cermin Diri…”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] #2. Berasal Dari Blog ATMAKUSUMA Gara-gara postingan saya mengenai TAG LINE … Juga karena baku komentar … diskusi kecil dan singkat kami di Blog … Dia benar-benar mengganti Tag Line atau Slogan Blognya … Dia mengganti Slogannya … berdasarkan usulan sederhana dari saya … [...]


(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Tiap kita memang harus mempunyai cermin untuk menatap wajah dan hati masing-masing. Blog bisa memberikan kontribusi untuk itu,
langkah yg paling baik,adalah menghisab diri sendiri sebelum diri kita dihisab olehNYA.
betap bijak teman Mas Atma.
tetaplah terus berteman dgn orang yg bijak seperti itu.
sampaikan salam bunda utk temannya Mas Atma.
salam.
insyaallah, bunda ingin mengikuti apa2 yg dilakukan oleh temannya Mas Atma.
hari ini berkunjung, bunda mendapatkan pelajaran yg sangat berharga.
terima kasih krn telah berbagi, Mas Atma.
salam.
Mas Atma …
Jangan pernah takut untuk menjadi Perenung … di Blog …
Seperti yang dikemukakan mas Atma …
So merenung itu di Alam Maya
Dan Melakukan Amalan nyata sesuai hasil perenungan itu adalah porsinya Alam Nyata …
Balance Bukan …
So Be Your Self …
Dan memang betul …
Seperti juga yang sering diucapkan oleh para Khotib …
Bahwa mereka melakukan ceramah … yang pertama itu ditujukan pada diri sendiri … dan memang itulah yang benar …
Mulai dari diri sendiri …
Demikian juga dengan Blog …
So … tetap lah bercermin Mas Atma …
Dan saya yakin Orang lain juga akan mengambil manfaat dari cerminan tersebut … (paling tidak itulah yang saya rasakan ketika saya berkunjung kesini …)
BTW : Tulisan Mas Atma makin asik nih … sudah banyak paragrafnya … sehingga semakin asik menyimaknya …
Salam saya Mas …
Ya ALLAH, tolonglah hati-hati kami ini, agar hidup dengan Hidayah-Mu.
Terima kasih Mas Atma..
terimakasih atas post nya mas..
mhm…
cocok banget tagline “sebuah cermin diri..”
dengan isinya…
Merenungi apa yang kita perbuat selama ini, apa baik atau buruk, dah salah atau benar, itu harus selalu kita lakukan kak, agar kita bisa instropeksi diri, dan kita jadi lebih dekat dengan-Nya
Ups.. jadi berasa kesindir neh…ok a’ selalulah bercermin, asal jangan trus jadi narsis kebanyakan bercermin he..he.
cermin saya adalah orang orang disekitar saya, mereka mampu menunjukan keburukan saya dengan sempurna. Dulu saya pernah memiliki seseorang yang secara khusus menjadi cermin saya, kelembutannya menjadi cermin itu begitu bening, kejujurannya membuat cermin itu mampu melihat yang tak terlihat. cermin ajaib untuk saya.
kalau saya pernah dimarahi seorang embak, ”buku bacaan nisa kok banyak yang perenungan? kapan majunya merenung aja..”
hm.. waktu itu saya mikir, ”merenung kan juga buat kemajuan..”
merenung, tafakur.. begitu nikmat dirasa. alhamdulillah.. :’)
nice blog nice cerita
Untuk blog ini, saya lebih suka tag yang kemarin … lebih mas Atma gitu loh, dibanding yang sekarang. Menjadi cermin itu memberi gambar pada orang lain mas, kalau bercermin untuk diri pasti adanya di cermin orang lain.
*salah ya Ade? * “kayanya iya salah nih Ade komennya?” balik ke kebun sendiri deh.
saya pribadi kalo nonton film lebih suka yg bikin saya ‘mikir’
kebalikan dengan orang lain yg hanya butuh hiburan saja,saya merasa sia2 bgt kalo nonton gak dapet ‘sesuatu’ utk direnungkan dan dibawa pulang dalam kehidupan nyata saya…
jangan takut jadi berbeda,gak semua orang mau memikirkan tentang hidup ini serta tujuan2nya,dan memang seperti itu,karena dunia ini cenderung membuat manusia terlena:)
ditunggu mas ajakan nontonnya itu (entah serius atau tidak,hehehe)
mohon ditambah fesbuk saya di : hadi_dot@yahoo.com
insya Allah ini awal pertemanan yg baik,salam hangat saya:)