(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Al Imron 3 :191)

Memperhatikan Kesalahan Kecil

Desember 30, 2009 atmakusumah 4 komentar

“hal yang paling saya takutkan dalam pendakian, bukanlah bongkahan batu karang yang berukuran besar namun mudah dihindari agar bisa selamat, tetapi justru adalah sebutir kerikil pasir kecil yang masuk kedalam sela-sela jari kaki selama mendaki yang mengakibatkan kaki menjadi infeksi dan si pendaki gagal dalam mendaki”

~Sir Edmund Hillary~

Pendaki dan Penakluk Mount Everest

Kemarin Pagi  saya ada pertemuan dengan team kecil, dimana selama ini saya bekerja, sebetulnya itu hanya evaluasi rutin saja. Tapi pagi itu pertemuan agak tegang dan lain dari biasanya, karena secara dadakan masing-masing orang mengeluarkan unek-unek masing-masing, entah karena momen akhir tahun, atau karena selama setahun ini rasa unek-unek itu sudah semakin mendesak ingin dikeluarkan.

Unek-unek yang dikeluarkan umumnya seputar, tidak ada disiplin dan aturan yang tegas dalam masalah waktu, ada yang datang terlambat dalam beberapa kegiatan…Overlapping Job desk, yang dipahami sebagai penyerobotan wilayah kerja masing-masing, padahal tugas sendirinya belum tentu beres juga.

Ada yang katanya egois…

Ada juga yang curhat, karena pernah merasa tersinggung gara-gara celatakan celetukan sesama teman…

Macem-macem yang dibicarakan pagi itu…

Setelah semua unek-unek keluar, ploong…

Suasana menjadi cair kembali…

Selanjutnya tentu membahas jalan keluarnya bagaimana…

Intinya, hari kemarin saya memperoleh pesan singkat “perhatikan Kesalahan-Kesalahan Kecil”

Team Building bisa terbentuk Karena adanya kekompakan yang selalu dijaga, meminimalisir Kesalahan kecil juga akan menjaga Team Spirit yang pastinya berdampak positif kepada Team Work…harapannya akan terbentuk satu unit kerja yang harmonis dan saling menguatkan…

Idealismenya kira-kira begitu… :) , paling tidak jadi agenda yang harus diperhatikan kami semua.

Curhatnya dah selesai…??

Belum ternyata :mrgreen:

Setelah berkontemplasi sejenak, :mrgreen:

Catatan Curhat saya di atas adalah Hubungan sesama manusia, nah kalau Hubungan Manusia dengan Allah ?

Kesalahan kecil ini, Mungkin lebih tepat disebut dosa kecil jika sudah memasuki ranah transendental

Banyak sekali dosa kecil yang sehari-hari kita temui, paling tidak beberapa hal yang sering saya rasakan, dalam hal ini saya hanya bisa mengatakan apa yang saya rasakan, dan biasanya hal ini kita sadari dalam hati kecil kita, dengan beberapa ciri, Kadang kita anggap remeh dosa-dosa kecil ini, mungkin karena merasa bahwa Allah Maha Pengampun, sehingga pada akhirnya lama kelamaan tidak terasa semakin menumpuk. Dan menjadi makin terbiasa, apalagi kalau sampai kita bangga melakukannya…Astagfirullah

Sahabat Rasulullah Abdullah Ibnu Mas’ud Ra. Berkata :

“Sesungguhnya seorang mu’min, ia melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk dibawah gunung, ia takut kalau gunung itu jatuh menimpanya. Dan sesungguhnya seorang fajir (yang banyak berbuat dosa) melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya maka ia berbuat demikian menggerakkan tangannya maka ia mengusirnya.”

Ini berarti sebuah peringatan bahwa kita tidak bisa menganggap remeh dosa-dosa kecil…

Suatu waktu saya pernah mendengar seorang penceramah di TV, mengatakan bahwa “dosa-dosa kecil itu jika di ibaratkan debu yang menempel di kaca mobil, semakin lama semakin menumpuk, maka akan semakin tebal dan tidak mampu lagi dihapus oleh Wiper (pembersih kaca mobil) dan akan mengakibatkan pandangan kita menjadi gelap

Hemm, berarti kalau dosa itu menempel dihati kita, semakin lama semakin menumpuk, butalah mata hati kita…Naudzubillah…

Nah, kadangkala, ketika fokus dengan hal-hal yang besar, kita menjadi lalai dengan hal-hal yang kecil, ketika kita menghindari kesalahan dan dosa-dosa besar, kita lalai dalam memperhatikan yang kecil…

Tentunya, dengan menjaga ibadah kita, menegakkan amal baik, dan senantiasa bertaubat, selalu beristigfar kepada-Nya, juga memperbanyak Dzikrullah dan Mengingat-Nya dalam setiap keadaan, ini satu upaya kita untuk menghapus debu-debu yang melekat, seperti kang Ebiet bilang :) . jika upaya itu terus menerus kita lakukan, Insya Allah, seperti apapun bentuk kesalahan dan dosa itu, hati kita pasti bisa merasakannya, dan tidak lalai dalam menghindarinya.

Mudah-mudahan tulisan ini tidak menjadi prematur, apalagi sampai menggurui, karena ini sebuah perenungan bagi diri, selama setahun ini, berapa banyak tumpukan itu yang harus segera dibersihkan…

Dalam hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan kita dengan Maha Pencipta, kesalahan atau dosa, sekecil apapun tetaplah sebuah kesalahan, setiap kita lakukan, pasti selalu ada konsekuensinya…

So, jangan pernah memandang besar atau kecilnya hal tersebut, tapi Lihatlah kepada siapa kita melakukannya…

Untuk Saya Renungkan…

Desember 25, 2009 atmakusumah 24 komentar

Untuk Kita Renungkan (Ebiet G Ade)

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih

Suci lahir dan di dalam bathin, Tengoklah kedalam sebelum bicara

Singkirkan debu yang masih melekat,…singkirkan debu yang masih melekat

Anugrah dan bencana adalah kehendak-Nya, Kita mesti tabah menjalani

Hanya cambuk kecil, Agar kita sadar

Adalah Dia di atas segalanya,…adalah Dia di atas segalanya

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar,  Lahar dan badai menyapu bersih

Ini bukan hukuman hanya, satu isyarat bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh, dalam kekalutan masih banyak tangan Yang tega berbuat nista

Tuhan pasti telah memperhitungkan, Amal dan dosa yang kita perbuat

Kemanakah lagi kita kan sembunyi, Hanya kepadaNya kita kembali

Tak ada yg bakal bisa menjawab, Mari hanya tunduk sujud pada-Nya

Kita mesti berjuang memerangi diri, Bercermin dan banyaklah bercermin

Tuhan ada disini didalam jiwa ini

Berusahalah agar dia tersenyum

… berusalah agar dia tersenyum

Lagu Ebiet G Ade dalam Album “Untuk Kita Renungkan”, saya temukan ketika akan bersih-bersih harddisk yang mulai kegemukan…Kangen dengan lagunya, saya putar lagu tsb, kalau mau denger dari sini saja ya…

Sore tadi hujan diluar jendela kamar, menambah dalam rasa ini memaknai pesan dalam lagu ini ,  ketika saya putar ulang beberapa kali lagu tsb…

Hari ini, setahun yang lalu saya mulai memberanikan diri menulis dalam Blog ini, tak banyak tulisan yang saya torehkan dalam blog ini, hanya beberapa tulisan yang bisa dihitung dengan jari yang saya tapakkan diBlog ini…

Dalam satu Tahun ini, memang beberapa lama saya sempat tidak mengunjungi blog ini, tidak menulis, hal tersebut karena masalah teknis yang saya hadapi, yang sama sekali tak bias akses ke dunia maya…

Namun belakangan, beberapa hari ini, ketika akan memulai menggali lagi insprasi, membangkitkan motivasi lagi menulis,  saya mulai berkeliling mencari motivasi, menggali inspirasi…tapi ternyata tetap belum mampu membangkitkan diri ini untuk menulis lagi…pikiran saya menjadi tidak fokus, entah apa yang salah…

Jawabannya ternyata sore ini saya temukan, setelah kesana kemari saya mencari motivasi diluar diri ini, namun ternyata setelah saya renungkan…ketika awal menulis, saya ingin menuliskan apa yang saya alami, saya lakukan, saya perbuat dan saya lihat dalam hidup ini, juga ada keinginan untuk berbagi…

Saya ingat sebuah nasihat “selaraskanlah Tekad kita, Ucap kita dan perbuatan kita…” kalau kita ingin menjadi pribadi yang Ihsan…

Ini mungkin yang saya rasakan, akhirnya, Blog ini adalah sebuah catatan diri, yang bisa saya jadikan cermin, menuangkan apa yang ada dalam pikiran, mencurahkan apa yang ada dalam rasa…dan berusaha menjalankan dengan konsisten, nasihat yang saya tulis bagi diri sendiri ini…

Bismillah, malam ini saya ingin silaturahmi lagi, mengunjungi kawan-kawan yang selama ini berbagi, yang lama saya tidak kunjungi…

Mudah-mudahan, inspirasi yang muncul, tidak lagi menjadi tumpukan Draft dalam dashboard Blog ini, iya beberapa tulisan hanya menjadi draft yang tidak utuh menjadi sebuah tulisan, terakhir tulisan tentang “Ibu” yang ingin saya buat pun hanya menjadi wacana saja dalam inspirasi saya…

Mudah-mudahan saya mampu menjadikan Blog ini sebagai Cermin bagi diri ini…

Hemm…Tulisan ini nyambung gak ya ? (hah…EGP, yang penting bisa nulis lagi…)

*Langsung Klik Publish Jangan sampai berubah pikiran :mrgreen: *

Mentari Pagi

Desember 8, 2009 atmakusumah 13 komentar

Sudah beberapa hari ini, Mentari Pagi seperti enggan bersinar, Setelah sempat digelayuti mendung, dan hari ini kembali Mentari bersinar kembali…

Entah kenapa, tapi bagi saya, cahaya Mentari di pagi hari, seolah memberikan semangat untuk memulai aktifitas hari yang akan saya jalani, mungkin karena pergantian dari malam yang gelap menuju terangnya siang hari seolah menyimbolkan sebuah harapan yang kita harapkan dalam gelapnya malam. Tapi memang terasa betul ketika mendung menggelayut di pagi hari, seolah ada rasa enggan untuk memulai hari dengan setumpuk pekerjaan. Walau bagaimanapun, saya harus tetap bersyukur, masih diberikan nafas oleh yang Maha Kuasa, masih diberi kesempatan untuk berusaha berbuat lebih baik lagi.

Bicara tentang Mentari pagi, saya teringat sebuah Yayasan di Bandung, Yayasan Syamsi Dhuha. Dua penggalan kata yang diambil dari nama surat di dalam Al-Qur’an As Syams dan Ad Dhuha,  As Syams yang artinya Matahari, dan Ad Dhuha yang artinya disepakati oleh para Mufassir sebagai “waktu ketika matahari naik sepenggalan di waktu pagi.”

Sebuah Yayasan yang dalam profilnya disebutkan”Yayasan Syamsi Dhuha lahir dari ungkapan kasih dan karunia Yang Maha Pengasih yang tidak terduga akan datang melalui “musibah” sakit. Sakit yang sering dianggap sebagai musibah, ternyata juga merupakan suatu ungkapan rasa kasih sayang dari Yang Maha Penyayang dalam bentuk yang lain.

Musibah sakit…Ya, memang Yayasan ini memang didirikan untuk  Para ODAPUS (Orang Dengan Lupus), dalam kumpulan catatannya, Dr. Rachmat Gunadi (dokter pemerhati LUPUS), Menjelaskan bahwaLUPUS atau SLE (Systemic Lupus Erythematosus),

adalah penyakit sistem imunitas dimana jaringan di dalam tubuh dianggap benda asing sehingga timbul reaksi sistem imunitas yang dapat mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot dan tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru dan lapisan pada paru-paru, hati dan sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

Penting Juga untuk dibaca lebih lengkap mengenai Informasi Penyakit LUPUS ini, karena seperti dikatakan Dr. Rachmat Gunadi, “Penyakit lupus atau lengkapnya Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit yang mungkin kurang dikenal masyarakat awam, orang hanya mengenal jika terdapat keluhan nyeri sendi, beranggapan hal tersebut adalah sakit reumatik dan cara mengatasinyapun kadang dengan memakai obat-obatan sendiri tanpa berkonsultasi dahulu kepada dokter.”

Ketidaktahuan tentang Penyakit ini, Itu juga yang saya alami ketika penyakit ini menimpa adik saya. Saat ini Informasi tentang LUPUS sudah banyak disampaikan di Media Cetak, Elektronik, ataupun melalui artikel-artikel di internet. Namun memang tidak ada salahnya, kita bagikan lagi informasi ini kepada orang-orang yang masih awam dengan LUPUS.

Orang-orang yang menginspirasi

Keingintahuan tentang LUPUS inilah yang mempertemukan saya dengan sosok yang luar biasa, namanya Ibu Dian Syarief, dalam sebuah seminar di RS Hasan Sadikin Bandung pada pertengahan tahun 2004 lalu.  Ketika berbicara di seminar itu, pandangannya ke arah audiens selama berbicara dalam seminar itu, tidak menyiratkan bahwa penglihatannya ternyata hanya tinggal 5 %, sungguh rasa percaya diri yang kuat dari sosok yang menginspirasi banyak ODAPUS ini. Ibu Dian Syarief adalah salah satu Penggagas berdirinya Yayayasan Syamsi Dhuha, dimana ia duduk sebagai Ketua, membaca sosok perjuangannya, membuat saya merasa menjadi orang yang belum bisa berbuat banyak bagi banyak orang. Pernah saya berbicara dengannya di telpon, suaranya yang menenangkan, menjanjikan untuk menengok adik saya di RS, dan kemudian menghadiahi sebuah buku kepada adik saya, buku tentang Renungan Kalbu, sebuah buku yang sarat hikmah. Ibu Dian dan Pak Eko Pratomo (Suami Ibu Dian), digambarkan sebagai sosok The Inspiring Couple, seorang Relawan SDF (Syamsi Dhuha Foundation) mengambarkan sosok keduanya dalam blog pribadinya.

Mbak Tini, nama lengkapnya Agustini Suciningtyas, sosok yang baru saya kenal dari Group SDF, sangat rajin sekali menyemangati sahabat -sahabat  ODAPUS. Mbak Tini, adalah salah seorang penulis Buku, “cinta Membuatku Bangkit, Saat Lupus Berbuah Hikmah“, semangatnya dalam menulis dan berbagi, saya akui luar biasa, dibandingkan saya yang kadang kendor-kenceng dalam menulis :mrgreen: . Dia sangat menginspirasi saya, ketika dalam sakitnya ia masih mampu berbagi dengan yang lain, dalam sakitnya, bukan keluhan yang diucapkannya, tapi doa-doa dan dzikrullah yang disampaikannya kepada Illahi Rabb, doa yang senantiasa menghiasi “wall” saya yang hingar biangar dengan banyak keluhan manusia-manusia lain yang masih diberi nikmat sehat. tulisan-tulisan singkatnya tentang Batpoh dan Raping, senantiasa menyejukkan hati dan membuat saya tersenyum dengan keceriaannya. Saya yakin mba Tini akan menjadi Penulis Hebat dan sukses, Amin…

Dewi Nastiti, seorang yang kembali membuat saya merasa tertinggal dalam berbagi, saat ini bekerja sebagai seorang peneliti bahasa di Lombok NTB, profilnya pernah dimuat dalam Salah Satu Tabloid Nasional. Ketulusannya dalam berbagi dan menyemangati sahabat-sahabat ODAPUSnya, sangat menginspirasi sekali. Kenapa saya katakan merasa tertinggal, ini terkait dengan keinginan saya Lima tahun yang lalu, untuk ikut berpartisipasi dalam SDF, namun  jarak dan kondisi saya yang harus jauh dari Bandung, membuat sayamengurungkan niat tersebut, namun setalah mengetahui sosok Mbak dewi ini, Tinggal di Lombok, jauh dari keluarganya di Jakarta, tidak mengahalanginya untuk berpartisipasi dalam Yayasan Syamsi Dhuha, banyak hal yang sudah disumbangkannya. Tulisan sederhana ini, saya persembahkan untuk menyambut ajakannya dalam menulis. Wish You All The Best… :)

Madha…seorang sahabat dari SMA, lama tidak pernah bertemu, akhirnya saya bertemu lagi dengannya, walau di dunia maya, tapi ceritanya tentang LUPUS yang dialaminya, sejak 14 yahun yang lalu (huff…bukan waktu yang sebentar ya nda… :( ), membuat hati ini  miris, ketika harus EBTANAS di Rumah Sakit, sampai akhirnya baru berhenti minum obat 3 Bulan yang Lalu. Kini kebahagiaan dengan Suami tercinta dan 2 orang putra dan putri  terkasihnya, sebuah nikmat yang tak terhingga yang kamu dapatkan nda…You are the other Inspiring Couple

My litle sist…Sikap yang Mandiri, teguh dalam berpendirian, menguatkan saya dan keluarga, bahwa dalam kelemahannya justru tersimpan kekuatan yang kami orang-orang yang “masih sehat”pun tidak menyadarinya, selalu tidak ingin diperlakukan sebagai orang yang sakit, aku tahu sist… doamu selalu minta dikuatkan oleh-Nya, kemandirian yang kamu bangun, ternyata menyadarkan Kami, bahwa disaat terjatuh, kamu ingin bangkit sendiri tanpa menjadi lemah, sosok yang mematahakan “Diskriminasi dan Dominasi” orang-orang sehat terhadap para ODAPUS. Love You..

Tentunya banyak sekali Sosok yang yang menginspirasi dalam ujian sakitnya, saya tak mungkin menuliskannya semua disini… :)

LUPUS, yang dilambangkan dengan Kupu-Kupu, mengingatkan kita tentang Binatang Indah Ciptaan Allah itu, yang hidupnya singkat, walau hanya 7 hari, namun telah mampu berbuat banyak dalam lingkungannya, menebarkan keindahan dan kehidupan di Taman Bunga. Begitu pula para ODAPUS, hidup kita semua sebenarnya sama-sama singkat, namun kalian sudah beterbangan kesana kemari, membagi hikmah dalam Taman Kehidupan ini, dalam siang yang kadang harus menghindari paparan Sinar Mentari, namun di malam gelap justru kalian, bersimpuh dihadapan-Nya, mencari Cahaya dalam gelapnya kehidupan ini….

Ketika Ujian Sakit Berbuah Hikmah

Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa Allah menyanyangi hamba-Nya tidak melulu dengan kenikmatan duniawai yang kadang melenakan kita. Ujian sakit ternyata adalah bentuk dari kasih sayang-Nya kepada Hamba-Nya agar senantiasa selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

Sakit, apapun itu, LUPUS, KANKER, AIDS, atapun jenis penyakit lainnya, kita tidak bisa memungkiri bahwa itu datang dari yang Maha Kuasa, apakah karena kita sedang di uji untuk diingatkan, ataupun akibat dari perilaku kita yang juga lalai dalam Mengingat-Nya. Namun perlu kita sadari dan renungkan Bahwa,

  • Dengan sakit, orang akan lebih paham tentang arti dari perjalanan hidup yang singkat ini
  • Selayaknya kita yang masih diberikan Nikmat Kesehatan, harus senantiasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh-Nya
  • Bahwa Rejeki itu senantiasa bukan dalm bentuk Materi saja, Sehat adalah rejeki yang tidak boleh kita lupakan, bersyukur dan berbuat lebih baik bagi diri dalam menjaga amanah yang diberikan-Nya
  • Sakit tidak pandang bulu, kepada yang kaya, miskin, rupawan atau siapapun manusianya dalam status sosial, apakah pejabat, artis bahkan buruh kecil sekalipun.  inilah yang harus kita pahami bahwa, dengan kebijakan dari Pemerintah dan perhatiannya terhadap orang-orang yang kurang ampu harus sangat diperhatikan. sebagai contoh, untuk penyakit LUPUS saja, biaya normal pengobatan yang harus dijalani bisa sampai 10.000 USD dalam setahun, belum biaya-biaya lainnya.
  • Pendekatan Agama, dan rasa empati sosial dari masyarakat seharusnya menguatkan mereka yang Sakit, tidak lagi adanya Diskriminasi terhadap mereka, dan seharusnya, bukan sikap antipati kita untuk penyakit menular seperti AIDS yang kita munculkan, tapi justru menggali lebih banyak tentang hal tersebut, bagaimana menghindarinya, bagaimana mencegahnya dalam lingkungan sekitar kita.
  • Mereka yang sakit, akan lebih memaknai Kematian sebagai sebuah Kepastian Illahi yang akan terjadi kapanpun dimanapun, sehingga keyakinan itulah yang menguatkan mereka untuk berbuat lebih baik, berbagi dengan sesamanya, tak ada lagi rasa takut dalam mengahadpi kepastian hari kematian. Sebuah Pencapaian rasa dan keyakinan yang kadang sulit ditemui pada orang-orang masih diberikan nikmat Sehat
  • Masih tentang Rejeki, kemudahan yang didapat orang sakit, sekecil apapun, selalu disyukurinya. hal-hal yang luput dari pandangan banyak orang, kemudahan dalam beberapa hal yang kita semua alami, adalah sebuah rejeki juga…
  • Mereka yang sakit, adalah orang-orang yang sukses dalam mengendalikan diri dan jiwa mereka, bagaimana mengatasi keterbatasan, memanage stress agar penyakitnya tidak kambuh,  bagaimana berbuat lebih baik bagi banyak orang dalam kekurangannya.
  • Pahlawan, saya menyebutnya seperti itu. karena, bukankah Pahlawan adalah gambaran sosok yang membebaskan ? mereka lah orang-orang dengan ujian sakitnya, membebaskan diri mereka dari rasa takut akan kematian, dari rasa keterbatasan, menerima kepasrahan ujian dari Illahi, dalu berbagi dan membebaskan jiwa-jiwa yang lain dalam hidupnya, menginspirasi banyak orang dengan buah karyanya.
  • Banyak orang sukses, yang justru terinspirasi dari orang sakit, yang saya pernah tahu adalah Aa Gym, yang terinspirasi oleh adiknya.
  • dari profil syamsi dhuha “Kedepan, Syamsi Dhuha memiliki cita2 yang lebih besar. Sesuai misinya : “sebagai sarana ladang amal untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat”, Syamsi Dhuha bercita-cita untuk memberikan kesempatan pada semua orang, bukan hanya bagiODAPUS, untuk mensyukuri segala karunia yang telah Allah berikan dengan melakukan berbagai aktifitas yang dapat bermanfaat bagi dirinya sebagai pribadi sekaligus juga bagi orang lain.”
  • Bertawakal kepada Allah, setelah upaya maksimal dalam rangka untuk kesembuhan, dilakukan secara maksimal oleh mereka, dan kemudian berserah diri kepada Allah.  karena tak ada Tawakal yang dilandasi rasa putus asa tanpa berusaha terlebih dahulu, inilah sikap yang harus juga kita pelajari dari orang-orang yang di beri ujian sakit.
  • Kesabaran, bagi mereka, adalah sebuah perilaku, bukan lagi sebuah wacana. Dan Perlu diingat, bahwa Sabar adalah amalan yang pahalanya tidak terbatas.  Subhanallah…

Jadi, tunggu apalagi ? apa yang menahan kita lagi dalam bersyukur kepada-Nya, mengapa tidak kita rubah sebuah keluhan menjadi sebuah doa dan ungkapan kecintaan kita kepada-Nya.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya,  dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya,  dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),  maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy Syams 91 : 1-15)
Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. . Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (QS Ad Dhuha 93 : 1-11)

93:1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

93:2. dan demi malam apabila telah sunyi,

93:3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,

93:4. dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.

93:5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

93:6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.

93:7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

93:8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

93:9. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

93:10. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.

93:11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Buah Kesabaran

November 21, 2009 atmakusumah 38 komentar

Hari Jum’at Kemarin, seperti biasa sebelum masuk mesjid saya selalu melihat di papan pengumuman, siapa yang menjadi Imam/Khotb Jum’at dan Muadzin nya. Namun ketika melihat tulisan yang jadi muadzin disitu tertulis “Muadzin/Bilal”. Saya teringat sewaktu masih kecil, mesjid ditempat saya dulu, selalu mengumumkan untuk muadzin itu dengan istilah Bilal…

Bilal sendiri sebetulnya di ambil dari nama seorang Shahabat Rasulullah, Beliau termasuk dalam  golongan orang-orang yang pertama memeluk agama Islam.

Sebetulnya kisah Bilal itu sendiri saya baru baca ketika saya SMA dulu, buku mengenai 60 shahabat Rasul yang ditulis oleh khalid Muhammad Khalid

Bilal bin Rabah, seorang Hamba Sahaya keturunan Habsyah atau Ethiopia,  berkulit hitam, yang menjadi hamba sahayanya Umayah bin Khalaf.

Awal sebuah Ujian

Bilal yang diketahui memeluk agama islam, oleh Abu Jahal dan Umayah bin Khalaf, disiksa bersama hamba sahaya yang lainnya, termasuk ibu dan adik perempuannya…Bahkan Sumayah gugur sebagai Syuhada pertama dalam Islam dikarenakan Perutnya ditusuk oleh tombak hingga menembus punggung oleh Abu Jahal.

Penyiksaan yang dilakukan kafir Quraisy itu dilakukan kepada Bilal dan keluarganya.

Saat Terik padang pasir menyengat, tubuhnya yang tanpa pakaian diseret
dan di arak oleh para pemuda kaum kafir quraisy mengelilingi kota lalu
di bawa ke Padang PAsir yang PAnas dan dipakaikan baju besi, agar
tersiksa oleh panasnya gurun pasir yang akan terasa seperti dalam perapian,
Lecutan demi lecutan cambuk juga dilayangkan agar kembali menyembah
latta dan Uzza dan meninggalkan ajaran Muhammad.
Ummayah adalah yang paling sering menyiksa Bilal, dengan menindihkan
batu panas ke dada bilal yang tidak terbalut pakaian, tidak hanya itu,
Bilal juga dicambuk oleh para algojonya di punggungnya...
Namun Bilal hanya menyeru Ahad...! Ahad...! Ahad...!
Ucapan Bilal yang diucapkan dengan keyakinan, dan kesabaran yang luar
biasa itu semakin membuat siksaan yang diterimanya semakin berat.

Pertolongan Allah

Hingga Akhirnya sahabat Abu Bakar ra, memerdekakan Bilal bin Rabah, bahkan bukan Hanya Bilal yang dimerdekakan oleh Beliau, Umm Ubays, Zinnirah (yang karena disiksa matanya menjadi buta), Abu Fukayyah, Amir bin Fuhayrah, Hammamah (Ibunda bilal bin Rabah) serta banyak lainnya termasuk Nandiah saudara perempuan Bilal bin Rabiah.

Karena budi baiknya itulah Abu Bakar memperoleh Gelar Wahib Al Hurriyyat yang berarti pemberi kebebasan. (Semoga Allah Merahmatinya).

Langkah Abu Bakar tersebut juga menyelamatkan muka Abu Jahal dan Umayah dari rasa malu, karena mereka telah berputus asa, sebagai seorang yang berpengaruh diantara kaumnya, mereka dikalahkan oleh teguhnya keimanan seorang hamba sahaya yang tidak berdaya, dan tak mampu merubah keyakinan seorang Bilal Bin Rabah yang Notabene seorang Hamba Sahaya berkulit Hitam.

Ada beberapa Hal yang harus kita fikirkan dari kejadian tersebut, yaitu buah kesabaran dalam mempertahankan aqidah dan menghadapi Ujian dari Allah Swt.

  • Pertolongan Allah itu amat dekat bagi orang-orang yang sabar
  • Allah akan senantiasa bersama orang-orang yang sabar, sehingga, jangan sekali-kali kita membatasi kesabaran kita, karena berarti kita membatasi Keberadaan Allah bersama kita.
  • Allah tidak melihat fisik yang rupawan atau cantik jelita, tapi yang dilihat adalah kecantikan hatinya, yang teguh dan sabar
  • cobaan yang datang, adalah sebagai ujian dari Allah untuk menaikkan derajat seseorang, Termasuk Bilal, seorang hamba sahaya yang mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah dan rasul-Nya
  • Ketika kita belum memperoleh suatu ujian dari Allah, maka kita harus semakin mempertebal keyakinan kita kepada-Nya, agar ketika kelak ujian itu datang, kita sudah meneguhkan keimana kita kepada-Nya
  • Semakin bertambah kuat keimanan seseorang, maka akan semakin hebat ujian yang diterima.
  • Ujian yang diberikan oleh Allah, bukan semata-mata Allah membenci kita, tetapi justru karena Allah akan meninggikan derajat kita, dalam sebuah Riwayat Rasulullah memanggil Bilal, dan berkata “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu.
  • Ujian sebenarnya bukan sebuah masalah atau sebuah bencana, dan kita patut mensyukurinya.
  • Kekayaan, pangkat dan jabatan, bisa jadi bukan sebuah kenikmatan, tapi sebuah Ujian dari Allah Swt.

Dan perlu diketahui bahwa semasa hidupnya, Rasulullah menjadikan Bilal sebagai Muadzin, yang mengumandangkan adzan kepada Umat Muslim. Juga, semasa hidupnya, Bilal mengalami hal-hal berikut,

  • Menyaksikan Abu Jahal dan Ummayah bin Khalaf yang mati tersungkur oleh pedang kaum Muslimin pada saat Perang Badar
  • Saat Futuh Mekah Bilal diminta Rasulullah untuk mengumandangkan Adzan di atap Kabah, yang didengarkan oleh Ribuan Umat Muslim, dan kaum Quraisy yang baru masuk Islam, diantaranya terdapat orang-orang yang menyiksa Bilal juga. Adzan yang dikumandangkan ditempat dimana Bilal pernah menjadi seorang Hamba Sahaya dan disiksa dengan tanpa perikemanusiaan. Bahkan  al-Harits bin Hisyam berkata, “Sungguh malang nasibku, mengapa aku tidak mati saja sebelum melihat Bilal naik ke atas Ka’bah.”
    Al-Hakam bin Abu al-’Ash berkata, “Demi Allah, ini musibah yang sangat besar. Seorang budak bani Jumah bersuara di atas bangunan ini (Ka’bah).”
  • Saat Rasulullah Wafat, Bilal bin Rabiah yang mengumandangkan Adzan, walaupun beliau tidak sanggup meneruskannya karena kesedihan ditinggal sang Kekasih Allah.

Kisah Yang Harus kita Renungkan…

Kisah tersebut, mungkin sudah seringkali kita dengar atau kita baca, namun apakah kita sudah memaknai buah kesabaran serta menjadikannya bukan hanya sebuah kisah belaka. karena kesabaran adalah bukan sebuah wacana, kesabaran adalah sebuah perilaku dan perbuatan.

Di Jaman sekarang ini, penyiksaan secara terang-terangan mungkin akan mendapatkan penentangan dari banyak pihak, namun sadarkah kita, bahwa penindasan terhadapa aqidah dan keyakinan kita justru datangnya tidak terasa oleh kita, dengan adanya Ghazwul Fikri, yang secara lambat laun menggeser iman dan islam kita, keteguhan dan kesabaran yang kita hadapi juga harus teruji, keimanan kita juga harus teruji. Karena merugi orrang-orang yang tidak memperoleh ujian dari Allah, tentunya dengan pemikiran yang jernih, kita harus pandai mencermati, apa ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita saat ini, dan bersabarkah kita dalam menghadapinya, sejauh mana kesabaran itu ?

Silahkan Kita jawab  sendiri-sendiri melalui sebuah perenungan diri…

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS AL Imron 3 :142)

Wallahu’alam…

NASIHAT BAIK

November 18, 2009 atmakusumah 11 komentar

Siapa yang memberi nasihat dengan memandang dirinya baik, maka dia akan berdiam diri apabila berbuat kesalahan.  Dan siapa yang memberi nasihat, karena memandang (apa yang ia ucapkan) sebagai kebaikan dari Allah untuk dirinya, maka dia tidak berdiam diri apabila berbuat kesalahan.”

Nasihat sebenarnya bisa diberikan oleh siapa saja kepada siapapun dalam rangka saling mengingatkan dalam kebenaran dan menghindari kesalahan, bisa berupa mengajak kepada kebaikan atau saling mengingatkan. Nasihat tidak selalu disampaikan dalam bentuk ceramah, dan juga tidak selalu harus disampaikan oleh seorang Ulama atau seorang Kiayi dan tidak harus  selalu disampaikan dalam sebuah forum keaagamaan.

Dari Abi Huroiroh dari Rosulillahi sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda,

sesungguhnya agama itu nasihat , sesungguhnya agama itu nasihat , sesungguhnya agama itu nasihat“,  mereka (shahabat) bertanya siapa yang berhak nasihat ya Rosulalloh ? bersabda (Nabi) “Bagi Alloh dan bagi kitabnya Alloh, dan bagi utusannya dan bagi imamnya orang muslim dan bagi umumnya muslim

Memberi nasihat untuk dijadikan mauizatun hasanah (teladan baik) dalam rangka mengajak kepada kebaikan sesama hamba Allah adalah perbuatan yang Utama. Akan tetapi memberi nasihat karena merasa diri kita adalah orang baik, berilmu dan saleh, adalah perbuatan yang kurang baik. karena, apabila suatu waktu ia tergelincir kedalam perbuatan jelek atau salah menyampaikan nasihat, maka akan tumbuh perasaan malu karena bersalah, yang menyebabkan ia akan bersikap diam atau tidak lagi memberi pelajaran atau nasihat-nasihat.

Akan tetapi apabila nasihat yang dijalankan dan pelajaran yang disampaikan didasarkan karena wajib menyampaikan ajaran Allah, atau karena apa yang ia sampaikan adalah karunia dan rahmat serta izin Allah semata, maka ketika ia khilaf karena tergelincir lidah atau salah ucapan, atau sikap yang tidak pada tempatnya, atau berbuat suatu kesalahan di mata masyarakat, ia tidak merasa malu, serta terus menyampaikan ajaran dan nasihat. Ia tidak berhenti, karena yang ia sampaikan adalah ajaran yang benar, dan karena izin rahmat Allah untuknya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengajak kepada kebaikan…

  1. Sampaikan nasihat atau ajakan kepada kebaikan dengan hati yang tulus ikhlash, semata-mata karena Allah.
  2. Berniatlah dalam hati bahwa ajakan yang ia laksanakan semata-mata melaksanakan kewajiban yang diizinkan Allah dalam rangka dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar.
  3. Hindarkan perasaan dari dalam hati, bahwasanya apa yang disampaikan dan nasihat yang diberikan, adalah karena kepandaian dirinya sendiri, kecakapan dirinya sendiri, kecakapan pembicaraannya sendiri, atau ilmu yang ia kuasai. Perasaan seperti ini akan melahirkan rasa angkuh, kemudian bersifat riya’, yang akan merusak hati dan amal ibadah kita.
  4. Kekokohan tekad di dalam jiwa, bahwasanya nasihat dan tabligh yang akan disampaikan dan yang telah disampaikan, banyak atau sedikit karena ingin mencari Ridha Allah semata, melalui jihad dakwah yang terpikul dipundaknya.
  5. Buatlah sebuah rencana atau cara penyampaian melalui pendekatan yang efektif, sesuai dengan kemampuan masing-masing, agar apa yang disampaikan diterima oleh Masyarakat, sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
  6. Hendaknya apa yang disampaikan, sudah dipahami dan dihayati, dan jika belum dipahami dengan benar mengenai apa yang akan disampaikan, hendaknya dipelajari terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh.
  7. Semata-mata apa yang disampaikan, baik berupa nasihat atau ajakan, hendaklah sudah dijalankan terlebih dahulu atau ia sedang menjalankan apa yang disampaikannya, dengan maksud bersama-sama mencari kebaikan di Jalan Allah.
  8. Selalu meminta petunjuk kepada Allah Swt.

Dengan nasihat dan ajakan kepada kebaikan, seseorang dapat berubah dari yang tidak paham menjadi paham, dari yang lupa menjadi ingat, dari salah menjadi sadar Karena diingatkan dan dari tidak baik menjadi baik. Tentunya semua itu tidak terlepas dari Kehendak Allah Swt, karena upaya kita hanyalah sebatas dalam mengajak atau saling menasehati, selebihnya untuk urusan hati dan apakah orang yang diajak menerima atau tidak,  tergantung daripada upaya orang yang diajak tersebut apakah menerima, atau menolaknya, karena, hanyalah Allah Yang Maha Kuasa dan membolak-balikkan hati manusia.

Blog, situs pertemanan, ataupun media-media yang dikonsumsi oleh khalayak ramai, dapat juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan ajakan dalam kebaikan dan saling mengingatkan sesama saudara muslim.

Sebagaimana peringatan dari Alloh SWT dalam QS Al-‘Asr (103) 1-3 “

“Demi waktu ‘asr sesungguhnya manusia niscaya dalam keadaan rugi, kecuali orang yang beriman dan beramal sholih dan saling wasiat (nasihat) untuk menetapi barang hak , dan saling berwasiat dengan kesobaran.”

Hap…Hap…Lalu ditangkap…

November 17, 2009 atmakusumah 6 komentar

Lagi Buat Kategori Baru… :)

Ini Cicak

Cicak cicak di dinding...diam diam merayap...

Cicak

gambarnya dari sini

Ini Buaya

buaya

Buaya

Gambarnya dari sini

Kalau kita amati... Read more…

Take a Breath…Long, Deep and Slowly…

November 9, 2009 atmakusumah 26 komentar

Nafas…

Sebuah Perenungan atas Diri…

pernafasan

Klik Untuk Asal Gambar

Ketika membaca sebuah tulisan tentang nafas, (makasih ya kang :) ), saya merasa ternyata selama perjalanan hidup ini betapa belum seimbangnya antara rasa syukur yang saya berikan kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya…

Nafas, sebuah keagungan karya Illahi. Dalam penciptaan nafas yang begitu rumit sistemnya, dan tak ada satupun Ilmuwan di Muka Bumi ini yang mampu mengurai hasil karya-Nya. Bayangkan, setiap satu persatu bagian dari sistem di dalam saluran pernafasan kita, bekerja sesuai tugasnya masing-masing, tanpa pernah berhenti, 24 jam sehari…saat kita tertidur sekalipun, sistem pernafasan tak pernah berhenti bekerja. Oksigen yang dibawa oleh hirupan nafas kita, masuk ke dalam tubuh kita hingga sel-sel terkecil dalam tubuh kita, SubhanallahRead more…

Categories: Catatan Tafakur Tag:, ,

Hitam Putih Cinta

November 5, 2009 atmakusumah 21 komentar

CINTA BISA HITAM BISA PUTIH…

hitam putih cinta

Tentang hubungan antar Insan. Menurut apa yang dilihat, pernah dirasakan, lalu menurut sebagian orang…

Cinta Menjadi Hitam… Cinta Menjadi Putih…
  • Ketika Melampaui batas…
  • Saat kita mencintai seseorang namun tak berbalas
  • Patah Hati atau Putus Cinta dengan pasangan kita
  • Ketika tak mampu mengetahui dan memaknai arti cinta itu sendiri
  • Awalnya Manis, tapi lalu menjadi pahit
  • Cintakah ? atau Nafsu…
  • Awalnya menyanyi “Mencintaimu…seumur hidupku…” laluPulangkan saja, aku pada ibuku atau ayahku…AkhirnyaHancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping…” (lagu jadul semua :) )
  • Menanam semangka tapi daunnya sirih… :)
  • Perpisahan
  • Cinta segitiga, segiempat, segilima dan segi-segi yang lain… :lol:
  • Hilang kepercayaan
  • Pertengkaran
  • Perpisahan
  • Mendapatkan kata-kata cinta dari kekasihnya (menurut survey kalimat “I Love You” salah satu kalimat yang banyak diucapkan orang di muka bumi ini.
  • Saat kita mencintai seseorang dan gayung bersambut
  • menjalani kehidupan yang langgeng dengan pasangan kita
  • memahami makna dari cinta
  • Awalnya Manis, dan selalu manis
  • Cintanya tulus
  • bertunangan, Menikah
  • sampai kakek nenek masih romantis
  • kadang “menggombali” dan “digombali” juga bisa indah… :oops:
  • Pasangan sesuai keinginan, romantis, perhatian, dll…
  • Saling Setia…(sampai mati) :???:
  • Diteruskan aja ya sama yang baca (saya kehilangan inspirasi…) :)

(Yang mau tambah…di komentar aja… :) ) Read more…

Categories: Kepingan Catatan Tag:, ,

MENERAPKAN FITUR S.M.A.R.T DALAM DIRI KITA

Oktober 28, 2009 atmakusumah 18 komentar

Pernah dengar tentang fitur S.M.A.R.T ?

S.M.A.R.T atau Self-Monitoring Analisys, Reporting Technology adalah fitur yang sudah terintegrasi dengan banyak HDD (Hardisk Drive) yang ada saat ini. Fitur tersebut berfungsi untuk mengontrol atau memperingatkan apabila terjadi kerusakan pada HDD dalam komputer kita, sehingga menjadi alat deteksi dini, untuk menghindari HDD dari kerusakan yang fatal, seperti Bad Sector, yang akan mengakibatkan kita akan kehilangan data-data penting dalam HDD yang kita miliki.

Apa hubungannya dengan diri kita ?

Read more…

Tidak benar Banyak Mengingat Allah dan Kehidupan Akhirat melemahkan semangat hidup

Oktober 28, 2009 atmakusumah 3 komentar

Ini adalah pendapat saya dengan merujuk kepada apa yang saya yakini dan saya rasakan, mengenai tulisan Apakah Benar Banyak Mengingat Allah dan Kehidupan Akhirat akan melemahkan semangat hidup ?

(1). Dengan banyak mengingat Tuhan, manusia akan sulit berkembang dan bersinergi dengan kemajuan zaman yang semakin modern, dan terjebak dalam nilai-nilai transendental yang abstrak.

Semua Manusia dan makhluk hidup yang ada di muka bumi ini, tidak ada dengan sendirinya, begitu pula dengan Alam Semesta ini. Logika manusia yang berlandaskan kepada akal pikiran semata, tidak akan sanggup menjangkau asal muasal dan penciptaan semuanya. Sebagai seorang Muslim, tentunya kita mengimani kepada Kitab-kitab yang yang telah diturunkan, dan Al-Qur’an adalah sebagai Kitab yang diturunkan untuk seluruh Umat Manusia sebagai Kitab terakhir hingga akhir zaman. Dalam Al-Qur’an disebutkan mengenai penciptaan Manusia : Read more…