Hitam Putih Cinta
CINTA BISA HITAM BISA PUTIH…

Tentang hubungan antar Insan. Menurut apa yang dilihat, pernah dirasakan, lalu menurut sebagian orang…
| Cinta Menjadi Hitam… | Cinta Menjadi Putih… |
|
|
(Yang mau tambah…di komentar aja…
)
Namun ternyata setelah melalui proses berfikir, seiring dengan perjalanan hidup, pandangan tentang cinta itu lambat laun berubah…tidak semua orang merasakan indahnya dari sebuah hubungan antar insan, banyak yang merasakan “Hitam“nya cinta itu sendiri dan pada akhirnya menjadi negatif terhadap makna cinta yang sesungguhnya. Apa yang selama ini dirasakan mengalami metamorfosis, begitu juga ketika saya mengamati banyaknya kondisi seseorang yang mulai menyadari bahwa makna atau arti dari cinta itu sebenarnya dapat dipahami sebagai sebuah proses hubungan yang transendental, alias cinta itu hanya ditujukan kepada Allah semata dan kepada Rasul-Nya…
Lalu apa makna cinta antar insan yang selama ini dipahami..?
Itu merupakan Rasa Kasih dan Sayang yang Allah tanamkan kedalam hati kita.
Namun kadangkala, rasa yang ditanamkan itu akan menjadi bias, manakala kita tak mampu mengendalikannya dan dihinggapi Nafsu duniawi belaka…
Mengapa Kasih Sayang ?
Kasih Sayang tidak akan merubah status kita dengan siapapun dan kepada siapapun kita memberikannya atau merasakannya…
Ketika saya ditegur oleh ibu saya, saya tetap menyayanginya, dan saya tidak menjadi mantan anaknya, lalu ketika seorang sahabat berbeda pemahaman dengan saya, tidak lantas dia menjadi mantan teman saya, karena saya tetap menyayanginya.
Sementara hubungan dengan Allah…
Jika kita mencintai selain daripada-Nya, bahkan sampai kita menyembah selain daripada-Nya, maka kita akan mendapat predikat atau status Musyrik…begitu juga jika kita sampai berpaling dari-Nya dan tak kembali kepada-Nya, bisa saja status Kafir melekat dalam diri kita. Na’udzubillah…
Namun jika kita memberikan cinta kita kepada Allah semata, sudah menjadi Janji-nya bahwa Dia akan mencintai kita juga, bahkan kerinduan kita akan begitu memuncak kepada-Nya, manakala kita makin menyadari bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan Hamba-Nya yang mencintai-Nya. Dan jika kita senantiasa Mencintai Rasulullah sebagai kekasih-Nya, maka insya Allah Beliau mendoakan kita agar mendapatkan ampunan-Nya.
Jika kita disayangi oleh seseorang dan banyak memberi kebahagiaan kepada kita, biasanya kita akan senantiasa mengingat orang itu dan merindukannya jika kita merasa jauh dari orang tersebut. Maka sudah selayaknya kita memberikan cinta kita kepada yang Maha Mencintai dan senantiasa memberikan Nikmat yang tak terhingga kepada kita, dan tentu saja senantiasa mengingat-Nya dalam keadaan apapun. Agar Cinta itu senantiasa Putih…
Bicara tentang cinta memang tidak ada habisnya, namun semua kembali kepada pemahaman masing-masing, hanya saja jangan sampai salah memahami makna cinta, hati kita menjadi rusak dan hidup kita menjadi sia-sia…
Seperti mutiara hikmah yang belum pernah saya ganti dalam sidebar saya…
“Rinduilah Tuhanmu melebihi rindumu pada kekasih lain, kasihilah Tuhanmu melebihi kasihmu pada kekasih lain, karena kekasih lain akan meninggalkanmu atau kau tinggalkan sedangkan Tuhan adalah yang kita tuju”
Kita memang akan menuju kepada-Nya, dan proses cinta kepada-Nya kadang menemui jalan berliku, apa yang saya rasakan dan banyak orang juga rasakan, adalah bagian dari perjalanan hidup. Untuk hari esok yang lebih baik dari hari kemarin, untuk kebahagiaan abadi yang ingin kita raih di kehidupan setelah ini…
Subhanallah…
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
Comments
22 Responses to “Hitam Putih Cinta”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] [...]


Subahanallah…
bahagia memang rasanya mencintai dan dicintai, namun sakit pastinya jika cinta itu ternoda.,,
satu hal yg telah saya pelajari bahwa Allah tidak menyukai yg berlebih-lebihan, termasuk dalam mencintai makhlukNYA, karena ALLAH maha pencemburu, Cinta hakiki hanya milikNYA.
postingan ini menyadarkan saya kembali bahwa seyogyanyalah bahwa semuanya kita serahkan kepadanya, termasuk dalam hal cinta terhadap sesama. ^^
salam dan terimaksih
Assalamu’alikum,
Cintailah segala sesuatu di dunia ini sesuai porsinya, jangan berlebihan, karena kita pasti akan berpisah dengan segala sesuatu yang kita cintai di dunia ini. Cinta terbesar kita seharusnya hanya untuk Allah SWT dan selanjutnya kepada Rasulullah Saw. (Dewi Yana) blog lama saya : http://jalandakwahbersama.wordpress.com
Salam Takzim
Mengunjungi sahabat dimalam hari membawa kehangatan teh bersama sepotong pisang goreng, agar tubuhmu tidak renta digerogot malam, secerca harapan juga dijunjung semoga keranda kebahagiaan selalu bersamamu
Salam Takzim Batavusqu
Subhanallah…..
Mungkin beberapa waktu lalu memang hatiku terasa hitam, tidak ada rasa manisnya…
Namun, Alhamdulillah, Allah menunjuki hamba-Nya yang sedang gundah gulana akibat cinta sesama manusia.
Well, sekarang saya berusaha kuat agar bisa menCINTAI Allah melebihi apapun di dunia ini
Kalau aku sedang mencoba melihat cinta dengan berjuta warna, tidak cuma b/w atau grayscale, tapi true color atau setidaknya high color atau cuma vga yah, mega pixel brapa? (halah)
Cinta punya pemicu (wah seperti bom aja) ada internal dan eksternal (kalo ini kaya hardware). Tapi ada inti dan pupuk atau bahan bakar yaitu komitmen, konsekuen, aksi dan pembuktian. Warna cinta tergantung pada manajemennya.. (padahal pelajaran cinta di blogku belum sampe sini nih).. yaitu sinkronisasi antara jenis dan kekuatan cinta..(lagi nulis bab jenis cinta belum selesai juga).
selebihnya.. semoga bisa kutulis di blogku tentang IPC (Ilmu Pengetahuan Cinta)
Allah swt tdk menyukai segala sesuatu yg serba berlebihan,
hendaknya kitapun begitu, ketika mencintai seseorang janganlah melebihi cinta kita padaNYA.
Salam.
CINTA manusia tidak ada yang abadi, karena nya kita harus bisa mencintai makhluk sewajarnya saja, agar suatu saat kalau kita kehilangan dia, cinta itu tidak akan menjadi CINTA yang hitam…
cintai aku lagi, seperti waktu itu … [ambil gitar dan bernyanyi]
“…proses cinta kepada-Nya kadang menemui jalan berliku …”
Benar sekali …
Dan kadang bahkan …
Jalan berliku itu justru manusia sendiri yang menciptakan …
Manusia sendiri yang membuatnya menjadi berliku …
Salam saya
selamat malam
artikel yang baik
salam hangat selalu
Cinta..oh..cinta..memang ga ada habis-habisnya kalau ngomongin cinta….
saya setuju dengan cinta yang dihinggapi nafsu…tapi jika cinta kepada Rabb tentunya cinta yang dihinggapi nafsu muthmainnah…begitu?
tulisannya udah bagus Mas… tingkatkan intensitasnya Aja
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
CINTA adalah IMAN kepada ALLAH.. CINTA adalah GAIB.. dengan berkendara CINTA sajalah maka kita dapat bertemu YANG MAHA GHAIB.. CINTA adalah ANUGERAH ILLAHI terbesar dalam HIDUP..
Kakak, afwan kak, baru sempat kemari..
Aku jadi pengen menulis tentang cinta nih, ntar mo survei dulu
gag nyambung ya..
(nanya orang” yg lagi jatuh cinta)
cinta yang hakiki hanya cinta karena Allah semata
Assalamu’alaikum..
“Cinta bukanlah segalanya tapi ketiadaan cinta akan menghilangkan segalanya”..mungkin itulah pepatah sebagai acuan akan pentingnya cinta namun bukan yang paling penting karena yang paling penting adalah kecintaan kita pada sang pencipta,karena kita di ciptakan atas dasar cinta-Nya.dan menjadi kewajiban kita harus memberikan cinta kita pada pemberinya.
Salam kenal Pak..
Wassalam..
Assalamu’alaikum,
Cinta antar sesama yang diajarkan dalam agama kita adalah dalam bentuk silaturahim. Sebab silaturahim itu tidak ada yang hitam. Bukan silaturahim kalau tidak tulus, atau punya tujuan tertentu yang kurang baik.
Memang kebutuhan psikologi yang paling utama adalah mencintai dan dicintai. Berbahagialah orang yang dicintai dan mencintai orang lain. Berbahagialah orang yang mencintai dan dicintai Allah. Ya Allah mudahkanlah aku mencintai-Mu.
Terima kasih.
Salam.
artikelnya bikin sejuk hati.. mantap bro..
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah, kita berusaha bersama berbagi hikmah yang indah ini. Subhanallah, asyik sekali kalau cinta kita sentiasa di hati orang yang kita cintai. Tidak semua cinta itu kita miliki, ternyata cinta hitam banyak berkelana di bumi berbanding cinta putih. Namun cinta ‘bercahaya” sahaja yang sepatutnya kita raih dahulu sebelum mencintai yang lain. oleh itu, walau menemui cinta hitam.. jangan sekali membencinya kerana itulah huluran kasih Allah untuk dilalui walau tidak kesampaian. Salam mesra selalu dari Malaysia.
Assalaamu’alaikum
CINTA YANG DATANG PERLAHAN… KEKALNYA LEBIH LAMA DAN BERAKAL. CINTA JUGA MEMBUAT ORANG LEMAH MENJADI KUAT DAN ORANG KUAT MENADI LEMAH. Salam mesra dari Malaysia.
cinta ibarat jambatan, cuma hati yg melihat dapat menentukan destinasinya..ke jurang atau ke puncak..rasanya nikmat kdg2 pahit melaluinya n penghujungnya..berbeza-beza..bergantung dengan apa yang kita cintai diibaratkan destinasi..sebaik-baik cinta adala ibarat jambatan teguh sedang destinasinya menuju istana..seperti cinta insan kepad Pencipta nya.Cinta hanya perantara yg silap hanya manusia ibarat menuju jambatan rapuh akhirnya jatuh ke gaung…Jgn slhkn TUHAN jika terjadi kpd kita kdg2 memang silap kita membuat pilihan laluan sdgkn jambatan menuju TUHAN itu lbh terjamin… tp mnusia itu sering menuju jambatan yg indah walaupun tahu ia akan roboh..