IBSN : Adikku + Lupus = Tegar
Bandung, Pertengahan tahun 2004
“Gimana mah kimoy ? (nama panggilan adikku)”
“Darahnya masih diperiksa di laboratorium, hasilnya belum ketahuan”, jawab ibuku.
Hari kedua dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Bandung masih belum ketahuan juga apa yang menjadi penyebab sakitnya kimoy, padahal sudah hampir 4 labu darah diinfuskan kedalam tubuhnya.
hari ketiga pada saat kunjungan dokter ke ruangan kimoy, dokter ahli penyakit dalam tersebut mendignosa bahwa kimoy terkena “anemia hemolitik“, agak asing di telingaku penyakit tersebut, tapi yang pasti berhubungan dengan darah, belakangan aku ketahui dari sebuah tulisan di internet bahwa Anemia Hemolitik adalah anemia yang terjadi karena meningkatnya penghancuran sel darah merah. Yang jelas pada saat itu setelah diinfus 4 labu darah, kimoy berangsur-angsur pulih, dan pada sore harinya sudah diizinkan untuk pulang.
2 Minggu Kemudian…Awal sebuah siklus 3 bulan
kimoy yang sudah bisa beraktifitas kuliah lagi mendadak jatuh sakit lagi, gejalanya hampir serupa, badannya berubah menguning hanya kali ini disertai linu diseluruh tubuhnya, tulang sendinya merasa ngilu, tanpa ba bi bu lagi kimoy langsung di bawa ke rumah sakit, namun kali ini kami membawanya ke sebuah rumah sakit umum pusat di Bandung, setelah masuk ruang UGD akhirnya kimoy harus dirawat juga di RS tersebut, tentu saja hasil “Medical Report” dari perawatan RS swasta sebelumnya harus kami bawa dan diserahkan kepada dokter yang menangani, kali ini dokter yang menangani adalah dokter spesialis darah. Masih seperti sakit pertamanya, kimoy tetap harus di tranfusi darah lagi, namun sekarang harus masuk 16 labu darah Golongan B ke dalam tubuh mungil kimoy, Hb nya saat itu 2,9 yang pada saat sehat seharusnya 14-16 Hb nya.
Miris sekali hati ini melihat kondisi Kimoy saat itu, wajah putihnya berubah menjadi kuning, bibir kering, dari mulutnya terdengar erangan pelan menahan rasa sakit yang tak terperikan…Hampir seluruh keluarga menangis, kecuali Ibuku yang sangat tegar menghadapi kenyataan itu.
Labu demi labu darah ditransfusikan ke tubuh Kimoy, setiap labu harus habis dalam waktu 4 jam dari sejak darah itu di olah di PMI, yang lebih memilukan lagi, saat “oknum” karyawan PMI mempersulit proses pengambilan darah, padahal darah itu disumbangkan dari teman dan saudara yang mendonorkan darahnya untuk Kimoy. akhirnya karena keterlambatn itu, sisa labu darah yang ada harus segera masuk ke dalam tubuh Kimoy, mungkin karena terlalu cepat dipaksa untuk masuk, akhirnya tubuh Kimoy bereaksi sampai Kimoy sulit untuk bernafas, rintihan halusnya saat itu mungkin mewakili teriakan rasa sakitnya. ARGHH…!! aku tak sanggup untuk melihat kondisinya saat itu, Alhamdulillah setelah diberi oksigen, Kimoy berangsur tenang kondisinya.
Besoknya setelah sampel darah Kimoy diperiksa di Lab, dokter masih memutuskan untuk melakukan tes yang lain lagi, yaitu ANA Tes. Apa itu ANA Tes ? ANA tes adalah suatu pemeriksaan darah yang menghitung antibodI yang terbentuk yang secara langsung melawan berbagai komponen dari nucleus (inti sel). ANA Tes merupakan salah satu tes untuk mendeteksi penyakit LUPUS . Hasil ANA Tes kimoy ternyata positif, menandakan bahwa Kimoy di diagnosa memiliki penyakit Lupus Systemic Lupus Erythematosus (SLE).
Apa itu Lupus, saat itu aku baru mendengar ada penyakit yang namanya seperti tokoh dalam Film Jadul tahun 80-an yang hobinya ngunyah permen karet. Penjelasan singkat dari dokter menagatakan bahwa Lupus adalah penyakit autoimmun di mana antibodi yang seharusnya melindungi tubuh karena sebab yang tidak diketahui sampai saat ini, menjadi liar dan menyerang jaringan-jaringan tubuh normal.
Sampai disini saya akan sedikit membahas mengenai Lupus yang saya sarikan dari berbagai sumber di Internet, seminar Lupus yang pernah saya ikuti, dan tentu saja hasil konsultasi dengan dokter yang menangani Kimoy, Lupus ada 3 jenis, yaitu :
1. Discoid Lupus, yang juga dikenal sebagai Cutaneous Lupus, yaitu: penyakit Lupus yang menyerang kulit.
2. Systemic Lupus, penyakit Lupus yang menyerang kebanyakan sistem di dalam tubuh, seperti kulit, sendi, darah, paruparu, ginjal, hati, otak, dan sistem saraf. Selanjutnya kita singkat dengan SLE (Systemic Lupus Erythematosus).
3. Drug-Induced Lupus, penyakit Lupus yang timbul setelah penggunaan obat tertentu. Gejala-gejalanya biasanya menghilang setelah pemakaian obat dihentikan.
Fakta Lain tentang Lupus,
- Odapus adalah istilah untuk penderita Lupus
- penyakit ini tidak menular,
- perbandingan penderita antara wanita dan pria adalah 9 : 1 artinya wanita lebih rentan terkena Lupus,
- 80% wanita penderita Lupus adalah pada Usia Produktif,
- Ras Asia rasionya lebih memungkinkan terkena Lupus dibandingkan ras kulit putih
- Angka kematian berdasarkan penelitian terakhir menyebutkan bahwa 90% odapus bertahan hidup hingga lebih 5 tahun dan sekitar 80% bertahan sampai 10 tahun
- Lupus disebut juga sebagai penyakit seribu wajah, karena banyak gejala yang berbeda pada masing-masing odapus. kadang nyeri sendi, ruam pada kulit, trombosit yang ngedrop, Anemia, sakit pada ginjal, kadang juga agak sensitif terhadap sinar UV.
- Kemungkinan untuk memilki keturunan tipis sekali
- Saat stress, virusnya akan semakin ganas
- Informasi terakhir yang saya peroleh, FDA Amerika sudah mengeluarkan ijin untuk peredaran obat Lupus, tapi ternyata obat ini hanya mampu membuat Odapus bertahan hidup normal selama 6 bulan, selanjutnya harus diinfus obat ini lagi, harga satu labu nya kurang lebih sekitar Rp. 20.000.000
Kembali ke Kimoy…
Dalam kebingungan atas penyakit yang dideritanya, Kimoy pulang dari rumah sakit, dan banyak sekali obat yang harus diminumnya, ada jenis obat kanker, untuk rematik ada juga, bahkan Prednison salah satu jenis obat Kortikosteroid yang mempunyai efek samping juga jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, apalagi dengan dosis yang lumayan tinggi. Berharap untuk sembuh namun obat yang diminumnya sangat beresiko merusak organ tubuhnya yang lain.
Saat itu aku coba cari info tentang Lupus, dalam sebuah seminar aku tahu ada sebuah organisasi Nirlaba yang bergerak dalam pendampingan Odapus, namanya Yayasan Syamsi Dhuha pimpinan Ibu Dian Syarief, seorang Odapus yang gigih memperjuangkan nasib para Odapus, pada saat bertemu dengannya, saat itu penglihatannya hanya sekitar 5% lagi karena SLE , namun beliau sangat tegar sekali dan penuh percaya diri dalam melakukan pendampingan.
3 Bulan Kemudian
Kimoy masuk RS lagi, rawat inap dan harus ditranfusi 6 labu darah + tambah dosis obat
3 Bulan Kemudian
Kimoy masuk RS lagi
Tahun 2004 berarti 3 kali Kimoy masuk RS
Tahun 2005…
Kimoy 4 kali masuk RS
Tahun 2006…
Kimoy 4 kali masuk RS
Tahun 2007…
Kimoy 3 kali masuk RS
Tahun 2008…
Setelah setahun pensiun dari RS, awal November kimoy dalam seminggu 2 kali masuk RS
Pagi Ini…
Mungkin saat ini sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja dari tempat kostnya, lalu berjalan kaki ke kantornya yang hanya berjarak 200 meter, sebuah perusahaan BUMN di Bandung, dimana dia bekerja sebagai staf acounting.
Adikku + Lupus = Tegar
Sikap optimis dalam menatap masa depan, ingin diperlakukan sama selayaknya orang sehat. Tegar ! itu yang bisa aku ungkapkan, aku dan ibuku pun selama ini melihat kondisi dia berusaha untuk tetap tegar, namun Kimoy sejak 4 tahun yang lalu telah bersikap TEGAR.
Bagiku, hanya kepada Allah tempat kembali, Hanya kuasa-Nya lah yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit, Sebagaimana sabda Rasul…”tiap-tiap penyakit itu ada obatnya…”
Tahun 2009
Ikhtiarnya cukup kuat, Dibalik kesulitan pasti terdapat kemudahan, Insya Allah tahun ini kimoy akan sembuh, obatnya hanya bertafakur kepada Allah SWT…
Mohon Doanya…
IBSN adalah sebuah wadah insan indonesia dalam jaringan internet dengan berbagai jenis blog platform yang memiliki konsep keindahan berbagi berbagai hal bermanfaat untuk kebaikan pada sesama, dengan tujuan untuk membuat hidup ini makin bermakna. VisitIndonesians’ Beautiful Sharing Network
Comments
12 Responses to “IBSN : Adikku + Lupus = Tegar”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] tentang Penyakit ini, Itu juga yang saya alami ketika penyakit ini menimpa adik saya. Saat ini Informasi tentang LUPUS sudah banyak disampaikan di Media Cetak, Elektronik, ataupun [...]


semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesabaran dan pahala yang berlipat
Amin
Terima kasih mas atma..sudah berbagi..
Sie semakin yakin sie akan sembuh..
Titip salam buat kimoy yach..
Semangatnya sangat menginspirasi..
Keep high spirit ^^v
amien sie…jangan pernah bosan untuk meminta sama Allah, Salam balik dari Kimoy…
hanya orang2 terpilih lah yang Allah pilih untuk dapat merasakan nikmatnya bersabar, nikmatnya bersyukur dan nikmatnya sakit… karena sakit itu mampu menggunggurkan dosa-dosa…
Barakallah…
Amien..
hari ini, mir baru saja pergi periksa ke laboratorium terkait dengan adanya diagnosa dokter mengenai lupus pada diri mir yang ditandai dengan bercak2 merah diseluruh tubuh, rambut rontok, badan panas.. kimoy, mir sangat terinspirasi dengan semangat mu tp seandainya hasil lab menytakan mir memang lupus, mir masih takut menghadapi kenyataan itu nantinya.
sangat menarik, terima kasih
Kimoy pasti sembuh, karena doa mas-nya yang luar biasa …
baru baca ini… ,gimana kabarnya mas sekarang adikmu ini ??
salam.. kenal
salam Odapus
mba kimoy seamangat ya… cempaka juga tetup semangat .. keep fighting!!!!
semoga cepat sembuh……………..menarik sekali
gimana kbrnya kimoy?