MANISNYA HAWA NAFSU ITU PAHIT
“Manisnya hawa nafsu yang ada dalam hati, adalah penyakit yang sulit disembuhkan”
Hati itu tempat bertahtanya iman, dan makrifatnya keyakinan, dan semua ini adalah obat bagi penyakit yang diakibatkan oleh hawa nafsu dan syahwat. Akan tetapi apabila penyakit seperti ini telah menjalar ke hati, maka tidak ada lagi tempat pengobatannya. Itulah kesukarannya pengobatan, sehingga sulit untuk sembuh.
Hawa nafsu dan syahwat badani termasuk penyakit hati yang sering menghinggapi manusia. Apabila hawa nafsu itu telah masuk dan menusuk hati, maka rusaklah hati, dan apabila dibiarkan saja, ia akan membusuk, dan sukar disembuhkan. Dosa karena hawa nafsu itu ibarat setetes kotoran yang jatuh di atas lembaran hati manusia. Sekali manusia itu berbuat dosa, satu titik kotoran melekat di atas hati. Apabila tidak dicegah, tetesan dosa itu lama kelamaan akan menutup seluruh permukaan hati, maka gelaplah hati. Ia tertutup dari sinar iman karena sudah dipenuhi oleh kegelapan dosa dan hawa nafsu.
Hawa nafsu dan syahwat memang selalu mengajak kepada kejelekan. Ia akan menghinggapi manusia, ketika jiwa yang kosong dari iman dan dzikir. Dalam hawa nafsu itu pula setan mengatur siasat dan mengarahkannya agar lebih pandai berhadapan dengan manusia yang selalu zikir kepada Allah. Sebab hawa nafsu tidak akan mampu berhadapan dengan hamba Allah yang selalu zikrullah.
Setan selalu memanfaatkan nafsu amarah yang merusak, sedangkan manusia beriman selalu dilindungi oleh zikrullah sehingga jiwanya tenang dan waspada oleh nafsu muthmainnah.
Nafsu mutmainnah adalah nafsu yang tenang dan damai dalam hati manusia. Nafsu ini membimbing manusia menghadap Tuhan dan mencari keridaan-Nya. Dalam hidup di dunia nafsu mutmainnah mengarahkan manusia untuk mencapai ketentraman dalam hidup, mempermudah mendapatkan petunjuk, dan memberi kekuatan untuk tekun beribadah. Di hari akhirat nafsu mutmainnah akan mengantarkan ruh manusia yang yang saleh dan para hamba yang arif berangkat menemui Allah Swt, dengan ruh yang damai dan tenteram, hingga memasuki surga jannatun na’im.
Menjaga dan memelihara kebersihan hati adalah sifat orang beriman dan para hamba yang saleh. Hati itu adalah cahaya dalam diri manusia, ia adalah pelita kehidupan manusia beriman. Jagalah jangan sampai pelita yang sedang bercahaya itu redup. Jikalau cahaya pelita hati itu redup, adalah alamat ia sedang sakit. Cepatlah diobati, kendalikan hawa nafsu amarah itu, dan belokkan ke arah nafsu mutmainnah. Ketika pelita hati sedang redup, dekatilah Allah, tingkatkan ibadah dan dzikir, jauhilah perkara syubhat dan dosa-dosa walaupun sebesar biji sawi. Penuhi kembali hati dengan siraman iman dan dzikrullah, itu adalah satu-satunya obat hati.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Sesungguhnya dalam jasad anak Adam itu ada segumpal daging, apabila gumpalan daging itu baik, maka baik pula jasad manusia. Apabila gumpalan daging itu rusak, maka rusak pula jasad manusia. Ketahuilah bahwa gumpalan daging itu adalah hati.”
Oleh karena itu jangan dibiarkan nafsu dan syahwat itu mengendap di dalam hati, ia akan membuat sarangnya di dalam hati lalu bertelur dan menetaskan hawa nafsu baru dan bentuk-bentuknya. Sementara setan mengatur siasatnya kembali untuk menghancurkan benteng iman.
Cepat keluarkan dan usir nafsu syahwat itu dari dalam hati. Bentengilah dengan iman dan dzikir yang tidak putus-putus. Seorang Ahli Hikmah berujar :
“tidaklah nafsu syahwat itu dapat dikeluarkan dari dalam hati, kecuali adanya rasa takut yang menggetarkan dan rasa rindu yang menggelisahkan.”
Hawa nafsu itu memang memiliki kekuatan, apalagi hati sudah ditaklukkan, maka kekuatan akan berlipat-lipat. Yang akan mampu mengusir kekuatan hawa nafsu adalah petunjuk, yang datang dari Allah Swt.
Takut yang menggetarkan hati manusia dan menggoncang jiwa para hamba Allah, ialah ketakutan yang akan menimpa di hari akhirat dan siksa Allah di dunia, karena membiarkan hati digerogoti oleh hawa nafsu, sehingga jiwa menjadi merana dan tak berdaya. Di samping itu ruhul mutmainnah manusia yang tersisa dalam jiwa, merindukan kepada semua janji Allah dan pertemuan dengan Maha Pencipta alam semesta ini. Rasa takut dan rasa rindu dalam hati dan jiwa manusia adalah dua kekuatan yang berpadu menjadi satu yang mampu memberi dorongan menghadapi hawa nafsu, sekaligus menghancurkannya.
Comments
27 Responses to “MANISNYA HAWA NAFSU ITU PAHIT”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] rasa yang ditanamkan itu akan menjadi bias, manakala kita tak mampu mengendalikannya dan dihinggapi Nafsu duniawi [...]


nafsu itu yang membuat ketenagan jiwa, semoga dan jiwa ini bertambah baik
Semoga kita bisa mengendalikan hawa nafsu kita ya kak..
dzikir, sabar dan ikhlas itu hebat.
nafsu sendiri sering dikonotasikan pada hal negatif, padahal ada juga nafsu yang positif. hampir engga mungkin rasanya kalo manusia engga memiliki nafsu. masalahnya terletak pada niat, tujuan dan pengendalian. posting yg bagus bro…
jangan turuti hawa nafsu…
Kecuali nafsu untuk bertaubat…
*Sok Alim Mode On*……
@indra…betul sekali bro. Yang penting kan dah ada niat…
..hawa nafsu yg terasa enak ibarat racun dalam makanan yg enak.. orang yg rakus dan tak tau kandungan makanan itu mgkn akan memakannya.. orang yg punya ilmu tentang kandungan makanan itu akan menolaknya atau mempertimbangkannya sebelum memakannya, jika kuat niatnya utk menjaga tubuhnya dia takkan memakannya, jika dia tergoda kmudian memakannya mgkn dia kan menyesal dan segera berusaha menawarkan atau mengobatinya.
Terima kasih.. tulisan Anda menyadarkanku..
yg pulang kepada ALLAH adalah RUH, harus dicari metode yg paling akurat untuk melathnya (WAJIB DIPASTIKAN METODENYA), insya alah dalam proses mencari metode ini dan jika sudah ketemu metode tsb, insya allah semuanya kan mmeberikan efek yg luar biasa untuk semuanya yg ada di dalam diri ini.
Wah… yang begini ini musuh utama kawula muda, macam saya…
Manstaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbbbss
@Kang Boed…Terimakasih kang..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah, hadir untuk berkenalan dan terima kasih atas ziarah ke laman saya. Mudahan Allah memelihara kita dari sesuatu yang boleh memalukan diri kiita sendiri di hadapan Allah kerana dosa dan pahala yang dibawa itu adalah tertakluk kepada keinginan kita untuk melakukannya. Saya addkan laman saudara di ruang Menuju Dunia Sahabat di laman saya agar mudah berbahagi hikmah di masa mendatang. Insya Allah. Salam mesra dari Malaysia.
@SFA…Amin…Insya Allah selama kita masih mengingat-Nya, kita senantiasa ada dalam peliharaan-Nya. Terimakasih kunjungan baliknya…Link anda juga saya add
Assalamu’alaikum,
Tulisan yang menarik, mengajak untuk introspeksi.
Yang harus tetap kita usakan adalah semakin diperkuatnya iman. Iman harus menjadi pengendali hawa nafsu ( keinginan diri ).
Hatur nuhun.
Salam ka sadayana
Hhmm…akan menjadi penyakit tentunya apabila tidak segera dikeluarkan
di sini si botol hejo belum mas..
disini si botol koneng sudah di ADDS dari waktu komentar di atas..
ooo yayayaya.. rumah botol hejo sama botol kuning beda mas..
Semoga nafsu yg kerap bersarang di hati adalah nafsu yg melahirkan ketentraman, amiiin.
Aku sedang bersedih hati
Terima kasih banyak atas supportnya ya Mas…
@Joe…Sama2 Joe…
lebih enak manisnya iman…
tulisan yang informatif sekali kang… terima kasih ya..
pokoknya makasih bangat atas artukel yg engkau buat sahabatku
salam hangat selalu
Ya Qohhar… Ya Qohhar…..
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR
MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN
SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..
SALAM SAYANG SELALU
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
salam kenal aja deh
sukron atas artikelnya!!!!!!!!!!!!